Jumlah penduduk Kota Solo data Badan Pusat Statistik

Jumlah penduduk Kota Solo untuk tahun 2016 berdasarkan data yang dimiliki Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surakarta mencapai 514.171 jiwa. Jumlah ini merupakan proyeksi hasil sensus penduduk 2010. Untuk rasio jenis kelamin yakni sebesar 94,62. Ini berarti bahwa pada setiap 100 penduduk perempuan terdapat sebanyak 95 penduduk laki-laki.

Jumlah penduduk Kota Solo data Badan Pusat Statistik (BPS)

Tingkat kepadatan penduduk di Kota Surakarta ini tergolong sangat tinggi, dengan tingkat kepadatan mencapai 11.675 jiwa/km2. Dan untuk tahun 2016 kemarin tingkat kepadatan penduduk tertinggi terdapat di kecamatan Pasar Kliwon dengan angka kepadatan penduduk yang mencapai angka 15.882. Jumlah ini mengalahkan kepadatan penduduk dari empat kecamatan lain yang ada di Kota Surakarta seperti Kecamatan Banjarsari, Laweyan, Jebres, dan Kecamatan Serengan.

Tentang situs kami lainnya bisa lihat di layanan aqiqah solo, aqiqah jogja, aqiqah semarang, perlengkapan haji dan seragam batik.

Tingkat kepadatan Jumlah penduduk Kota Solo tinggi

Tingkat kepadatan Jumlah penduduk Kota Solo tinggi. Tingkat kepadatan penduduk yang terjadi di Kota Surakarta ini tergolong sangat tinggi. Idealnya tingkat kepadatan penduduk untuk setiap satu kilometernya yakni 5000 jiwa. Jadi tidak heran jika kondisi ini menempatkan Kota Surakarta sebagai Kota terpadat yang ada di Jawa Tengah. Guna mengantisipasi meledaknya populasi penduduk yang ada di Kota Surakarta, Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta semakin gencar untuk menyosialisasikan program Keluarga Berencana (KB).

Tingkat kepadatan yang terjadi di Kota Surakarta ini jelas berdampak pada berbagai masalah sosial yang terjadi, seperti masalah perumahan, kesehatan dan juga tingkat kriminalitas. Selain tingkat kepadatannya yang sangat tinggi, ternyata jumlah penduduk yang bekerja di Kota Surakarta ini lebih dari separuhnya. Seperti yang ada pada data milik BPS Kota Surakarta, tercatat bahwa jumlah penduduk Kota Surakarta yang bekerja di kota ini sampai pada tahun 2016 mencapai 271.199, atau sebesar 52,95% dari seluruh penduduk Kota Surakarta.

Dan dari jumlah tersebut untuk penduduk wanita yang bekerja mencapai angka sebesar 122.187 jiwa atau sebesar 45,05% dari penduduk yang bekerja. Kondisi ini jelas menunjukkan bahwa peran perempuan di Kota Surakarta cukup tinggi dalam peningkatan kesejahteraan keluarga. Jadi selain berperan sebagai ibu rumah tangga, kebanyakan perempuan di kota ini juga sebagai seorang pekerja dan membantu perekonomian keluarga.

Kebudayaan Kota Solo sebagai daya tarik wisatawan

Kebudayaan Kota Solo menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk berkunjung ke kota ini. Memang tidak bisa terbantahkan jika Solo memiliki ragam budaya yang masih sangat terjaga sampai saat ini. Anda bisa menemukan berbagai kebudayaan yang keunikannya yang sangat khas di Kota yang saat ini dipimpin oleh pasangan Walikota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo dan Wakil Walikota Achmad Purnomo ini.

Selain kebudayaan yang kental Jawa, di Kota Solo juga terdapat kebudayaan lain yang ternyata merupakan akulturasi atau dari dua budaya yang ada di Solo. Seperti Grebeg Sudiro. Kebudayaan ini merupakan perpaduan dari dua budaya yang ada yakni Budaya Jawa dengan budaya Tionghoa atau China. Festival budaya ini diadakan setiap pergantian tahun China atau Imlek. Kirab ini selain diikuti oleh warga Tionghoa atau keturunan China juga ada banyak warga Asli Jawa.

Seperti diketahui, kawasan Kelurahan Sudiroprajan memang banyak ditinggali oleh para keturunan Tionghoa. Maka tidak heran jika kawasan ini kadang disebut dengan kawasan Pecinan yang ada di Solo. Festival ini sendiri merupakan kirab yang biasanya dimulai dari kawasan Kelurahan Sudiroprajan dan berakhir di Pasar Gede atau depan Klenteng Tien Kok Sie. Kirab biasanya akan menampilkan berbagai kesenian dari Tionghoa, seperti liong, barongsai dan kesenian lainnya.

Dan yang paling menarik dari festival ini yakni adanya gunungan yang terbuat dari ratusan atau bahkan ribuan kue keranjang. Keu keranjang ini menjadi makanan yang identik dengan Imlek. Setelah kirab rampung kue-kue ini akan dibagikan kepada warga yang ada di sekitar kawasan Pasar Gede. Tetapi, sebelum dibagikan biasanya kue-kue ini sudah lebih dulu habis diserbu oleh warga yang sudah lama menunggu dan tidak sabar mendapatkan kue khas ini.

Kebudayaan Kota Solo lainnya

Kebudayaan Kota Solo

Selain Grebeg Sudiro, sejumlah kebudayaan lain yang juga menarik untuk anda lihat yakni Tingalan Jumenengan. Kenapa peringatan kenaikan tahta raja ini menarik untuk anda lihat, ya karena pada prosesi ini terdapat sebuah tarian unik dan bahkan terkesan mistis yang ditarikan oleh sembilan perawan. Tarian ini bernama Bedhaya Ketawang. Tarian ini sangat spesial karena hanya dipertunjukkan saat Tingalan Jumenengan saja dan penarinya masih gadis semua.

Tentang situs kami lainnya bisa lihat di layanan aqiqah solo, aqiqah jogja, aqiqah semarang, perlengkapan haji dan seragam batik bagus khas kota solo.

STMIK di Solo bidang informatika dan komputer

STMIK di Solo bisa menjadi pilihan anda jika anda ingin lebih fokus untuk mendalami pendidikan di bidang informatika dan komputer. Ada banyak Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer yang ada di Solo. Bagi anda yang belum tahu di mana saja STMIK tersebut, kami mencoba untuk mengulasnya sedikit agar bisa bermanfaat sebagai referensi anda untuk memilih STMIK yang sesuai dengan keinginan anda.

STMIK di Solo bidang informatika dan komputer

Yang pertama ada STMIK Duta Bangsa yang ada di Jalan Bhayangkara nomor 55-57, Tipes, Serengan. Di kampus tersebut anda bisa memilih jurusan atau program studi yang tersedia. Seperti S1 Sistem Informasi yang sudah terakreditasi B, S1 Sistem Informatika yang juga sudah terakreditasi B. Selain itu, kampus yang resmi berdiri dengan Nama STMIK Duta Nusantara pada tahun 2004 ini memiliki program D3 Manajemen Informatika, dan D3 Teknik Komputer.

Lalu ada, STMIK Sinar Nusantara sekolah tinggi ini juga dikenal dengan nama SiNus. Kampus ini berlokasi di Jalan Samanhudi nomor 84-86, Mangkuyudan, Purwosari, Laweyan, Surakarta. Sama seperti kampus STMIK Duta Bangsa, kampus ini juga memiliki sejumlah program studi atau jurusan. Mulai dari D3 sampai dengan program sarjana atau S1. Beberapa jurusan atau program studi yang ada di kampus ini adalah S1 Manajemen Informatika. Program studi ini sudah mengantongi akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi atau BAN PT dengan nomor BAN-PT No. 1688/SK/BAN-PT/Akred/S/VIII/2016.

Batik solo

S1 STMIK di Solo

Selain itu STMIK di Solo, kampus ini juga memiliki program studi S1 Sistem Informatika. Program studi ini juga sudah mengantongi akreditasi B dari BAN PT dengan nomor BAN-PT No. 017/SK/BAN-PT/Akred/S/VI/2012. Lalu ada jurusan D3 Manajemen Informatika, D3 Komputer Akuntansi dan D3 Teknik Informatika. Sejumlah program studi tersebut bisa anda pilih jika ingin melanjutkan pendidikan di bidang manajemen informatika.

Dan yang terakhir ada STMIK Adi Unggul Bhirawa atau yang lebih dikenal dengan nama Kampus AUB. Kampus yang berlokasi di Jalan MW. Maramis nomor 29, Cengklik, Nusukan memiliki sejumlah program studi atau jurusan yang bisa anda pilih, diantaranya Sistem Informasi, Sistem Komputer dan Teknik Komputer.

Tentang usaha kami lainnya bisa lihat di Traditional batik fabric
, dan jual batik.

Perbedaan Surakarta dan Solo soal penyebutannya

Perbedaan Surakarta dan Solo hanya soal penyebutannya saja. Kenapa saya bilang seperti itu, ya memang karena nama dua kota tersebut adalah sama saja. Anda bisa menyebutnya dengan nama Solo atau nama Kota Surakarta. Semuanya sah anda gunakan, kalau boleh saya bilang sesuka anda dengan nama apa untuk menyebut kota ini. Dua nama yang dimiliki oleh kota ini memang menjadi keunikan tersendiri. Dan dua nama ini memang tidak akan anda temukan di kota lainnya.

Perbedaan Surakarta dan Solo

Memang kadang ada perdebatan untuk menyebut kota ini. Ada yang suka menyebutnya dengan nama Solo ada juga yang menyebutnya dengan nama Surakarta. Tetapi, kalau boleh saya bilang nama Solo memang lebih populer dibandingkan dengan nama Surakarta. Kenapa bisa seperti itu?, ya karena nama Solo lebih simpel sehingga lebih mudah diingat. Jadi banyak yang memilih menyebut nama kota ini dengan nama Solo.

Ini bukan berarti nama Surakarta tidak populer, bukan seperti itu. Tetapi, kadang ada yang bingung jika anda memperkenalkan diri dan menyebut kota anda dengan nama Kota Surakarta. Bahkan untuk beberapa orang atau bahkan warga Solo sendiri akan terlihat aneh saat menyebut nama Surakarta. Solo ternyata tidak hanya dipakai oleh warga asli Solo saja, nama kota ini juga digunakan oleh sejumlah warga luar Solo tetapi masih di eks Karesidenan Surakarta, seperti Kabupaten Wonogiri, Karanganyar, Sukoharjo, Boyolali, Klaten dan juga Sragen.

Tentang situs kami lainnya bisa lihat di layanan aqiqah solo, aqiqah jogja, aqiqah semarang, perlengkapan haji dan seragam batik harga grosir.

Perbedaan Surakarta dan Solo dari kebiasaan warganya

Perbedaan Surakarta dan Solo dari kebiasaaan penyebutannya. Kenapa mereka suka “mengaku” orang Solo meskipun sejatinya tidak tinggal di Solo, ya salah satunya karena nama Solo lebih populer, itu saja. Dan itu sah saja, karena ini untuk memudahkan anda saat berkenalan dengan orang lain yang masih awam tentang daerah yang anda tinggali.

Kembali lagi membahas ada perbedaan apa antara Surakarta dan Solo. Ini hanya soal sejarah saja, Surakarta berkaitan dengan kekuasaan kerajaan pada zaman Susuhunan Pakubuwono II yang membangun kerajaan yang diberi nama Keraton Kasunanan Surakarta. Dan berdirinya keraton tersebut yakni di sebuah desa yang bernama Desa Sala. Selanjutnya nama desa semakin populer dan digunakan untuk nama kota ini.
Ya seperti itu saja sekiranya, jika anda masih ngotot mencari perbedaan antara dua nama tersebut yakni hanya masalah sejarahnya saja.

Surakarta Jawa dua hal yang tidak bisa dipisahkan

Surakarta Jawa menjadi dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Saat anda menyebut nama Kota Surakarta, otomatis anda akan terpikir akan budaya Jawa yang melekat di kota tersebut. Tidak bisa dipungkiri, Surakarta memang sangat kental akan budaya Jawanya. Tidak heran jika kota ini disebut sebagai pusat budaya yang ada di Jawa Tengah. Meski kota ini tidaklah besar karena hanya memiliki luas 44 kilometer persegi saja, tetapi budaya yang ada di dalamnya sangat terpelihara sampai saat ini.

Terjaganya budaya ini tidak lepas adanya kepedulian dan peran serta dari pemerintah setempat dalam menjaga dan melestarikannya. Salah satunya dengan menggelar berbagai even atau pun festival yang budaya. Beberapa festival budaya yang rutin diadakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta diantaranya yakni Festival Gamelan, Festival keroncong, tarian dan sejumlah kesenian tradisional lainnya. Dan berbagai even ini selain untuk melestarikan budaya yang ada juga sebagai salah satu daya tarik bagi para wisatawan. Kota Surakarta ini juga menjuluki dirinya sebagai Kota Budaya, ini karena banyaknya budaya yang terlahir dan terpelihara di kota ini.

Sejak zaman pemerintahan Keraton Kasunanan Surakarta budaya Jawa memang sudah muncul. Kebudayaan ini terus terjaga dan ada sampai saat ini. Berbagai kebudayaan yang ada tersebut seperti Tingalan Jumenengan, Sekaten, Kirab Pusaka Malam Satu Sura, Jamasan pusaka keraton, Kirab Gunungan dan berbagai gelaran budaya lainnya. Budaya tidak hanya dalam bentuk kesenian maupun gelaran yang jamak diadakan oleh kota ini.

Surakarta Jawa dua hal yang tidak bisa dipisahkan

Traditional batik fabric

Surakarta Jawa dan batik

Ada satu jenis budaya yang juga menjadi bagian dari Kota Surakarta yakni keberadaan kain batik. Surakarta memang sangat identik dengan kain batik khas warna sogan alamnya. Memang Kota Surakarta ini tidak disebut sebagai kota batik, karena julukan tersebut hanya disandang oleh Kota Pekalongan. Tetapi, jangan salah batik yang ada di kota ini tidak kalah bagusnya dengan batik yang ada di Pekalongan.

Bahkan tidak sedikit pecinta batik yang rela datang ke Solo hanya untuk berburu batik khas Solo.

Jual kain batik elegan.

Solo radio Surakarta di stadion Manahan

Solo radio Surakarta merupakan salah satu radio yang ada di Kota Surakarta. Kantor Solo radio ini berada di jalan Menteri Supeno, Manahan, Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57139 atau berada di sebelah timur kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta. Dan lokasi ini masih berada di kompleks Stadion Manahan. Jadi jika anda sedang berada di kawasan Stadion Manahan Solo, anda bisa mampir ke kantor radio ini hanya sekedar untuk mengetahui tempatnya atau malah untuk bisa bertemu dan berkenalan langsung dengan para penyiarnya.

Solo radio Surakarta

Radio dengan gelombang siaran di 92.9 FM ini memang langsung menjadi favorit warga Solo dan sekitarnya sejak diluncurkannya pada tahun 2002 lalu. Banyaknya siaran musik yang berkualitas dan sangat “remaja” banget membuat nama Solo Radio begitu cepat melambung. Meski sebagai radio “muda” kala itu, tetapi keberadaan Solo Radio langsung diakui karena mendapatkan tempat di telinga dan hati para pendengarnya. Dan mungkin anda adalah salah satu pendengar setiap dari radio ini.

Diawal berdirinya, radio ini tidak langsung bernama Solo Radio, melainkan bernama Putri Solo_Radio. Radio ini didirikan oleh beberapa komisaris dari Putri Solo. Diantaranya, Robby Koesnadhi, Budi Soesetyo, Budi Arifianto, ketiganya adalah orang Solo. Kemudian juga ada yang dari luar Solo, seperti Arifin Gandawijaya dari Bandung. Arifin ini merupakan Presiden Direktur Ardan Group (Ardan FM, B Radio, dan Cakra FM, Ardan Mind Works, Ardan Hotel dan lainnya).

Solo radio Surakarta dan konsep unik

Dan untuk perekrutan pegawai radio ini baru dilakukan pada kisaran tahun 2003. Sebagaimana namanya, para pegawai yang diambil adalah para putri Solo saja. Dengan berbagai seleksi yang cukup ketat akhirnya terpilih sejumlah nama untuk menjadi pegawainya. Kemudian dalam perkembangannya, penyebutan Putri Solo_Radio berubah menjadi Solo Radio saja. Nama ini lebih populer dan bertahan hingga saat ini. Dan saya yakin, tidak akan banyak orang yang tahu nama radio ini sebelum menjadi Solo Radio.

Ada satu pertanyaan yang mungkin ada di benak anda, kenapa Solo Radio ini langsung mendapatkan tempat di hati para penggemarnya?. Ya benar, karena radio ini menghadirkan konsep siaran yang sangat unik dan mungkin belum pernah diterapkan di radio-radio lain yang ada di Solo sebelumnya, yakni Famous, Fit & Fashionable. Dan ini ternyata merupakan visi dari Kota Solo yang ingin sehat dan bergaya hidup modern.

Tentang situs kami lainnya bisa lihat di layanan aqiqah solo, aqiqah jogja, aqiqah semarang, perlengkapan haji dan seragam batik solo.

Universitas yang ada di Surakarta ada 12 nama

Universitas yang ada di Surakarta lebih kurang ada 12 nama, tiga diantaranya adalah universitas negeri sedangkan sisanya adalah universitas swasta. Tetapi, jika jumlah ini ditambah dengan sekolah tinggi, politeknik dan akademi maka jumlahnya bisa mencapai puluhan atau lebih dari 50 tempat.

Untuk perguruan tinggi atau universitas negeri sendiri terdiri dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, kemudian ada Institut Seni Indonesia (ISI) yang dulu bernama Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI), kemudian ada Perguruan Tinggi Poltekkes Kemenkes Surakarta yang ada di Jalan Letjen Sutoyo, Mojosongo, Jebres. Diantara kampus negeri ini hanya UNS saja yang memiliki berbagai jurusan atau program studi umum. Sedangkan untuk ISI dan Poltekkes Kemenkes Surakarta menjadi perguruan tinggi dengan penjurusan atau program studi khusus.

Kalau ISI seperti kita tahu fokus pada pendidikan seni yang ada. Mulai dari seni tari, lukis, seni gamelan, pewayangan dan kesenian lainnya. Sedangkan untuk Poltekkes Kemenkes Surakarta sendiri fokus pada bidang atau jurusan kebidanan dan keperawatan. Tetapi, saat ini ada beberapa jurusan yang juga diajarkan di kampus tersebut, seperti jurusan jamu, Fisioterapi, Okupasi Terapi, Ortotik Prostetik, Terapi Wicara dan jurusan Akupunktur.

Tentang situs kami lainnya bisa lihat di layanan aqiqah solo, aqiqah jogja, aqiqah semarang, perlengkapan haji dan seragam batik.

Universitas yang ada di Surakarta swasta

Selain perguruan tinggi negeri tersebut, ada sejumlah perguruan tinggi swasta yang ada di Kota Surakarta dan sekitarnya. Semisal Universitas Muhammadiyah Surakarta atau yang dikenal dengan UMS. Meskipun namanya menggunakan Kota Surakarta, tetapi sejatinya universitas ini berada di Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Tetapi, banyak orang terlanjur mengira kampus ini masih berada di Surakarta karena menggunakan nama Surakarta.

Universitas yang ada di Surakarta

Lalu ada Universitas lainnya yakni Universitas Islam Batik (Uniba). Kampus yang terletak di Jalan KH Agus Salim ini menjadi salah satu kampus yang banyak diminati oleh para pelajar untuk melanjutkan jenjang studinya. Ada juga Universitas Slamet Riyadi atau dikenal dengan nama Unisri. Kampus ini berada di Jalan Sumpah Pemuda atau sebelah timur simpang Palang Joglo. Lalu ada Universitas Surakarta. Sama halnya dengan UMS, kampus ini juga tidak berada di Kota Surakarta melainkan di Palur, Kabupaten Karanganyar, tepatnya berada di sisi timur Sungai Bengawan Solo. Selain yang kami sebutkan tersebut, masih ada beberapa kampus lain yang bisa anda jadikan sebagai referensi untuk melanjutkan pendidikan anda.

Keunikan Kota Solo menjadi daya tarik tersendiri

Keunikan Kota Solo memang menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan saat berkunjung ke kota ini, dan mungkin anda salah satunya. Sebagai kota yang kental akan budaya Jawa, Solo memang memiliki sejumlah keunikan yang mungkin tidak akan anda temui di kota lainnya. Beberapa keunikan yang akan anda jumpai saat berkunjung ke Solo diantaranya, anda akan menemukan perlintasan kereta api yang ada di tengah kota yakni sepanjang Jalan Brigjen Slamet Riyadi.

Keunikan Kota Solo

Perlintasan kereta yang membentang dari Solo sampai Kabupaten Wonogiri ini masih terjaga dan aktif sampai saat ini. Meskipun saat kondisi tertentu terutama saat hujan keberadaan perlintasan kereta ini membahayakan para pengguna jalan terutama pengendara sepeda motor. Perlintasan yang basah karena hujan membuatnya menjadi licin dan membuat sejumlah pengendara sepeda motor tergelincir. Meski begitu, tetapi tidak wacana untuk menutup perlintasan ini.

Ada dua jenis kereta yang melintas perlintasan ini yakni Kereta Batara Kresna dan juga ada kereta uap atau biasa disebut dengan Sepur Kluthuk Jaladara. Jika anda berkunjung ke Solo anda bisa mencoba moda transportasi unik ini. Untuk mengetahui jadwal keberangkatannya anda bisa langsung ke Stasiun Purwosari. Dan rasakan sensasi naik kereta melintas pusat Kota Solo.

Tentang usaha kami lainnya bisa lihat di Traditional batik fabric
, dan jual batik.

Keunikan Kota Solo dan batik

Selain itu, di kota ini anda akan menemukan sejumlah perkampungan yang menjadi pusat industri batik. Tidak bisa dipungkiri jika Kota Solo memang sangat identik dengan salah satu bentuk budaya ini. Bahkan batik khas Solo ini menjadi buruan para kolektor dan pecinta batik di seluruh penjuru negeri ini. Di Solo ada dua kampung yang menjadi ikon batik, yakni Kampung Batik Kauman dan Kampung Batik Laweyan. Dua kampung tersebut memiliki puluhan perajin batik rumahan yang produksinya sudah tembus hingga mancanegara.

Di Solo anda juga akan menemukan dua Keraton yang masih terjaga sampai saat ini yakni Keraton Kasunanan Surakarta dan juga Keraton Mangkunegaran Surakarta. Untuk Keraton Kasunanan Surakarta terletak di Kecamatan Pasarkliwon, sedangkan Keraton Mangkunegaran berada di Kecamatan Banjarsari. Selain itu masih ada berbagai keunikan lainnya yang hanya anda temui di Kota Solo ini. Tapi, biar anda penasaran silakan saja anda berkunjung dan jelajahi setiap sudut kota ini.

Service ac solo.

Budaya Kota Solo masih terjaga sampai saat ini

Budaya Kota Solo masih terjaga sampai saat ini. Kota yang memiliki julukan sebagai Kota Bengawan ini memang sangat kental akan budaya Jawanya. Bahkan ditempatkan sebagai kota pusat kebudayaan yang ada di Jawa Tengah (Jateng). Anda bisa menemukan berbagai jenis kebudayaan saat berkunjung ke kota ini. Mulai dari kebudayaan dalam bentuk kesenian tradisional, tarian, hingga kerajinan batik yang sangat tersohor di penjuru dunia.

Budaya Kota Solo

Traditional Batik Fabric.

Memang tidak akan pernah ada habisnya jika kita membahas mengenai budaya di Kota Solo ini. Saat anda mengatakan istilah budaya maka pikiran akan langsung tertuju di kota yang berada di dekat Sungai Bengawan Solo ini. Budaya Jawa memang sangat kental melekat di setiap sudut kota ini.

Anda juga bisa memperhatikan ornamen pada setiap bangunan kuno yang ada di sudut-sudut kota ini. Seperti di Kawasan Kampung Batik Laweyan, Kampung Batik Kauman, Keraton Kasunanan Surakarta dan beberapa tempat unik lainnya. Dan anda akan merasakan nafas kebudayaan itu begitu kuat mengalir dalam setiap goresan tatanan arsitektur pada bangunan tersebut. Para leluhur kota ini memang begitu menjaga dan memegang teguh budaya yang sudah ada sebelumnya.

Mereka tentunya tidak ingin “macam-macam” apalagi sampai meninggalkan kebudayaan yang ada selama ini. Ini bisa menjadi sebuah “bencana” hebat jika sampai budaya yang sudah “dilahirkan” oleh para leluhur “dikubur” begitu saja oleh para penerusnya. Makanya, tidak hanya para pewarisnya saja yang giat untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan di Solo ini, tetapi juga campur tangan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta juga sangat terlihat.

Pemkot dan Budaya Kota Solo

Peran Pemkot ini bisa anda lihat dari berbagai festival atau even kebudayaan yang diadakan setiap tahunnya. Tentunya kegiatan ini terlepas dari kebudayaan yang sudah ada sebelumnya. Beberapa even budaya yang mulai rutin diadakan oleh Pemkot yakni Festival Gamelan, Ketoprak, Wayang Orang, Festival Keroncong, dan berbagai festival budaya lainnya.

Saya yakin dengan berbagai festival kebudayaan ini selain untuk menjaga budaya yang sudah ada juga sebagai sarana promosi untuk menarik wisatawan agar mau berkunjung ke Kota Solo.

Tentang situs kami lainnya bisa lihat di Aqiqah, dan jual batik solo.

Disdikpora Solo adalah nama lain Disdikpora Surakarta

Disdikpora Solo adalah nama lain dari Disdikpora Surakarta. Kadang ada yang menyebut Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga tersebut dengan nama Disdikpora Solo tetapi tidak jarang pula yang menyebutnya sebagai Disdikpora Surakarta. Tetapi, Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta sendiri sudah “mematenkan” nama Surakarta untuk hal-hal yang berkaitan dengan pemerintahan termasuk dinas-dinas yang ada di dalamnya.

Disdikpora Solo adalah nama lain Disdikpora Surakarta

Tetapi, untuk saat ini nama Disdikpora sudah tidak ada. Yang ada adalah Dinas Pendidikan (Disdik) saja. Hilangnya bidang pemuda dan olahraga menjadikan nama Disdikpora juga harus “dipotong”. Ini juga imbas dari adanya penataan pada Susunan Organisasi dan Tata Kerja atau yang disingkat SOTK. Inilah yang sekaligus mengubah nama Satuan Kerja Perangkat Dinas atau SKPD menjadi Organisasi Perangkat Daerah atau OPD.

Disdikpora Solo yang baru hanya tentang pendidikan

Dengan bergantinya susunan SOTK ini menjadikan Disdik Kota Surakarta saat ini hanya menangani bidang pendidikan saja. Mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) sampai dengan Sekolah Menengah Pertama atau SMP, tentunya yang berstatus sebagai sekolah negeri.
Sementara untuk tingkat SMA maupun SMK sekarang ini sudah diambilalih oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Pengambilalihan ini dilakukan awal 2017 lalu, sesuai aturan untuk penanganan sekolah tingkat atas dialihkan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng). Dan untuk selanjutnya kewenangan penanganan SMK maupun SMA berada langsung di Provinsi. Termasuk untuk masalah gaji, mutasi guru dan sebagainya.

Dinas ini memiliki kantor di Jalan Di Panjaitan No.7, Setabelan, Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57133. Sebelumnya, dinas ini bertempat di Jalan No.112, Mangkubumen, Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57139. Saat ini dinas ini dipimpin oleh Ibu Etty Retnowati, SH, MH. Jika anda perlu informasi mengenai dinas ini anda bisa mengunjungi website resminya di http://dinaspendidikan dot Surakarta dot go dot id/. Di sana anda akan menemukan banyak informasi penting yang berkaitan dengan pendidikan. Mulai dari tingkat PAUD sampai tingkat SMP.

Tidak hanya itu sejumlah program dari Dinas Pendidikan juga anda lihat di website tersebut. Salah satunya yakni Program Bantuan Masyarakat Kota Surakarta atau BPMKS.

Jual kain batik tulis lawasan.