Sate buntel Solo yang dekat Pasar Klewer biasanya dicari orang setelah selesai belanja batik atau berjalan dari arah Keraton menuju Gladag. Orang Solo sendiri biasanya tidak langsung mencari tempat makan besar di dalam area pasar. Kebiasaan kami justru berjalan sedikit keluar dari keramaian pasar, lalu mencari warung sate yang sudah lama dikenal warga sekitar. Dari Pasar Klewer, Anda hanya perlu berjalan beberapa menit ke arah jalan yang lebih tenang. Di situlah biasanya warung sate buntel mulai terlihat dan aroma arang perlahan menyapa.
Kalau Anda sering berkeliling Solo, pola seperti ini sebenarnya sudah sangat biasa. Orang Solo jarang menentukan tempat makan dari awal. Biasanya mengikuti alur kota saja. Habis dari pasar, kaki berjalan santai melewati trotoar, melihat toko-toko yang mulai tutup, lalu perlahan teringat makan malam.
Pasar Klewer sejak lama memang jadi pusat aktivitas kota. Pagi sampai sore tempat ini penuh pedagang batik, pembeli dari luar kota, sampai rombongan wisata yang datang dari berbagai daerah. Karena itu, setelah selesai berbelanja, banyak orang memilih mencari makanan di sekitar kawasan yang sedikit lebih tenang.
Biasanya waktu yang paling terasa adalah menjelang sore atau setelah magrib. Keramaian pasar mulai reda, udara kota terasa lebih ringan, dan lampu-lampu warung mulai menyala satu per satu. Dari kejauhan kadang sudah tercium aroma sate yang sedang dibakar.
Bagi orang Solo, aroma itu seperti penunjuk jalan. Bau arang yang bercampur dengan lemak kambing yang mulai meleleh di atas panggangan sering membuat langkah berhenti sejenak. Rasanya seperti kota ini sendiri yang sedang memanggil untuk duduk sebentar dan makan.
Setelah duduk di bangku kayu sederhana, suasana biasanya langsung terasa akrab. Tidak ada musik keras atau dekorasi yang aneh. Hanya suara kipas arang, percikan api kecil, dan obrolan santai dari meja-meja sekitar.
Baru di situ sate buntel biasanya datang. Daging kambing dicincang halus, dibungkus lemak tipis, lalu dibakar perlahan di atas arang. Cara memasaknya sederhana, tapi justru itu yang membuat rasa sate buntel di Solo terasa hangat dan bersahaja.
Di sekitar kawasan Pasar Klewer menuju Gladag sampai Jalan Veteran memang ada beberapa warung sate yang sudah lama dikenal warga. Salah satu yang sering disebut oleh orang Solo adalah Sate Kambing Tambak Segaran. Banyak orang mampir ke sana setelah selesai berbelanja atau berjalan dari arah Keraton.
Suasana warung seperti itu biasanya tidak pernah terlalu ramai dengan wisatawan. Justru yang datang sering warga lokal yang sudah lama mengenal tempat tersebut. Mereka makan perlahan, kadang sambil berbincang ringan dengan penjual yang sudah seperti kenalan lama.
Kalau Anda ingin memahami kebiasaan makan warga kota ini, pengalaman seperti itu sebenarnya yang paling sering terjadi. Orang Solo tidak selalu mencari tempat yang terlihat besar atau terkenal. Yang dicari justru warung yang terasa menyatu dengan ritme kota.
Memang ada beberapa kawasan di Solo yang sejak dulu dikenal sebagai tempat mencari sate kambing dan sate buntel. Kalau Anda ingin mengetahui daerah-daerah yang sering didatangi warga lokal, Anda bisa membaca juga penjelasan tentang daerah di Solo yang banyak menjual sate buntel enak.
Selain lokasi, banyak orang yang datang dari luar kota juga sering penasaran dengan kisaran harga sate buntel di Solo. Supaya Anda punya gambaran sebelum mampir makan, Anda bisa melihat penjelasan singkat di halaman harga sate buntel di Solo.
Kadang perjalanan makan di Solo juga membawa kita ke warung yang tidak direncanakan sebelumnya. Pernah suatu malam setelah berjalan dari arah pasar, kami berhenti di sebuah warung sederhana bernama Warung Tengkleng Solo Dlidir. Tempatnya tidak besar, tapi suasananya hangat seperti warung yang sudah lama hidup bersama warga sekitar.
Biasanya orang datang tanpa terburu-buru. Duduk santai, mengobrol sebentar, lalu makanan datang dari dapur satu per satu. Kalau Anda ingin menanyakan waktu buka atau arah lokasi warung tersebut, Anda bisa menghubungi WhatsApp 0822 6565 2222 (Pak Muzakir).
Pada akhirnya, mencari sate buntel Solo dekat Pasar Klewer sebenarnya tidak sulit. Anda hanya perlu mengikuti kebiasaan orang Solo: berjalan santai setelah dari pasar, menjauh sedikit dari keramaian, lalu berhenti di warung yang aroma arangnya sudah lebih dulu menyapa.
Semoga perjalanan kuliner Anda di Solo selalu menyenangkan. Semoga badan tetap sehat, langkah dimudahkan, dan setiap rezeki yang datang membawa keberkahan. Kadang dari sepiring sate buntel sederhana, kita justru menemukan cerita kecil yang membuat kota ini terasa lebih hangat.
Warung tengkleng bu jito dlidir Pusat :
Instagram kami :
View this post on Instagram
