Kalau Anda mencari sate buntel Solo yang buka malam, biasanya orang lokal tidak terlalu bingung. Di Solo, makan malam sering terjadi agak larut. Banyak orang baru mencari makanan setelah aktivitas selesai, setelah Isya, bahkan mendekati jam sepuluh malam. Karena itu beberapa warung sate buntel memang tetap buka sampai malam. Jadi ketika lapar datang di waktu seperti itu, biasanya masih ada tempat yang bisa didatangi.
Kebiasaan ini sudah lama terasa di kota ini. Orang Solo cenderung makan dengan ritme santai. Siang hari mungkin makan seperlunya, lalu malam hari baru duduk tenang di warung. Apalagi kalau habis perjalanan, habis kerja, atau baru turun dari kereta. Perut biasanya mulai terasa kosong ketika suasana kota sudah lebih tenang.
Malam di Solo memang berbeda. Lampu jalan tidak terlalu terang, angin terasa lebih sejuk, dan beberapa warung makan masih menyala dengan lampu hangat di pinggir jalan. Orang datang tidak terburu-buru. Mereka duduk, memesan makanan, lalu mengobrol pelan sambil menikmati waktu.
Dalam suasana seperti itu, makanan yang dicari biasanya yang hangat dan sedikit berat. Sate buntel sering muncul sebagai pilihan. Daging kambing cincang yang dibungkus lemak lalu dipanggang di atas arang ini memang terasa pas dimakan malam hari. Aromanya sering sudah tercium sebelum kita benar-benar sampai ke warungnya.
Biasanya warung sate buntel yang buka malam berada di jalur yang masih hidup sampai larut. Sekitar pusat kota, dekat stasiun, atau jalan yang masih dilewati orang pulang kerja. Orang Solo sendiri sering tidak perlu mencari terlalu jauh. Mereka cukup melihat warung yang lampunya masih menyala dan asap panggangan masih naik pelan.
Suasana makan malam di warung seperti ini biasanya lebih santai daripada siang hari. Tidak terlalu ramai, tapi tetap ada orang yang datang bergantian. Ada yang baru pulang kerja, ada yang habis perjalanan, ada juga yang sekadar ingin makan sebelum pulang ke rumah.
Ketika sate buntel datang ke meja, biasanya masih hangat dari panggangan. Dagingnya lembut, aromanya dari arang terasa pelan, dan biasanya ditemani nasi hangat atau lontong. Orang Solo jarang banyak menambahkan bumbu lagi. Rasa dari panggangan arang sudah cukup membuatnya nikmat.
Kalau Anda belum terlalu familiar dengan cara orang mencari sate buntel di kota ini, kami pernah menuliskan panduannya di sini:
cara menemukan sate buntel Solo terdekat.
Biasanya ada beberapa kebiasaan kecil yang membuat orang lebih mudah menemukan warung yang masih buka.
Selain itu, kalau Anda penasaran kenapa sate buntel dari kota ini sering terasa berbeda dibanding daerah lain, Anda bisa membaca penjelasan kami di artikel ini:
kenapa sate buntel Solo terkenal enak.
Di sana kami bercerita sedikit tentang kebiasaan memasak dan cara orang Solo menikmati sate buntel sejak lama.
Bagi sebagian orang yang sering makan malam di kota ini, ada juga pengalaman mampir ke Warung Tengkleng Solo Dlidir. Tempat ini kadang menjadi persinggahan setelah perjalanan malam atau setelah aktivitas panjang seharian. Suasananya sederhana seperti warung pada umumnya. Orang datang, duduk sebentar, lalu makan dengan tenang sebelum melanjutkan perjalanan. Jika Anda perlu informasi sebelum datang, Anda bisa menghubungi Pak Muzakir melalui WhatsApp di 0822 6565 2222.
Hal seperti ini sebenarnya cukup biasa di Solo. Kota ini tidak terburu-buru menutup malamnya. Selama masih ada warung yang menyalakan arang dan masih ada orang yang ingin makan, suasana makan malam tetap hidup.
Kalau suatu malam Anda merasa lapar di Solo dan ingin mencari sate buntel yang masih buka, cobalah berjalan sedikit mengikuti jalan yang masih ramai. Biasanya tidak lama Anda akan menemukan warung dengan aroma panggangan yang pelan menyapa dari kejauhan.
Semoga perjalanan makan Anda di Solo selalu menyenangkan. Semoga badan tetap sehat, langkah dimudahkan, dan setiap rezeki yang Anda nikmati membawa keberkahan. Amin.
Warung tengkleng bu jito dlidir Pusat :
Instagram kami :
View this post on Instagram
