Kuliner Khas Solo Dekat Masjid Zayed: Tengkleng, Sate, dan Nasi Liwet Paling Dicari
Kalau Anda sedang berada di sekitar Masjid Zayed Solo, satu hal yang pasti: jangan buru-buru pulang. Kawasan ini bukan hanya megah secara arsitektur, tetapi juga dikelilingi oleh surga rasa khas kota Solo. Dari tengkleng yang hangat, sate kambing yang empuk, sampai nasi liwet yang gurih—semuanya bisa Anda temukan tidak jauh dari sini.
Bahkan, banyak wisatawan yang sengaja mencari referensi kuliner Solo dekat Masjid Zayed sebelum datang, supaya tidak salah pilih tempat makan. Dan tenang saja, kali ini kami akan menemani Anda menjelajah rasa, seperti warga lokal yang sudah hafal sudut-sudut enak di kota ini.
Gambaran Kuliner Solo yang Selalu Dirindukan
Solo bukan kota yang ramai seperti Jakarta atau Surabaya. Namun justru di situlah daya tariknya. Kota ini tenang, hangat, dan punya karakter rasa yang khas. Kuliner Solo identik dengan rasa gurih, sedikit manis, dan kaya rempah.
Selain itu, banyak makanan di Solo yang dimasak dengan cara tradisional. Api kecil, waktu lama, dan kesabaran tinggi. Hasilnya? Rasa yang dalam dan sulit dilupakan.
Di sekitar Masjid Zayed, Anda akan menemukan berbagai pilihan makanan—mulai dari yang legendaris sampai yang mulai viral. Semua bisa Anda jelajahi dalam satu perjalanan kuliner yang menyenangkan.
Rekomendasi Kuliner Khas Solo Dekat Masjid Zayed
Kalau Anda bingung harus mulai dari mana, berikut ini beberapa tempat makan yang sering kami rekomendasikan. Lokasinya dekat, rasanya autentik, dan sudah terbukti bikin orang kembali lagi.
1. Tengkleng Solo Dlidir – Hangatnya Rasa yang Memanggil Pulang
Di sebuah sudut Solo, ada dapur yang aromanya seperti memanggil orang pulang. Asapnya naik pelan, membawa wangi rempah yang khas. Di sinilah banyak orang pertama kali jatuh cinta pada tengkleng.
Di Warung Tengkleng Solo Dlidir, dapur tak sekadar memasak—ia berbisik lewat asap rempah. Tengkleng kuahnya merangkul tulang hangat, gurihnya pelan tapi dalam. Rica-rica-nya menari lebih berani, cocok untuk Anda yang suka sensasi pedas.
Menu yang sering jadi favorit antara lain:
• Tengkleng kuah (Rp40.000)
• Rica-rica kambing (Rp45.000)
• Kepala kambing + 4 kaki untuk 4–8 orang (Rp150.000)
• Sate buntel (Rp40.000)
• Sate kambing muda (Rp30.000)
• Paket hemat oseng Dlidir + nasi + es jeruk (Rp20.000)
• Sego gulai malam (Rp10.000)
Tempatnya juga nyaman. Parkir luas (bahkan untuk bus), ada mushola, toilet, dan cocok untuk rombongan. Jadi kalau Anda datang bersama keluarga atau teman, tidak perlu khawatir.
2. Nasi Liwet Wongso Lemu – Rasa Tradisi yang Tetap Bertahan
Kalau Anda ingin mencicipi nasi liwet yang benar-benar khas Solo, tempat ini wajib masuk daftar. Nasi liwet disajikan dengan sayur labu, ayam suwir, telur pindang, dan areh santan yang gurih.
Disajikan di atas daun pisang, aromanya langsung terasa sejak pertama datang. Rasanya sederhana, tapi justru di situlah keistimewaannya.
Biasanya ramai saat malam hari. Namun justru di situlah suasana Solo terasa hidup.
3. Sate Kambing Pak Manto – Legendaris dan Selalu Ramai
Kalau bicara sate kambing Solo, nama ini hampir selalu disebut. Dagingnya empuk, tidak bau, dan bumbunya meresap sempurna.
Sate buntelnya juga jadi primadona. Dibungkus lemak tipis lalu dibakar, menghasilkan rasa yang juicy dan khas.
Tempat ini cocok untuk Anda yang ingin merasakan kuliner Solo yang sudah teruji waktu.
4. Timlo Sastro – Hangat dan Ringan di Perut
Timlo adalah salah satu kuliner khas Solo yang sering direkomendasikan untuk sarapan atau makan siang. Kuahnya bening, tapi kaya rasa.
Isinya terdiri dari telur pindang, ayam, dan sosis Solo. Rasanya ringan, tapi tetap memuaskan.
Lokasinya juga tidak terlalu jauh dari Masjid Zayed, jadi mudah dijangkau.
5. Selat Solo Mbak Lies – Unik dan Berbeda
Selat Solo adalah perpaduan budaya Jawa dan Eropa. Isinya seperti steak, tapi dengan kuah manis khas Solo.
Di Mbak Lies, penyajiannya unik dan penuh warna. Tempatnya juga penuh dekorasi klasik yang menarik untuk foto.
Cocok untuk Anda yang ingin mencoba sesuatu yang berbeda dari kuliner Solo lainnya.
Pengalaman Kulineran di Sekitar Masjid Zayed
Salah satu momen terbaik adalah setelah sholat maghrib di Masjid Zayed. Lampu mulai menyala, udara jadi lebih sejuk, dan suasana terasa tenang.
Kami biasanya berjalan keluar, lalu memilih salah satu warung makan. Aroma dari dapur-dapur kecil mulai terasa, membuat perut ikut “berbicara”.
Saat tengkleng datang, kuahnya masih mengepul. Suapan pertama selalu jadi momen yang sulit dilupakan. Hangat, gurih, dan penuh rasa.
Kalau Anda ingin pengalaman serupa di malam hari, Anda juga bisa melihat rekomendasi di Kuliner Malam Solo Murah yang banyak jadi favorit wisatawan.
Tips Memilih Tempat Makan Dekat Masjid Zayed
Datang di waktu yang tepat
Sore dan malam hari adalah waktu terbaik karena banyak kuliner mulai buka.
Pilih sesuai selera
Kalau suka berkuah, pilih tengkleng atau timlo. Kalau ingin lebih mengenyangkan, sate dan nasi liwet bisa jadi pilihan.
Gunakan referensi yang tepat
Anda bisa melihat daftar lengkap tempat makan dekat Masjid Zayed Solo untuk pilihan yang lebih banyak.
Jangan ragu eksplor
Kadang justru tempat sederhana punya rasa paling berkesan.
Untuk panduan lebih lengkap, Anda juga bisa kembali ke artikel utama rekomendasi kuliner Solo dekat Masjid Zayed agar perjalanan kuliner Anda makin terarah.
Penutup: Rasa yang Selalu Membawa Pulang
Kuliner khas Solo dekat Masjid Zayed bukan hanya soal makanan. Ini tentang pengalaman, tentang suasana, dan tentang rasa yang pelan-pelan tinggal di ingatan.
Dari tengkleng yang hangat, sate yang harum, hingga nasi liwet yang sederhana—semuanya seperti cara Solo menyambut Anda dengan tulus.
Kami berharap setiap langkah Anda di kota ini dipenuhi rasa bahagia, tubuh yang sehat, dan rezeki yang barokah. Semoga setiap suapan yang Anda nikmati membawa keberkahan dan membuat Anda ingin kembali lagi ke Solo.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Kuliner khas Solo dekat Masjid Zayed apa saja?
Beberapa yang paling populer adalah tengkleng, sate kambing, nasi liwet, timlo, dan selat Solo.
Kuliner malam Solo dekat Masjid Zayed buka sampai jam berapa?
Banyak kuliner malam buka hingga pukul 22.00–24.00, tergantung tempatnya.
Dimana kuliner Solo murah dekat Masjid Zayed?
Banyak warung makan lokal menawarkan harga mulai Rp10.000–Rp30.000 per porsi.
Apakah ada tempat makan keluarga dekat Masjid Zayed Solo?
Ada, beberapa tempat seperti warung tengkleng besar menyediakan area luas untuk rombongan.
Kuliner Solo yang terkenal apa saja?
Yang paling terkenal antara lain tengkleng, sate buntel, nasi liwet, timlo, dan selat Solo.
Kapan waktu terbaik kulineran di Solo?
Sore hingga malam hari adalah waktu terbaik karena pilihan makanan lebih banyak dan suasana lebih hidup.
Warung tengkleng bu jito dlidir Pusat :
Instagram kami :
View this post on Instagram
