Takjil Gratis di Masjid Zayed Solo: Jadwal, Cara Dapat & Tips Agar Tidak Kehabisan
Ada satu momen di Solo yang setiap Ramadhan selalu punya napas berbeda.
Sore belum benar-benar tua, tetapi langit sudah mulai merendahkan suaranya. Jalan menuju kawasan Gilingan perlahan dipenuhi langkah orang — ada yang pelan, ada yang tergesa, ada yang membawa keluarga, ada pula yang hanya membawa lapar dan harap.
Semua menuju satu arah: Masjid Raya Sheikh Zayed Solo.
Dan bukan hanya untuk sholat.
Mereka datang untuk sebuah tradisi yang diam-diam menjadi cerita: takjil gratis di Masjid Zayed Solo.
Bukan sekadar makanan berbuka. Di sini, takjil terasa seperti undangan. Tidak ada yang mengenal Anda, tetapi semua menyambut. Tidak ada yang memanggil nama, tetapi semua merasa dipanggil.
Kami sering melihatnya sendiri — wajah lelah berubah hangat bahkan sebelum adzan berkumandang.
Mengapa Takjil Masjid Zayed Solo Selalu Ramai?
Masjid ini tidak pernah benar-benar sepi selama Ramadhan. Bahkan sebelum ashar, pelataran sudah mulai dipenuhi manusia yang datang dengan satu niat: berbuka di rumah Allah.
Namun bukan hanya karena gratis.
Takjil di Masjid Zayed Solo punya rasa kebersamaan yang jarang ditemui di tempat lain. Anda duduk di samping orang asing, tetapi beberapa menit kemudian terasa seperti saudara perjalanan.
Anak kecil berlari, orang tua tersenyum, musafir membuka tas, mahasiswa menunggu adzan sambil berbincang.
Masjid ini seolah berkata pelan: “Datanglah. Bahkan lapar pun boleh ikut beribadah.”
Kapan Takjil Dibagikan?
Banyak jamaah sebenarnya bukan tidak kebagian — mereka hanya datang terlalu mepet waktu berbuka. Karena itu penting mengetahui jadwal pastinya sebelum berangkat agar Anda tidak sekadar berharap pada sisa.
Kami sudah menuliskan rincian lengkap mengenai jadwal pembagian takjil Masjid Zayed Solo beserta jam ramainya agar Anda bisa datang di waktu terbaik.
Biasanya pola waktunya seperti ini:
- 16.30 — jamaah mulai berdatangan
- 17.00 — pelataran mulai penuh
- 17.20 — persiapan pembagian
- 17.40 — takjil dibagikan
- Adzan — berbuka bersama
Datang lebih awal justru lebih nikmat. Anda bisa duduk, berdiam, dan membiarkan masjid menenangkan kepala.
Apakah Semua Orang Boleh Mengambil?
Banyak orang masih ragu — apakah harus daftar, apakah khusus warga sekitar, atau boleh untuk musafir. Pertanyaan seperti ini wajar karena suasana ramai sering membuat orang sungkan.
Kami sudah membahas lengkap mengenai aturan mengambil takjil di Masjid Zayed Solo supaya Anda datang dengan tenang tanpa merasa tidak enak.
Pada dasarnya siapa pun boleh berbuka di sini. Masjid tidak menanyakan asal Anda. Ia hanya menerima kedatangan.
Apa Saja Isi Takjilnya?
Setiap hari bisa berbeda, tetapi biasanya Anda akan mendapatkan:
- Kurma
- Air mineral
- Snack atau gorengan
- Nasi kotak / makanan berat
- Minuman hangat
Tidak mewah, tetapi terasa cukup. Bahkan sering kali terasa lebih hangat daripada makan mahal yang dimakan terburu-buru.
Ramadhan di sini mengajarkan kenyang bukan dari porsi, melainkan dari kebersamaan.
Setelah Berbuka, Biasanya Orang Ke Mana?
Banyak jamaah tidak langsung pulang. Ada yang menunggu isya, ada yang berjalan keluar mencari makan hangat, ada pula yang sekadar duduk menikmati malam Solo.
Takjil memberi pembuka, tetapi malam selalu meminta lanjutan.
Di Warung Tengkleng Solo Dlidir, dapur tak sekadar memasak—ia berbisik lewat asap rempah.
Banyak tamu datang masih memakai sarung atau peci. Wajahnya sama: tenang setelah berbuka.
Tengkleng kuah merangkul tulang hangat (Rp40.000/porsi).
Rica-rica menari lebih berani (Rp45.000/porsi).
Sate buntel dua tusuk mengunci rasa (Rp40.000).
Sate kambing muda Solo lembut tiap gigitan (Rp30.000/porsi).
Kepala kambing + 4 kaki untuk 4–8 orang (Rp150.000).
Oseng Dlidir + tongseng + nasi + es jeruk paket hemat (Rp20.000).
Sego gulai malam hari (Rp10.000).
Beberapa rombongan dari masjid sering mampir sebelum tarawih atau setelahnya. Mereka tidak datang karena lapar — mereka datang karena ingin menutup malam dengan rasa.
Bila Anda penasaran kenapa sate di Solo punya karakter khas, kami pernah menuliskannya di sini: Sate kambing solo terkenal
Fasilitas yang Membuat Nyaman
- Parkir luas (bus & elf)
- Mushola
- Toilet
- Cocok rombongan
- Fokus kenyamanan pengunjung
Kadang ada yang hanya minum teh hangat sambil menunggu tarawih. Tidak semua tamu datang dengan lapar — sebagian datang membawa cerita.
Tips Agar Tidak Kehabisan Takjil
- Datang sebelum 17.15
- Duduk rapi, panitia akan mendatangi
- Ambil secukupnya
- Dahulukan orang tua dan anak kecil
- Jangan berdiri di jalur pembagian
Sederhana, tetapi membuat semua kebagian.
Penutup
Banyak orang awalnya datang karena kata gratis. Namun jarang yang pulang hanya membawa itu.
Mereka pulang membawa tenang.
Ramadhan di Masjid Zayed Solo bukan tentang kenyang. Ia tentang cukup.
Kami mendoakan semoga Anda diberi kesehatan, kelapangan rezeki, dan Ramadhan yang barokah. Semoga setiap langkah menuju masjid menjadi langkah pulang, bukan sekadar perjalanan.
Jika suatu malam Anda ingin menutup buka puasa dengan makan hangat bersama keluarga, Anda bisa menghubungi WhatsApp 0822 6565 2222.
Pelan saja. Ramadhan tidak perlu terburu-buru.
