
7 Warung Makan Murah Dekat Stasiun Balapan Solo yang Cocok untuk Penumpang Kereta
Begitu Anda turun dari kereta di Stasiun Balapan Solo, ada satu hal yang hampir selalu terjadi: perut tiba-tiba terasa lebih lapar dari biasanya. Mungkin karena perjalanan panjang, mungkin juga karena aroma masakan dari warung-warung sekitar stasiun yang seperti sengaja menyapa setiap penumpang yang lewat.
Kami sering melihat pemandangan yang sama hampir setiap hari. Penumpang kereta keluar dari pintu stasiun, menarik napas sejenak, lalu mulai melirik kanan kiri mencari tempat makan. Ada yang baru datang dari Jakarta, ada yang habis perjalanan dari Surabaya, dan tidak sedikit juga wisatawan yang ingin langsung mencicipi kuliner khas Solo.
Karena itulah kawasan sekitar stasiun menjadi salah satu tempat terbaik untuk mencari warung makan murah dekat Stasiun Balapan Solo. Banyak warung sederhana yang sudah melayani penumpang kereta sejak bertahun-tahun lalu.
Jika Anda ingin melihat panduan lengkapnya, kami juga pernah menulis artikel utama tentang kuliner dekat Stasiun Balapan Solo yang membahas berbagai tempat makan menarik di sekitar kawasan ini.
Sekarang mari kita berjalan pelan seperti warga lokal Solo yang sedang menemani tamu dari luar kota. Kami akan bercerita tentang beberapa warung makan murah yang sering menjadi tempat singgah penumpang kereta.
Mengapa Banyak Penumpang Kereta Mencari Warung Makan Dekat Stasiun Balapan
Stasiun Balapan bukan sekadar tempat naik turun kereta. Di mata warga Solo, stasiun ini seperti pintu gerbang kuliner yang selalu ramai oleh aroma masakan.
Begitu keluar dari stasiun, Anda akan melihat banyak warung sederhana. Asap dari dapur mengepul pelan, seperti mengundang siapa saja untuk berhenti sebentar dan menikmati makanan hangat.
Selain itu, banyak penumpang kereta memilih makan di sekitar stasiun karena jaraknya sangat dekat. Anda cukup berjalan beberapa menit saja sudah bisa menemukan berbagai makanan khas Solo.
Harga makanan di sini juga relatif ramah di kantong. Banyak warung yang memang melayani pekerja stasiun, sopir, hingga wisatawan. Karena itulah menu yang disajikan tetap enak tetapi tetap terjangkau.
Yang paling penting, rasa masakan di sini sering kali masih sangat autentik. Banyak warung yang memasak dengan resep lama yang diwariskan turun-temurun oleh keluarga mereka.
1. Warung Tengkleng Solo Dlidir
Jika Anda ingin langsung merasakan kuliner khas Solo setelah turun dari kereta, tengkleng adalah pilihan yang sangat sulit ditolak.
Tengkleng merupakan hidangan kambing khas Solo yang dimasak dengan kuah rempah yang kaya rasa. Konon makanan ini lahir dari kreativitas warga Solo pada masa kolonial, ketika bagian tulang kambing dimasak kembali dengan bumbu agar tetap bisa dinikmati.
Namun sekarang, tengkleng justru menjadi salah satu kuliner paling terkenal dari Solo.
Di Warung Tengkleng Solo Dlidir, dapur tak sekadar memasak—ia berbisik lewat asap rempah. Aroma kaldu kambing yang perlahan mengepul sering membuat orang yang lewat langsung menoleh.
Menu yang sering dicari pengunjung antara lain:
- Tengkleng kuah merangkul tulang hangat (Rp40.000/porsi)
- Rica-rica menari lebih berani (Rp45.000/porsi)
- Kepala kambing + 4 kaki untuk 4–8 orang (Rp150.000)
- Sate buntel dua tusuk mengunci rasa (Rp40.000)
- Sate kambing muda Solo lembut tiap gigitan (Rp30.000/porsi)
Banyak rombongan wisatawan maupun penumpang kereta mampir ke sini karena tempatnya nyaman. Area parkir luas bahkan bisa untuk bus dan elf. Selain itu tersedia mushola, toilet, serta ruang makan yang cocok untuk rombongan.
Jika Anda ingin bertanya menu atau memesan untuk rombongan, Anda bisa menghubungi WhatsApp di 0822 6565 2222.
Jika Anda penasaran dengan pilihan tengkleng lain di sekitar stasiun, kami juga menuliskannya di artikel tengkleng dekat Stasiun Balapan Solo.
Bagi yang gemar berburu makanan malam, Anda juga bisa membaca panduan kami tentang kuliner solo malam murah.
2. Warung Nasi Liwet Pagi Hari
Banyak kereta jarak jauh tiba di Solo pada pagi hari. Saat itulah nasi liwet menjadi salah satu sarapan favorit para penumpang.
Nasi liwet adalah hidangan nasi gurih yang dimasak dengan santan, lalu disajikan bersama ayam suwir, telur pindang, dan sayur labu.
Ketika Anda duduk di warung nasi liwet dekat Stasiun Balapan, suasananya terasa sangat khas Solo. Panci besar mengepul pelan di dapur, sendok sayur berbunyi lembut, dan aroma santan hangat memenuhi udara pagi.
Warga Solo sendiri sering menikmati nasi liwet sebagai sarapan santai sebelum memulai aktivitas.
Tidak heran jika banyak penumpang kereta ikut menikmati kebiasaan sederhana ini.
Jika Anda datang pagi hari dan ingin mencari pilihan sarapan lain di sekitar stasiun, kami juga membahasnya dalam artikel tempat sarapan dekat Stasiun Balapan Solo.
3. Warung Soto Ayam Kampung
Soto ayam adalah menu yang hampir selalu ada di sekitar stasiun. Namun soto Solo memiliki karakter yang berbeda dibandingkan soto dari daerah lain.
Kuahnya cenderung bening tetapi kaya rempah. Isiannya sederhana: ayam kampung, bihun, kol, dan taburan bawang goreng.
Namun justru kesederhanaan itulah yang membuat soto Solo terasa menenangkan.
Banyak penumpang kereta memilih soto karena rasanya ringan tetapi tetap menghangatkan tubuh setelah perjalanan panjang.
4. Warung Sate Kambing Solo
Selain tengkleng, Solo juga terkenal dengan sate kambingnya.
Potongan daging sate kambing Solo biasanya cukup besar namun tetap empuk. Rahasianya ada pada pemilihan kambing muda dan teknik pemanggangan yang tepat.
Saat sate mulai dipanggang di atas arang, aroma asapnya sering membuat orang yang lewat langsung menoleh.
Banyak penumpang kereta yang memilih sate kambing karena rasanya kuat namun tetap lembut di lidah.
5. Warung Tongseng Hangat
Jika tengkleng memiliki kuah ringan, tongseng biasanya terasa lebih kaya rasa.
Kuahnya lebih kental karena menggunakan santan. Daging kambing dimasak bersama kol, tomat, serta kecap manis sehingga menghasilkan rasa gurih manis yang khas.
Banyak warga Solo menikmati tongseng pada malam hari ketika udara mulai sejuk.
Bagi penumpang kereta malam, seporsi tongseng hangat sering terasa seperti pelukan hangat setelah perjalanan panjang.
Jika Anda sedang mencari tempat makan malam di sekitar stasiun, Anda bisa membaca panduan lengkap kami tentang kuliner malam dekat Stasiun Balapan Solo.
6. Warung Oseng dan Paket Hemat
Tidak semua penumpang kereta ingin makan berat. Kadang orang hanya ingin makanan sederhana yang cepat dan murah.
Karena itu beberapa warung menyediakan paket hemat yang cukup populer di kalangan pekerja stasiun.
Di Warung Tengkleng Solo Dlidir, misalnya, ada paket Oseng Dlidir + tongseng + nasi + es jeruk yang bisa dinikmati mulai Rp20.000 saja.
Menu sederhana seperti ini sering menjadi pilihan praktis bagi penumpang yang ingin makan cepat sebelum melanjutkan perjalanan.
7. Warung Sego Gulai Malam Hari
Ketika malam mulai larut dan lampu stasiun menyala terang, beberapa warung sederhana masih tetap buka melayani pembeli.
Salah satu menu yang sering dicari adalah sego gulai.
Hidangan ini sangat sederhana: nasi hangat dengan kuah gulai yang gurih dan sedikit pedas.
Namun justru kesederhanaan itu yang membuatnya terasa nyaman.
Di beberapa warung sekitar stasiun, sego gulai malam hari bahkan bisa Anda nikmati mulai Rp10.000 saja.
Bagi penumpang kereta malam, makanan seperti ini sering terasa seperti teman perjalanan yang setia.
Penutup
Kuliner di sekitar Stasiun Balapan Solo bukan sekadar makanan. Ia adalah bagian dari cerita perjalanan.
Setiap warung memiliki kisahnya sendiri. Setiap aroma masakan membawa kenangan yang sulit dilupakan.
Jika Anda sedang singgah di Solo, sempatkanlah mampir ke beberapa warung makan di sekitar stasiun. Rasakan sendiri bagaimana kuliner sederhana bisa menghadirkan kehangatan khas kota ini.
Kami juga mendoakan semoga setiap perjalanan Anda selalu lancar, usaha Anda semakin maju, dan setiap rezeki yang Anda dapatkan selalu membawa kesehatan serta barokah bagi Anda dan keluarga.
Selamat menikmati kuliner Solo, semoga perut kenyang, hati senang, dan perjalanan Anda selalu dipenuhi kebaikan.
Warung tengkleng bu jito dlidir Pusat :
Instagram kami :
View this post on Instagram