Habis Sholat di Masjid Zayed Solo? Ini 7 Tempat Makan Favorit yang Bikin Nagih
Setelah sholat di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, banyak jamaah langsung mencari tempat makan hangat yang nyaman untuk keluarga maupun rombongan. Pilihan kuliner di sekitar Gilingan dan Stasiun Balapan memang terkenal lengkap, mulai dari tengkleng Solo, sate buntel otentik, nasi liwet, sampai sego gule malam yang murah meriah.
Jika Anda sedang bingung menentukan tempat makan enak dekat Masjid Zayed Solo, tujuh rekomendasi dalam artikel ini dipilih berdasarkan pengalaman kuliner nyata, suasana lokal, akses kendaraan, kenyamanan rombongan, dan rasa yang memang dicari warga Solo sendiri.
Beberapa tempat bahkan bisa dijangkau jalan kaki dari area masjid. Sementara lainnya cocok untuk rombongan bus atau keluarga besar yang ingin menikmati makan malam khas Solo tanpa takut salah pilih tempat.
| Tempat Makan | Menu Favorit | Estimasi Jarak dari Masjid Zayed | Kisaran Harga |
|---|---|---|---|
| Warung Tengkleng Solo Dlidir | Tengkleng, sate buntel, sego gule | 5–10 menit berkendara | Rp10.000–Rp50.000 |
| Nasi Liwet Wongso Lemu | Nasi liwet Solo | ±10 menit | Rp20.000-an |
| Tengkleng Klewer Bu Edi | Tengkleng kambing khas Solo | ±15 menit | Rp25.000–Rp50.000 |
| Sate Kambing Mbok Galak | Sate kambing muda | ±12 menit | Rp30.000-an |
| Timlo Sastro | Timlo Solo | ±10 menit | Rp20.000-an |
| Gudeg Ceker Margoyudan | Gudeg ceker malam | ±15 menit | Rp25.000-an |
| Soto Gading | Soto ayam kampung | ±15 menit | Rp20.000-an |
Mengapa Kuliner Dekat Masjid Zayed Solo Selalu Ramai?
Begitu keluar dari area Masjid Zayed Solo saat malam mulai turun, suasana kota langsung berubah terasa lebih hidup. Lampu kendaraan memantul di jalan Ahmad Yani, suara klakson bercampur aroma sate dari arang yang menyala merah, sementara beberapa rombongan keluarga mulai sibuk mencari tempat makan yang nyaman.
Kawasan Gilingan memang punya posisi strategis. Dari sini, akses menuju Stasiun Balapan, Viaduk Gilingan, hingga pusat kuliner Solo terasa dekat. Karena itu, banyak wisatawan religi akhirnya sekalian menjelajahi kuliner malam khas Solo setelah selesai ibadah.
Namun ada satu keresahan yang sering muncul. Banyak orang takut salah pilih tempat makan. Takut terlalu ramai, takut rasa biasa saja, atau takut ternyata hanya viral sesaat. Apalagi kalau datang bersama keluarga besar atau rombongan bus, kenyamanan tempat makan jadi pertimbangan penting.
Di Solo, warga lokal biasanya tidak terlalu mengejar tempat yang sekadar ramai media sosial. Mereka lebih percaya warung yang asap dapurnya konsisten, racikan bumbunya stabil, dan antreannya diisi pelanggan lama yang datang kembali berkali-kali.
Pilihan Tempat Makan Jalan Kaki dari Masjid Zayed Solo
Kalau parkiran masjid sedang padat atau Anda malas memindahkan kendaraan, beberapa pilihan kuliner berikut masih nyaman dijangkau dari sekitar kawasan Gilingan dan Stasiun Balapan.
1. Timlo Sastro
Timlo Sastro selalu terasa cocok dinikmati setelah perjalanan panjang. Kuah beningnya ringan, tetapi rasa kaldunya perlahan menghangatkan tubuh. Isian seperti telur pindang, ayam, dan sosis Solo membuat semangkuk timlo terasa sederhana sekaligus menenangkan.
Saat malam Solo mulai dingin, aroma kuah timlo yang mengepul dari dapur sering membuat orang spontan memperlambat langkah. Banyak keluarga memilih tempat ini karena rasanya aman untuk semua usia, termasuk anak-anak.
2. Nasi Liwet Wongso Lemu
Kalau ingin mencoba rasa yang benar-benar identik dengan Solo, nasi liwet hampir selalu jadi jawaban. Di Wongso Lemu, nasi gurih disajikan bersama sayur labu siam, ayam suwir, telur pindang, dan kuah santan yang lembut.
Tempat ini punya suasana yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Ada aroma santan hangat, suara sendok bertemu piring enamel, dan obrolan pelan antar pengunjung yang membuat suasana terasa akrab.
Banyak wisatawan tidak sadar kalau makanan sesederhana ini justru sering menjadi kenangan paling lama setelah pulang dari Solo.
Pilihan Berkendara Singkat untuk Rombongan & Keluarga
Jika Anda datang bersama keluarga besar atau rombongan wisata, pilihan berikut biasanya lebih nyaman karena memiliki area lebih luas dan akses kendaraan lebih mudah.
3. Warung Tengkleng Solo Dlidir
Di sebuah sudut Solo, ada dapur yang asap rempahnya seperti memanggil orang pulang. Warung Tengkleng Solo Dlidir bukan tipe tempat makan yang berisik mengejar viral. Namun justru itu yang membuat banyak pelanggan lama terus kembali.
Begitu mendekati area warung, aroma tengkleng kuah dan sate kambing langsung terasa dari kejauhan. Suara wajan, denting piring, dan bara arang yang terus menyala membuat suasana malam terasa hidup.
Tengkleng Solo di sini menggunakan kuah yang ringan tetapi kaya rasa. Bumbunya meresap perlahan sampai ke sela tulang kambing. Rica-rica kambingnya punya rasa pedas gurih yang tidak menusuk, cocok dimakan malam hari saat udara Solo mulai dingin.
Salah satu yang menarik adalah sate buntelnya. Sate buntel asli Solo sebenarnya tidak menggunakan bumbu kacang. Penyajian tradisional justru memakai kecap, irisan bawang merah, tomat, dan sedikit merica agar rasa lemak dan daging kambing muda tetap terasa dominan.
Banyak wisatawan luar kota baru sadar perbedaan ini setelah mencicipinya langsung di Solo. Rasanya lebih bersih, lebih smoky, dan tidak menutupi karakter daging.
Selain menu utama, tersedia juga paket tongseng malam lengkap dengan nasi dan es jeruk yang cukup ramah untuk budget rombongan. Ada pula sego gule malam sekitar Rp10.000-an yang sering jadi penyelamat perut lapar tengah malam.
Tempat ini juga cukup nyaman untuk keluarga maupun rombongan bus karena memiliki parkir luas, mushola, toilet, dan area makan yang tidak membuat pengunjung terburu-buru. Banyak jamaah dari Masjid Zayed Solo mampir ke sini karena suasananya terasa santai dan tidak melelahkan.
4. Sate Kambing Mbok Galak
Kalau Anda mencari sate kambing muda Solo yang teksturnya empuk dan tidak bau prengus, tempat ini sering direkomendasikan warga lokal. Dagingnya dipotong cukup besar lalu dibakar perlahan di atas arang yang stabil.
Saat sate mulai matang, aroma lemak kambing yang jatuh ke bara menciptakan wangi khas yang sulit ditolak. Banyak orang awalnya hanya berniat makan sebentar, lalu akhirnya tambah satu porsi lagi.
5. Tengkleng Klewer Bu Edi
Nama Tengkleng Bu Edi sudah lama menjadi bagian dari identitas kuliner Solo. Tempatnya memang sederhana, tetapi antreannya hampir selalu ramai.
Kuah tengklengnya lebih ringan dibanding gule kambing biasa. Namun justru di situlah keunikannya. Kaldu terasa bening, rempahnya tidak berlebihan, dan rasa gurih dari tulang kambing muncul perlahan.
Banyak wisatawan datang dengan ekspektasi tinggi karena namanya terkenal. Untungnya, rasa yang didapat biasanya memang sepadan dengan perjalanan dan antrean.
6. Gudeg Ceker Margoyudan
Saat sebagian kota mulai tidur, antrean Gudeg Ceker Margoyudan justru semakin panjang. Tempat ini sering jadi tujuan makan malam setelah wisata religi atau perjalanan jauh.
Ceker yang empuk dipadukan dengan gudeg manis gurih khas Jawa menciptakan rasa nyaman yang sulit dijelaskan. Banyak orang rela duduk lesehan cukup lama demi menikmati sepiring gudeg hangat tengah malam.
7. Soto Gading Solo
Soto Gading terkenal karena kuahnya ringan dan bersih di lidah. Cocok untuk pengunjung yang ingin makan nyaman tanpa rasa terlalu berat setelah perjalanan panjang.
Suasana tempatnya juga cukup santai untuk keluarga. Sambil menikmati soto ayam kampung hangat, Anda bisa melihat ritme malam Solo yang bergerak perlahan di luar warung.
Kenapa Banyak Orang Akhirnya Memilih Kuliner Kambing di Solo?
Solo punya hubungan panjang dengan olahan kambing. Dari sate buntel, tengkleng, sampai tongseng, semuanya berkembang dari budaya makan masyarakat yang terbiasa mengolah bagian kambing dengan teknik berbeda.
Namun ada alasan psikologis lain yang sering tidak disadari. Setelah ibadah atau perjalanan jauh, tubuh biasanya mencari makanan hangat yang memberi rasa nyaman dan kenyang lebih lama. Karena itu, kuliner berkuah seperti tengkleng atau gule selalu terasa pas saat malam.
Selain itu, suasana makan juga mempengaruhi pengalaman rasa. Bara arang, suara daging dibakar, dan aroma rempah yang menyebar ke jalan kecil Solo membuat pengalaman makan terasa lebih hidup dibanding sekadar makan di ruangan dingin tanpa suasana.
Tips Menghindari Salah Pilih Tempat Makan Dekat Masjid Zayed
Kalau Anda baru pertama kali wisata kuliner di Solo, ada beberapa hal kecil yang biasanya diperhatikan warga lokal sebelum memilih tempat makan malam.
✔ Datang sebelum jam makan puncak jika tidak ingin antre terlalu lama.
✔ Hindari area Viaduk Gilingan saat jam padat karena kendaraan sering melambat.
✔ Jika membawa rombongan besar, pilih tempat dengan parkir luas dan mushola.
✔ Untuk rasa paling otentik, pilih warung yang ramai pelanggan lokal.
✔ Jangan takut mencoba menu sederhana seperti sego gule atau sate buntel tradisional.
Banyak wisatawan fokus mencari tempat viral, padahal warga Solo sendiri sering lebih percaya tempat yang konsisten bertahun-tahun daripada yang ramai sesaat.
Kalau Anda ingin eksplorasi lebih jauh, beberapa rekomendasi dalam kuliner malam Solo murah legendaris juga cocok untuk melanjutkan perjalanan rasa setelah dari Masjid Zayed.
Suasana Malam Solo yang Sulit Digantikan Kota Lain
Ada sesuatu yang membuat Solo terasa berbeda saat malam. Kota ini tidak terlalu gaduh, tetapi juga tidak benar-benar tidur. Lampu warung memantul pelan di jalan, suara motor lewat sesekali terdengar, lalu aroma sate bercampur kuah tengkleng perlahan memenuhi udara.
Banyak orang datang ke Solo karena wisata budaya. Namun tanpa sadar, mereka pulang sambil membawa kenangan tentang makanan hangat dan suasana malam yang menenangkan.
Mungkin itu sebabnya banyak wisatawan selalu ingin kembali. Bukan hanya karena makanannya enak, tetapi karena Solo membuat orang merasa diterima tanpa perlu banyak basa-basi.
Jika Anda sedang bingung menentukan tempat makan setelah sholat di Masjid Zayed Solo, pilihlah tempat yang membuat Anda nyaman duduk lebih lama. Kadang kenangan terbaik bukan berasal dari tempat paling viral, tetapi dari semangkuk kuah hangat yang disantap bersama keluarga sambil menikmati malam kota Solo.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah ada tempat makan yang bisa jalan kaki dari Masjid Zayed Solo?
Ada beberapa pilihan kuliner yang relatif dekat dari kawasan Masjid Zayed Solo, terutama di area Gilingan dan sekitar Stasiun Balapan. Namun sebagian tempat tetap lebih nyaman dijangkau kendaraan jika datang bersama keluarga.
Apa makanan khas Solo yang wajib dicoba setelah dari Masjid Zayed?
Tengkleng Solo, sate buntel, nasi liwet, timlo, dan sego gule menjadi beberapa makanan khas yang paling sering dicari wisatawan setelah berkunjung ke Masjid Zayed Solo.
Di mana tempat makan sate buntel yang otentik di Solo?
Beberapa warung sate kambing tradisional di Solo masih menyajikan sate buntel dengan gaya asli, yaitu menggunakan kecap, bawang merah, tomat, dan merica tanpa bumbu kacang.
Apakah rumah makan dekat Masjid Zayed Solo cocok untuk rombongan bus?
Ya, beberapa tempat makan menyediakan area parkir luas untuk bus dan elf, lengkap dengan mushola dan toilet sehingga nyaman untuk wisata keluarga maupun rombongan jamaah.
Apa beda tengkleng dan gule Solo?
Tengkleng Solo biasanya menggunakan kuah lebih ringan dengan dominasi rasa kaldu tulang kambing, sedangkan gule memiliki kuah santan yang lebih kental dan kaya rempah.
Kapan waktu terbaik wisata kuliner malam di Solo?
Waktu terbaik biasanya setelah Maghrib hingga sekitar pukul 10 malam ketika suasana kota mulai nyaman, udara lebih sejuk, dan sebagian besar kuliner khas Solo mulai ramai.
Apakah ada makanan murah dekat Masjid Zayed Solo?
Ada cukup banyak pilihan makanan ramah kantong seperti sego gule, soto Solo, hingga nasi liwet dengan harga mulai sekitar Rp10.000 sampai Rp20.000-an.
Kenapa kuliner malam Solo terasa berbeda?
Selain rasa makanannya, suasana malam Solo memberi pengalaman yang hangat dan santai. Aroma arang, suara dapur tradisional, dan ritme kota yang tidak terburu-buru membuat pengalaman makan terasa lebih berkesan.
🍲 Warung Tengkleng Solo Dlidir
Rasa asli Solo • Hangat • Kaya rempah
🔥 Menu Favorit
| Tengkleng Solo | Rp 40.000 |
| Tengkleng kwali (15–20 porsi) | Rp 500.000 |
| Rica-rica Tengkleng | Rp 45.000 |
| Kepala Kambing Utuh + 4 kaki | Rp 150.000 |
| Sate buntel | Rp 40.000 |
| Sate kambing muda | Rp 30.000 |
| Paket Oseng malam ( tongseng + Nasi + Es Teh ) | Rp 20.000 |
| Sego gulai Malam | Rp 10.000 |
Di sini, tengkleng bukan sekadar makanan—
ia bercerita lewat asap, rempah, dan rasa yang menempel di ingatan.
✔ Parkir luas (bus & elf)
✔ Mushola & toilet
✔ Nyaman untuk rombongan
📞 0822 6565 2222
🔥 Buka sampai 12 malam • Disarankan reservasi
7 Tempat Makan Dekat Masjid Zayed Solo yang Wajib Dicoba Setelah Sholat
Kalau Anda sedang berada di kawasan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, rasanya sayang sekali kalau langsung pulang setelah sholat. Soalnya, di sekitar sini ada banyak pilihan tempat makan dekat Masjid Zayed Solo yang siap menyambut perut lapar dengan rasa khas Solo yang hangat dan bersahabat.
Kami sering menemani tamu dari luar kota yang datang ke masjid ini. Biasanya, setelah selesai ibadah, pertanyaan pertama yang muncul selalu sama: “Habib, enaknya makan di mana ya dekat sini?” Nah, dari situ biasanya kami langsung mengajak mereka menjelajah kuliner solo dekat masjid zayed yang rasanya tidak pernah gagal membuat orang jatuh hati.
Gambaran Singkat Kuliner Solo yang Selalu Dirindukan
Solo itu bukan sekadar kota budaya, tapi juga kota rasa. Di sini, makanan tidak hanya soal kenyang, tetapi juga tentang kenangan. Dari tengkleng, nasi liwet, sampai sate buntel, semuanya punya cerita.
Selain itu, yang membuat kuliner Solo istimewa adalah rasanya yang cenderung manis, hangat, dan ramah di lidah siapa pun. Tidak heran, banyak wisatawan yang akhirnya kembali lagi hanya untuk mencicipi rasa yang sama.
Apalagi di sekitar Masjid Zayed Solo, pilihan kulinernya semakin berkembang. Mulai dari yang legendaris sampai yang modern, semuanya bisa Anda temukan dalam jarak yang relatif dekat.
7 Tempat Makan Dekat Masjid Zayed Solo yang Wajib Dicoba
Berikut ini adalah rekomendasi tempat makan yang sering kami datangi atau kami sarankan ke tamu. Lokasinya tidak jauh dari Masjid Zayed, jadi cocok untuk Anda yang ingin langsung kulineran setelah sholat.
1. Warung Tengkleng Solo Dlidir
Di sebuah sudut Solo, ada dapur yang aromanya seperti memanggil orang pulang. Asapnya tidak hanya membawa bau rempah, tapi juga rasa rindu.
Di Warung Tengkleng Solo Dlidir, dapur tak sekadar memasak—ia berbisik lewat asap rempah. Tengkleng kuahnya merangkul tulang dengan hangat, seolah mengajak Anda duduk lebih lama. Rica-ricanya terasa berani, sementara sate buntel mengunci rasa di setiap gigitan.
Kalau datang bersama keluarga atau rombongan, Anda bisa mencoba kepala kambing lengkap yang cukup untuk 4–8 orang. Selain itu, ada juga paket hemat seperti oseng Dlidir, tongseng, nasi, dan es jeruk yang ramah di kantong.
Suasananya santai, parkir luas (bahkan untuk bus dan elf), tersedia mushola dan toilet, sehingga nyaman untuk berhenti sejenak setelah perjalanan atau setelah beribadah di Masjid Zayed.
Tempat ini sering jadi tujuan utama kami saat membahas kuliner solo dekat masjid zayed karena rasanya benar-benar mewakili karakter kuliner Solo yang hangat dan nendang.
2. Sate Kambing Mbok Galak
Kalau Anda ingin merasakan sate kambing legendaris Solo, tempat ini wajib masuk daftar. Dagingnya empuk, tidak bau prengus, dan bumbunya meresap sampai ke dalam.
Biasanya, setelah sholat, duduk santai sambil menikmati sate hangat di sini terasa seperti jeda yang sempurna di tengah perjalanan.
3. Nasi Liwet Wongso Lemu
Nasi liwet adalah jantungnya kuliner Solo. Di Wongso Lemu, Anda akan mendapatkan nasi gurih dengan santan, ayam suwir, telur, dan siraman areh kental yang khas.
Tempat ini cocok untuk Anda yang ingin makan dengan rasa autentik Solo tanpa harus terlalu berat.
4. Tengkleng Klewer Bu Edi
Nama Bu Edi sudah tidak asing bagi pecinta tengkleng. Rasanya kuat, gurih, dan penuh karakter. Meskipun tempatnya sederhana, justru di situlah daya tariknya.
Banyak orang rela antre hanya untuk menikmati seporsi tengkleng panas yang penuh rasa.
5. Gudeg Ceker Margoyudan (Bu Kasno)
Kalau Anda ingin kuliner malam, tempat ini salah satu yang paling dicari. Ceker empuk dengan kuah gudeg khas Solo memberikan sensasi makan yang berbeda.
Untuk referensi lebih lengkap, Anda juga bisa melihat rekomendasi Kuliner Malam Solo Murah yang sudah kami rangkum.
6. Soto Triwindu
Soto ini punya rasa ringan tapi tetap kaya. Kuahnya bening, segar, dan cocok untuk Anda yang ingin makan tanpa terlalu berat.
Lokasinya juga masih terjangkau dari Masjid Zayed, sehingga sering jadi pilihan setelah ibadah.
7. Bakso Alex Mangkunegaran
Bagi pecinta bakso, tempat ini tidak boleh dilewatkan. Tekstur baksonya kenyal, kuahnya gurih, dan porsinya cukup mengenyangkan.
Kami juga sering merekomendasikan tempat ini dalam pembahasan kuliner khas Solo dekat Masjid Zayed karena cocok untuk semua kalangan.
Pengalaman Menikmati Kuliner Setelah Sholat di Masjid Zayed
Ada satu momen yang selalu terasa spesial di Solo. Setelah adzan berkumandang, lalu Anda sholat di Masjid Zayed yang megah, hati terasa lebih tenang.
Kemudian, perjalanan berlanjut. Langit mulai berubah warna, jalanan perlahan ramai, dan aroma masakan mulai keluar dari dapur-dapur kecil di pinggir jalan.
Kami biasanya berjalan santai, tidak terburu-buru. Karena di Solo, menikmati makanan itu bukan hanya soal rasa, tapi juga soal suasana.
Kalau Anda ingin eksplorasi lebih lengkap, kami sudah merangkum banyak pilihan kuliner solo dekat masjid zayed yang bisa Anda coba sesuai selera.
Tips Memilih Tempat Makan Dekat Masjid Zayed Solo
Agar pengalaman kuliner Anda semakin maksimal, berikut beberapa tips sederhana dari kami:
Pilih sesuai waktu: Ada tempat yang lebih cocok pagi, ada juga yang justru terkenal saat malam.
Perhatikan jarak: Kalau Anda baru selesai sholat, sebaiknya pilih yang dekat agar tidak capek.
Coba menu khas: Jangan lewatkan makanan khas Solo seperti tengkleng, sate buntel, dan nasi liwet.
Datang lebih awal: Tempat populer biasanya cepat ramai.
Ikuti rekomendasi warga lokal: Biasanya tempat sederhana justru punya rasa paling autentik.
Penutup
Menjelajahi tempat makan dekat Masjid Zayed Solo bukan sekadar mencari makanan, tetapi juga menemukan cerita di setiap sudut kota.
Kami selalu percaya, setiap orang yang datang ke Solo pasti akan membawa pulang kenangan. Entah itu dari hangatnya tengkleng, lembutnya sate, atau suasana kota yang membuat hati tenang.
Semoga perjalanan kuliner Anda di Solo selalu menyenangkan, tubuh tetap sehat, langkah dimudahkan, dan rezeki Anda dilancarkan serta penuh keberkahan. Aamiin.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Kuliner dekat Masjid Zayed Solo apa saja yang paling terkenal?
Yang paling terkenal antara lain tengkleng, sate kambing, nasi liwet, dan gudeg ceker. Banyak wisatawan memilih tempat legendaris seperti Tengkleng Dlidir atau Bu Edi.
Apakah ada tempat makan malam dekat Masjid Zayed Solo?
Ada. Beberapa tempat seperti Gudeg Ceker Margoyudan buka malam hari dan menjadi favorit pecinta kuliner malam.
Berapa harga kuliner di sekitar Masjid Zayed Solo?
Harga relatif terjangkau, mulai dari Rp10.000 hingga Rp50.000 per porsi tergantung jenis makanan dan tempatnya.
Apakah tempat makan dekat Masjid Zayed cocok untuk rombongan?
Ya, beberapa tempat seperti Warung Tengkleng Dlidir menyediakan area luas, parkir besar, dan fasilitas lengkap untuk rombongan.
Kapan waktu terbaik mencari kuliner di sekitar Masjid Zayed Solo?
Waktu terbaik adalah setelah sholat maghrib atau isya, karena banyak tempat mulai buka dan suasana kuliner semakin hidup.
Kuliner khas Solo apa yang wajib dicoba di area ini?
Anda wajib mencoba tengkleng, sate buntel, nasi liwet, dan soto Solo yang memiliki cita rasa khas dan autentik.
Warung tengkleng bu jito dlidir Pusat :
Instagram kami :
View this post on Instagram
🍲 Warung Tengkleng Solo Dlidir
Rasa asli Solo • Hangat • Kaya rempah
🔥 Menu Favorit
| Tengkleng Solo | Rp 40.000 |
| Tengkleng kwali (15–20 porsi) | Rp 500.000 |
| Rica-rica Tengkleng | Rp 45.000 |
| Kepala Kambing Utuh + 4 kaki | Rp 150.000 |
| Sate buntel | Rp 40.000 |
| Sate kambing muda | Rp 30.000 |
| Paket Oseng malam ( tongseng + Nasi + Es Teh ) | Rp 20.000 |
| Sego gulai Malam | Rp 10.000 |
Di sini, tengkleng bukan sekadar makanan—
ia bercerita lewat asap, rempah, dan rasa yang menempel di ingatan.
✔ Parkir luas (bus & elf)
✔ Mushola & toilet
✔ Nyaman untuk rombongan
📞 0822 6565 2222
🔥 Buka sampai 12 malam • Disarankan reservasi
