Review Gudeg Ceker Margoyudan, Beneran Seenak Itu atau Cuma Hype?.
Kalau dengar kata Gudeg Ceker Margoyudan, pasti langsung kepikiran:
rame, antre, tengah malam, dan katanya enak banget.
Tapi pertanyaannya…
beneran seenak itu atau cuma viral doang?
Tenang, di artikel ini kita bakal bahas jujur, santai, tanpa lebay.
Mulai dari rasa, suasana, pelayanan, sampai pengalaman real di lapangan.
Sebelum lanjut, wajib baca dulu artikel pilarnya:
👉 Gudeg Ceker Margoyudan, Kuliner Solo Tengah Malam
Kesan Pertama Datang ke Lokasi
Datang sekitar jam 11 malam.
Parkiran sudah penuh.
Motor berjejer kayak parkiran konser 😆
Dari jauh sudah kelihatan:
- Asap panci mengepul
- Orang antre
- Suara “Mbak, nambah nasi ya” bersahutan
Fix, ini tempat yang bukan kaleng-kaleng.
Detail lokasi bisa cek di:
👉 Lokasi Gudeg Ceker Margoyudan
Suasana: Ramai Tapi Tetap Nyaman
Walau rame, suasananya nggak bikin sumpek.
Ada bangku, meja, walau sederhana tapi cukup nyaman.
Orang-orangnya ramah, nggak ada yang saling sikut 😆
Ini yang bikin betah:
rame tapi nggak rusuh.
Fokus ke kenyamanan konsumen masih kerasa.
Proses Pesan: Cepat dan Nggak Ribet
Tinggal maju, tunjuk lauk:
- Ceker
- Telur
- Ayam
- Tahu tempe
Mbak-mbaknya sigap.
Nggak pakai drama.
Walau antre, tapi ngalir terus.
Nggak bikin emosi.
Rasa Gudeg Ceker: Juara atau Biasa Aja?
Ini bagian paling krusial.
Verdict: ENAK BANGET.
Cekernya:
- Super empuk
- Daging gampang copot
- Bumbu meresap
Gudegnya:
- Manis pas
- Gurih santan terasa
- Rempahnya nendang
Satu suapan langsung ngerti:
“Oh, pantesan rame.”
Porsi: Nggak Pelit
Nasinya cukup.
Cekernya gede.
Nggak kayak foto doang 😆
Kalau lapar berat,
bisa nambah nasi atau lauk.
Harga masih masuk akal kok.
Detail harga:
👉 Harga Gudeg Ceker Margoyudan
Waktu Makan Paling Nikmat
Menurut pengalaman:
- Jam 22.00 – 23.00 masih aman
- Di atas jam 23.30 mulai rame parah
- Jam 01.00 riskan kehabisan
Jam buka lengkap:
👉 Jam Buka Gudeg Ceker Margoyudan
Perbandingan dengan Gudeg Lain
Kalau dibandingkan gudeg pagi:
- Ini lebih gurih
- Lebih “nendang”
- Lebih cocok buat malam
Perbedaan lengkap:
👉 Perbedaan Gudeg Ceker Margoyudan
Testimoni Pengunjung Sekitar
Ini hasil kuping kepo 😆
- “Langganan dari dulu.”
- “Kalau ke Solo pasti ke sini.”
- “Nggak pernah bosen.”
Rata-rata bilang:
rasanya konsisten.
Kekurangan? Ada, Tapi Wajar
Biar fair, kita bahas minusnya:
- Antre panjang di jam rame
- Bisa kehabisan
- Parkir agak penuh
Tapi…
semua itu sebanding sama rasanya.
Kalau Masih Lapar, Lanjut Kemana?
Buat kamu yang perutnya kayak jurang 😆
Setelah gudeg ceker, bisa lanjut ke
Warung Tengkleng Solo Dlidir.
Menu spesialnya:
- Tengkleng kuah rempah premium Rp 40.000,-
- Tengkleng rica pedas Rp 45.000,-
- Kepala kambing + 4 kaki kambing Rp 150.000,- (bisa rame-rame)
- Sate buntel kambing lokal Rp 40rb / 2 tusuk
- Oseng Dlidir (tongseng + nasi + es jeruk) Rp 20.000,-
- Sego gulai kambing Rp 10.000,- (khusus malam hari)
Fasilitas:
- Parkiran luas
- Mushola
- Toilet bersih
- Cocok buat rombongan
Fokus ke kenyamanan konsumen banget.
Info & reservasi:
WA: 0822 6565 2222
Website:
tengklengsolo.com
Kesimpulan: Worth It atau Nggak?
Jawabannya: WORTH IT BANGET.
Kalau kamu:
- Suka kuliner malam
- Doyan ceker
- Suka suasana rame tapi hangat
Gudeg Ceker Margoyudan wajib masuk list.
Ini bukan cuma soal makan,
tapi soal pengalaman.
Dan jujur aja…
sekali ke sini,
pasti pengen balik lagi 😁🔥
