Menu Buka Puasa Berkuah Hangat di Solo Paling Dicari Saat Maghrib

Menu Buka Puasa Berkuah Hangat di Solo yang Paling Dicari Saat Maghrib

Saat adzan maghrib turun di langit Solo, perut tidak pernah benar-benar meminta makanan berat lebih dulu. Ia meminta sesuatu yang lembut. Sesuatu yang datang pelan, menyapa tanpa mengejutkan. Karena itu banyak orang langsung mencari menu buka puasa berkuah hangat di Solo sebelum memilih hidangan lain.

Menu Buka Puasa Berkuah Hangat di Solo

Kuah hangat seperti membuka pintu energi secara perlahan. Tubuh yang seharian berpuasa tidak kaget, dan pikiran terasa kembali jernih. Tidak heran hampir setiap sudut kota memiliki warung berkuah yang selalu hidup menjelang senja.

Bila Anda ingin melihat gambaran besar kuliner Ramadan di kota ini, Anda bisa membacanya di menu buka puasa Solo terlengkap agar lebih mudah menentukan tujuan.

Kenapa Berbuka Lebih Nyaman Dengan Kuah Hangat

Setelah seharian menahan lapar, lambung seperti baru bangun tidur. Ia tidak suka dibangunkan dengan teriakan pedas atau dingin berlebihan. Ia lebih suka disapa perlahan.

Karena itu makanan berkuah selalu jadi pilihan pertama. Selain mudah dicerna, aromanya membantu tubuh memberi sinyal kenyang tanpa berlebihan.

Banyak jamaah dari area masjid memilih berbuka dengan menu seperti ini sebelum melanjutkan malam. Anda bisa melihat kebiasaan itu juga dibahas pada menu buka puasa dekat Masjid Zayed Solo yang selalu dipenuhi pencari kuah hangat.

Timlo Solo: Hangatnya Tenang

Timlo Solo tidak pernah berteriak. Ia berbicara dengan suara pelan. Kuah beningnya membawa aroma ayam kampung, sementara sosis Solo dan telur pindang memberi rasa akrab.

Setiap sendok terasa ringan namun mengenyangkan. Biasanya disajikan dengan sambal kecap yang membuat rasa lebih hidup tanpa mengganggu lambung.

Timlo Sastro dan Timlo Maestro menjadi tempat yang sering disebut ketika orang ingin berbuka dengan tenang.

Soto Gading: Gurih yang Bersahabat

Soto Gading sering dipilih karena fleksibel. Bisa ringan, bisa kenyang. Kuahnya bening gurih, ditemani daging sapi, bihun, dan taoge.

Pendampingnya justru membuat banyak orang kembali: tempe goreng, sate paru, hingga sate telur puyuh.

Rombongan bukber biasanya memilih menu seperti ini karena cocok untuk banyak selera, seperti yang sering dicari pada tempat bukber Solo menu kambing favorit sebelum lanjut hidangan utama.

Tengkleng: Kuah yang Mengajak Duduk Lebih Lama

Berbeda dengan dua sebelumnya, tengkleng memiliki karakter lebih hangat. Rempahnya terasa, tetapi tetap ramah. Kuahnya encer namun dalam.

Di Warung Tengkleng Solo Dlidir, dapur tak sekadar memasak—ia berbisik lewat asap rempah.

Panci besar mengepul seperti memanggil orang lewat untuk berhenti. Banyak yang awalnya hanya ingin melihat, tetapi akhirnya memesan.

Tempatnya juga disiapkan untuk kenyamanan: parkir luas bahkan bus maupun elf bisa parkir, tersedia mushola dan toilet sehingga rombongan tidak perlu berpindah tempat.

Beberapa tamu biasanya menutup berbuka dengan mengunjungi Sate kambing solo terkenal yang berbicara lembut lewat aroma yang tak sabar menyapa.

Selat Solo: Lembut dan Elegan

Selat Solo memiliki cerita unik. Ia seperti makanan Eropa yang belajar berbicara Jawa. Daging semur, sayuran segar, dan kuah manis gurih berpadu tanpa saling mendominasi.

Banyak orang memilih selat ketika ingin berbuka tetapi tetap ringan. Rasanya mengenyangkan namun tidak membuat mengantuk saat tarawih.

Rawon: Hangat yang Dalam

Rawon memberi pengalaman berbeda. Kuah hitam dari kluwek terasa hangat hingga ke dada. Aroma khasnya membuat perut merasa benar-benar makan.

Rawon Penjara Bu Har menjadi salah satu tujuan favorit karena kuahnya konsisten sejak dulu.

Bakso dan Sop Iga: Alternatif Aman

Selain menu legendaris, banyak orang memilih bakso atau sop iga saat berbuka. Kaldu sapi terasa ringan namun tetap memulihkan tenaga.

Bakso Kadipolo sering dipilih karena porsinya pas — tidak terlalu berat tetapi cukup menghangatkan.

Menu seperti ini cocok bagi yang ingin melanjutkan berburu makanan malam, seperti dibahas pada kenapa tengkleng favorit buka puasa dan perbedaan bukber keluarga dan teman di Solo karena pilihan menu sering memengaruhi suasana.

Kenapa Warung Berkuah Tidak Pernah Sepi

Menu berkuah tidak hanya memberi rasa kenyang. Ia memberi jeda. Orang makan lebih pelan, percakapan lebih panjang, dan waktu terasa cukup.

Itulah sebabnya setelah berbuka banyak orang tetap melanjutkan malam, bahkan hingga larut seperti dibahas pada kuliner malam Ramadan Solo.

Penutup

Pada akhirnya, menu buka puasa berkuah hangat di Solo bukan sekadar pilihan rasa. Ia adalah cara tubuh kembali hidup setelah seharian menahan lapar.

Kami percaya makanan terbaik bukan yang paling mahal, tetapi yang membuat Anda ingin kembali.

Jika suatu sore Anda berada di Solo dan bingung menentukan tempat berbuka, cukup ikuti aroma kuah hangat — biasanya ia tidak pernah salah alamat.

Informasi tempat dan reservasi: WhatsApp 0822 6565 2222

Semoga setiap hidangan yang Anda santap menjadi sehat bagi tubuh, menenangkan hati, dan membawa barokah untuk Anda dan keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *