Wedangan Solo Paling Hits 2026, Tempat Nongkrong Favorit Saat Ramadhan
Kalau Anda bertanya, “Kalau orang Solo biasanya nongkrong saat Ramadhan di mana?” maka jawabannya sering kali sederhana: wedangan. Bukan karena mewah. Bukan pula karena ingin terlihat gaul. Tetapi karena sejak dulu, wedangan sudah seperti ruang tamu bersama. Ia tidak pernah mengunci pintu. Ia tidak pernah menolak tamu.
Di Solo, wedangan bukan sekadar tempat minum teh atau kopi. Ia adalah tempat orang pulang setelah seharian menahan lapar. Ia menjadi saksi tawa kecil, obrolan ringan, bahkan rencana-rencana besar yang lahir dari meja kayu sederhana. Dan saat Ramadhan datang, wedangan Solo paling hits 2026 tetap hidup dengan caranya yang tenang.
Namun sebelum kita bicara makanan, kita perlu memahami kebiasaan orangnya dulu. Karena di kota ini, kebiasaan selalu lebih dulu berjalan daripada menu.
Berikut rekomendasi wedangan paling hits di Solo 2026:
Wedangan Basuki (Legendaris): Terkenal dengan pilihan wedang (jahe/susu coklat) yang lengkap, aneka nasi kucing, dan sate-satean.
Wedangan PDT (Bumi, Laweyan): Hits karena menu andalan gongso (brutu, kikil, usus) yang dimasak langsung dengan bumbu khas, bisa request pedas.
Wedangan Sakéca Mojosongo: Nuansa joglo Jawa otentik, suasana adem, dan sering ada live music.
Wedangan Roso Tresno: Tempat romantis dengan pendopo joglo, cocok untuk acara keluarga, dan terkenal dengan paket teh poci.
Wedangan Mak’e Gempil (Balaikota): Lokasi strategis di area Balaikota, populer untuk nongkrong malam.
Wedangan Pak Wito (Nonongan): Legendaris sejak 1968, terkenal dengan mi nyemek sambal bawang.
Wedangan Gondrong (Laweyan): Populer dengan harga es teh yang sangat terjangkau.
Wedangan Kilat (Yos Sudarso): Tempat nongkrong malam yang buka hingga dini hari
Sore Menjelang Magrib: Orang Solo Tidak Tergesa
Biasanya, sekitar jam lima sore, suasana Solo berubah pelan-pelan. Matahari mulai jinak. Angin berani menyapa wajah. Orang-orang keluar rumah dengan langkah santai. Tidak ada yang terburu-buru mencari tempat paling ramai. Mereka justru mencari tempat yang terasa akrab.
Wedangan mulai menata gelas. Kompor kecil dinyalakan. Uap teh naik tipis seperti sapaan lembut. Anda akan melihat beberapa orang duduk lebih awal, sekadar menunggu adzan. Mereka tidak langsung memesan banyak. Mereka hanya ingin berada di suasana yang sama.
Kami sering melihat pemandangan itu berulang setiap Ramadhan. Ada yang memulai dengan minuman hangat. Ada yang memilih susu segar. Bahkan kebiasaan buka puasa ringan dengan susu sudah kami ceritakan lebih lengkap di halaman Susu Segar Shi Jack Ramadhan, Wedangan Solo Paling Hits & Kuliner Galabo Solo 2026. Dari sana Anda bisa memahami bagaimana satu gelas minuman bisa membuka malam yang panjang.
Karena itu, wedangan Solo paling hits 2026 bukan soal dekorasi modern. Ia soal momen. Soal duduk bersama sebelum adzan datang.
Setelah Adzan: Obrolan Lebih Penting dari Makanan
Begitu adzan magrib terdengar, orang Solo biasanya tidak langsung makan berat. Mereka menyeruput minuman dulu. Mereka berbincang. Mereka tersenyum kecil. Wedangan seperti ikut bernapas lega.
Di momen ini, makanan ringan sering muncul. Gorengan, nasi kucing, atau sekadar camilan sederhana. Tidak ada yang berlebihan. Karena yang dicari sebenarnya bukan kenyang. Melainkan kebersamaan.
Anda mungkin bertanya, kenapa wedangan bisa tetap menjadi tempat nongkrong favorit saat Ramadhan? Jawabannya sederhana. Wedangan tidak pernah memaksa. Ia membiarkan tamu duduk selama yang mereka mau. Ia tidak menghitung waktu seperti jarum jam yang galak.
Setelah Tarawih: Malam Baru Saja Dimulai
Menariknya, setelah tarawih justru suasana semakin hidup. Orang-orang kembali keluar rumah. Anak muda datang bergerombol. Bapak-bapak masih dengan sarung terlipat. Ibu-ibu menyusul setelah membereskan dapur.
Di waktu inilah wedangan Solo paling hits 2026 terasa hangat. Lampu-lampu kecil menggantung seperti kunang-kunang yang betah. Gelas-gelas berdenting pelan. Obrolan mengalir tanpa skrip.
Namun biasanya, setelah beberapa waktu, perut mulai benar-benar meminta perhatian. Dan di sinilah makanan berat mulai dipertimbangkan.
Kami yang sudah lama makan di warung Solo tahu betul ritmenya. Di Warung Tengkleng Solo Dlidir, dapur tak sekadar memasak—ia berbisik lewat asap rempah. Asapnya seperti memanggil orang-orang yang sedang duduk santai untuk melangkah lebih dekat.
Tengkleng kuah merangkul tulang hangat (Rp40.000/porsi) sering jadi pilihan saat udara sedikit dingin, apalagi habis hujan. Rica-rica menari lebih berani (Rp45.000/porsi) biasanya dipilih mereka yang ingin sedikit tantangan setelah seharian menahan diri.
Kalau Anda datang bersama teman sekantor atau keluarga besar, kepala kambing + 4 kaki untuk 4–8 orang (Rp150.000) sering diletakkan di tengah meja. Semua tangan bergerak pelan. Tidak ada yang merasa paling dulu. Karena di Solo, makan bersama selalu disertai rasa sungkan yang indah.
Sate buntel dua tusuk mengunci rasa (Rp40.000). Sate kambing muda Solo lembut tiap gigitan (Rp30.000/porsi). Anda juga bisa membaca cerita lengkap tentang Sate kambing solo terkenal untuk memahami bagaimana warga menikmati daging dengan sabar.
Sementara itu, bagi yang ingin sederhana dan cepat, oseng Dlidir + tongseng + nasi + es jeruk paket hemat (Rp20.000) terasa cukup. Bahkan sego gulai malam hari (Rp10.000) sering menjadi teman pulang sebelum kota benar-benar tidur.
Kapan Waktu Terbaik Nongkrong di Wedangan Saat Ramadhan?
Kalau Anda ingin merasakan suasana paling tenang, datanglah sebelum magrib. Duduklah lebih awal. Dengarkan suara sendok beradu pelan. Rasakan udara sore yang mulai ramah.
Namun kalau Anda ingin merasakan suasana paling hidup, datanglah setelah tarawih. Di situlah wedangan Solo paling hits 2026 benar-benar menunjukkan jiwanya. Tawa terdengar lebih lepas. Cerita mengalir lebih panjang.
Kalau habis hujan, suasananya berbeda lagi. Aspal mengkilap. Angin membawa aroma tanah basah. Minuman hangat terasa lebih berarti. Dan obrolan biasanya lebih intim.
Kalau habis acara keluarga, misalnya buka bersama atau pengajian, wedangan menjadi tempat perpanjangan cerita. Orang tidak langsung pulang. Mereka masih ingin duduk sebentar, memperlambat waktu.
Kenyamanan yang Membuat Orang Betah
Orang Solo itu sederhana, tetapi tetap memikirkan kenyamanan. Parkir luas (bus & elf) penting kalau Anda datang rombongan. Mushola membuat hati lebih tenang sebelum atau sesudah makan. Toilet yang bersih memberi rasa aman bagi keluarga.
Karena itu, banyak tempat yang cocok rombongan selalu dipilih saat Ramadhan. Orang jarang datang sendirian. Mereka datang bersama. Mereka ingin berbagi meja, bukan hanya berbagi makanan.
Kalau Anda ingin memastikan waktu yang pas atau menanyakan ketersediaan tempat, Anda bisa menghubungi WhatsApp 0822 6565 2222. Namun lebih dari itu, kami percaya yang membuat orang kembali adalah rasa nyaman yang tidak dibuat-buat.
Wedangan, Galabo, dan Pergerakan Malam Solo
Biasanya setelah dari wedangan, sebagian orang melanjutkan langkah ke arah Galabo. Untuk memahami bagaimana kuliner malam menyatu dengan suasana Ramadhan, Anda bisa membaca Rekomendasi Kuliner Galabo Solo 2026 yang Wajib Dicoba Saat Malam Hari. Di sana, Anda akan melihat bagaimana malam Solo bergerak pelan tetapi pasti.
Kalau Anda penasaran lokasi dan jam buka minuman yang sering jadi pembuka sebelum nongkrong panjang, Anda bisa melihat Lokasi Susu Segar Shi Jack Ramadhan di Solo dan Jam Bukanya. Dan kalau ingin tahu kebiasaan menu yang sering dipesan saat Ramadhan, kami sudah menuliskannya di Menu Favorit di Wedangan Solo Paling Hits Saat Ramadhan.
Semua itu saling terhubung. Wedangan bukan berdiri sendiri. Ia bagian dari perjalanan malam orang Solo.
Akhirnya, Tentang Kebersamaan dan Doa
Wedangan Solo paling hits 2026 bukan sekadar tempat nongkrong favorit saat Ramadhan. Ia adalah ruang di mana orang memperlambat waktu. Ia adalah tempat di mana gelas dan tawa berdampingan.
Kami percaya, ketika Anda datang dengan niat menikmati suasana, Anda akan pulang membawa lebih dari sekadar kenyang. Anda membawa cerita.
Semoga Anda dan keluarga selalu diberi kesehatan yang cukup, hati yang tenang, dan rezeki yang barokah. Semoga setiap langkah Anda di Solo selalu menemukan meja yang ramah dan obrolan yang hangat.
Dan kalau suatu malam Anda duduk di wedangan, menyeruput minuman hangat setelah tarawih, lalu merasa waktu berjalan lebih pelan dari biasanya—itu tandanya Anda sudah mulai memahami Solo.
