Solo wisata kuliner nomor satu di Indonesia

Solo wisata kuliner nomor satu di Indonesia. Memang terdengar lebay atau berlebihan bila selintas dibenak Anda. Tapi begitulah adanya, berbagai olahan kuliner unik dan harga merakyat bisa di jumpai di kota solo.

Solo wisata kuliner nomor satu di Indonesia

Solo wisata kuliner yang sudah menjadi legenda. Pecel ndeso, tengkleng, nasi liwet, srabi, sate buntel, bakmi toprak adalah sekian nama masakan kuliner yang tidak asing ditelinga warga surakarta. Terbentuk oleh kreasi dapur masyarakat yang sudah bertahun – tahun lamanya hingga menjadi ikon kuliner.

Berikut yang bisa kami refrensikan mengenai alamat dan sedikit ulasan tentang kuliner tersebut. Sebagai sedikit wawasan atau pengenalan tenang wajah tradisi masakan solo. Untuk mengenal lebih dekat bisa dengan berkunjung untuk sekedar mencicipinya.

Wisata kuliner solo lainnya Pecel Ndeso di daerah stadion manahan pasopati. Berjajar 3 hingga 4 ibu – ibu menjual pecel ndeso di stadion manahan. Tepatnya di bagian pintu belakang atau dekat kolam renang tirtomoyo. Harga satu porsi sangatlah terjangkau, dulu Rp 3.000 perporsinya, sekarang saya kurang tahu. Intinya terjangkau dan suasana plus rasanya cukup merakyat.

Penduduk kota Solo biasa memakan nasi liwet setiap waktu. Mulai dari untuk sarapan sampai sajian penutup makan malam. Nasi liwet biasa dijajakan keliling dengan bakul bambu oleh ibu-ibu yang menggendongnya tiap pagi atau dijual di warung lesehan atau tanpa kursi.

Tempat paling terkenal untuk penjualan nasi liwet yang lesehan adalah di daerah Keprabon dan purwosari yang hanya berjualan pada malam hari. Ada pula yang jualan berjajar di stadiun manahan bagian pintu belakang.

Sentra pedagang nasi liwet banyak dijumpai di Desa Duwet dan Menuran Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo. Dominasi penjual nasi liwet adalah keluarga yang turun – temurun.

Solo wisata kuliner zaman penjajahan belanda

Solo wisata kuliner zaman penjajahan belanda sampai sekarang. Tengkleng solo jawabanya, sebuah masakan yang kaya akan makna. Mungkin para leluhur lebih memahami tentang makna yang terkandung dalam masakan tersebut.

Tengkleng Solo ini dulunya adalah “Soup for the Poor”. Pada jaman dulu, hanya toean dan noni Belanda yang bisa makan gulai daging dengan kuah kental. Sementara kaum kuli dan rakyat jelata hanya bisa melihat mereka makan. Sisa-sisa bagian kambing selain daging, yaitu tulang-belulang kepala dan kaki kambing, dibuang oleh para orang kaya. Dan para kuli mengambil sisa-sisa tulang tersebut lalu merebusnya dengan kuah encer yang minimalis.

Walaupun minimalis, bisa menghasilkan citarasa dan aroma yang maksimal. Sebuah pencapaian intelektual tentang rasa warga surakarta. Menggambarkan kondisi, bahan dan kepandaian yang tertuang dalam masakan.

Untuk itu, Bagi Kami memasak tengkleng kambing tidak sekedar menggarap bahan tulang-belulang, memberi bumbu lalu menghidangkan hasilnya, namun sebuah rangkaian komperehensif segala fikiran, tenaga dan sejarah panjang yang tersinergikan dalam menghasilkan masakan tengkleng khas solo.

Menggali kekayaan intelektual akan masakan nusantara khas, dengan cara yang unik. Bagi anda para pejabat negara, kurang lengkap bila belum mencicipi tengkleng kambing dlidir. Dengan merasakan tengkleng solo diharapkan bisa mengerti rasa perjuangan para pejuang kemerdekaan bangsa indonesia dalam memperoleh kemerdekaan. Sebuah masakan yang penuh dengan gagasan ide mempersatukan nusantara.

Barokallohufiik…

Tentang situs kami lainnya bisa lihat di layanan aqiqah anak, tengkleng solo, perlengkapan umroh dan kain batik solo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.