Tengkleng Malam Dekat Masjid Sheikh Zayed Sampai Subuh: Kenapa Orang Solo Menunggunya di Akhir Sahur
Di Solo ada kebiasaan kecil yang sering tidak disadari orang luar. Kami jarang menutup sahur dengan makanan ringan. Justru sebaliknya — makanan paling hangat sering datang paling akhir. Karena bagi kami, akhir sahur itu bukan penutup perut, tapi penutup malam.
Kalau Anda keluar dari Masjid Sheikh Zayed sekitar jam tiga kurang, Anda akan melihat langkah orang tidak terburu. Mereka berjalan seperti sudah tahu arah, walau tidak selalu menyebut nama tempat. Biasanya arah itu menuju tengkleng malam.
Untuk memahami alurnya, orang biasanya membaca dulu gambaran makan malam di
kuliner sahur dekat Masjid Sheikh Zayed
atau menyesuaikan waktunya lewat
jam buka warung sahur Masjid Sheikh Zayed.
Karena tengkleng bukan makanan pembuka — ia datang ketika malam hampir selesai.
Kenapa Tengkleng Dipilih Paling Akhir
Di awal sahur, tubuh masih setengah bangun. Perut belum siap menerima panas yang dalam. Maka orang Solo biasanya makan ringan dulu. Baru ketika udara mulai berubah warna, kuah tengkleng terasa pas.
Tengkleng itu bukan cuma rasa. Ia seperti selimut terakhir sebelum subuh. Hangatnya tidak mengejutkan, tapi memeluk pelan.
Karena itu banyak yang baru mencarinya setelah selesai berjalan sebentar, seperti orang yang mencari
tempat sahur jalan kaki dari Masjid Sheikh Zayed.
Tubuh diberi waktu dulu sebelum menerima kuah.
Suasana Jam Tiga Lewat
Pada jam ini Solo paling tenang. Kendaraan lewat jarang, suara orang jelas terdengar. Warung tidak seramai sebelumnya, tapi justru terasa hidup.
Biasanya orang duduk tanpa banyak bicara di awal. Kuah datang dulu, dipegang sebentar, lalu diseruput pelan. Tidak ada yang buru-buru.
Karena tengkleng bukan untuk kenyang cepat. Ia untuk membuat tubuh siap puasa panjang.
Perbedaan Tengkleng Awal Malam dan Menjelang Subuh
Makan tengkleng jam sebelas malam terasa berbeda dengan jam tiga lewat. Bukan rasanya yang berubah, tapi tubuh yang berubah.
Di awal malam, ia terasa berat. Namun di akhir malam, ia terasa menenangkan.
Karena setelah perut beradaptasi dari minum dan makan ringan, barulah hangatnya kuah diterima penuh. Inilah kenapa banyak orang Solo tidak langsung makan tengkleng setelah tarawih.
Momen Setelah Suapan Pertama
Suapan pertama biasanya membuat obrolan berhenti sebentar. Bukan karena tidak enak, tapi karena tubuh fokus menerima hangatnya.
Lalu pembicaraan kembali pelan. Biasanya membahas rencana pagi, perjalanan pulang, atau sekadar candaan ringan.
Biasanya orang yang datang paling akhir bukan mencari suasana ramai, tapi mencari waktu makan terakhir sebelum imsak, seperti dibahas pada
warung sahur sekitar Masjid Sheikh Zayed yang tidak terlalu ramai,
karena tengkleng lebih terasa ketika malam benar-benar tenang.
Kenapa Cocok Sebelum Subuh
Kuah hangat membantu tubuh menutup malam. Setelah minum terakhir, biasanya tidak ada tambahan lagi. Tengkleng menjadi akhir, bukan tengah.
Karena kalau makan berat terlalu awal, perut cepat kosong. Tapi kalau di akhir, tenaga terasa lebih panjang.
Itulah sebabnya tengkleng sering dipilih setelah semua obrolan selesai.
Suasana Warung Menjelang Adzan
Menjelang adzan, suasana berubah. Sendok lebih pelan, suara kursi lebih hati-hati. Orang mulai bersiap, tapi tidak tergesa.
Warung yang nyaman biasanya menyediakan ruang lega: parkir luas, bus maupun elf bisa masuk, ada mushola dan toilet. Rombongan tidak perlu terburu pindah tempat.
Warung tengkleng bu jito dlidir memiliki suasana seperti itu — orang datang bukan hanya makan, tapi menunggu waktu bersama.
Penutup
Tengkleng malam dekat Masjid Sheikh Zayed bukan sekadar makanan berat. Ia seperti kalimat terakhir sebelum paragraf baru dimulai.
Kami doakan semoga sahur Anda diberi kesehatan, hati tenang, dan rezeki barokah.
Jika suatu malam Anda butuh tempat berhenti tanpa tergesa, Anda bisa menghubungi WhatsApp 0822 6565 2222.
Dan bila ingin memahami perjalanan rasa malam kota ini, Anda bisa membaca
Sate kambing solo terkenal
yang berbicara lembut lewat aroma yang tak sabar menyapa.
Warung tengkleng bu jito dlidir Pusat :
Instagram kami :
View this post on Instagram
