Makanan tradisional solo dari dulu hingga kini

Makanan tradisional solo dari dulu hingga sekarang. Ada Gudeg, Sate Kambing, Sate buntel, Thengkleng, srabi solo, Nasi Liwet, Timlo Solo, Racikan Salat, Krupuk Karak atau gendar, Bakso, Tahu Acar, dan Sayur Tumpang. Selain tersebut, sebenarnya masih banyak lagi karena memang solo terkenal dengan kulinernya.

Makanan tradisional solo dari dulu hingga kini

Gudeg adalah makanan yang terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan. Perlu waktu berjam-jam untuk membuat masakan ini. Warna coklat biasanya dihasilkan oleh daun jati yang dimasak bersamaan. Gudeg dimakan dengan nasi dan disajikan dengan kuah santan kental (areh), ayam kampung, telur, tahu dan sambal goreng krecek.

Nasi liwet adalah makanan khas kota Solo. Nasi liwet adalah nasi gurih (dimasak dengan kelapa) mirip nasi uduk, yang disajikan dengan sayur labu siam, suwiran ayam (daging ayam dipotong kecil-kecil) dan areh (semacam bubur gurih dari kelapa).

Kerupuk gendar terkadang disebut gendar saja, adalah kerupuk yang terbuat dari adonan nasi yang diberi bumbu rempah dan penambah rasa. Untuk menambah kekenyalan kadangkala ditambahkan bleng, tetapi jika tidak menggunakan bleng bisa ditambahkan tepung tapioka agar adonan mentahnya menjadi kenyal dan padat. Setelah adonan ditumbuk halus dan merata kemudian diiris tipis dan dijemur sampai kering. Kurang lebih 2-3 hari penjemuran kerupuk mentah ini bisa digoreng dan siap dihidangkan sebagai kerupuk gendar.

Makanan tradisional solo yang melegenda

Makanan tradisional solo yang melegenda yakni tengkleng solo. Kami, warung dlidir adalah penyedia kuliner yang sudah jadi legenda tersebut. Tengkleng solo Bu Jito Dlidir merupakan masakan nusantara khas solo, yang dibuat oleh masyarakat asli penduduk surakarta dengan bahan-bahan bumbu minimalis tapi menghasilkan citarasa yang maksimal. Sebuah masakan yang kaya akan makna tradisi kearifan lokal. Rasa kuah tengkleng kambing gurih-asam-manis-asin yang berasal dari campuran belasan bumbu seperti lengkuas, serai, kemiri, kunyit, bawang merah, bawang putih, daun salam, ketumbar, lengkuas, dan sebagainya.

Bumbu-bumbu tersebut direbus hingga berjam-jam bersama tulang belulang kambing, termasuk bagian tengkoraknya. Tidak heran bila bumbunya meresap hingga ke tulang. Daging yang masih menempel itu pun lebih empuk ketimbang daging kambing yang dimasak sate atau gule. Sehingga saat disajikan barcampur nuansa empuk dan bumbu rempah – rempah yang klasik.

Tengkleng solo Bu Jito Dlidir menyuguhkan masakan penggugah selera. Harganya Rp 20.000 untuk setiap satu porsi. Berlokasi di Jalan Kolonel sugiyono 67 solo, menjadikannya tempat makan yang strategis.

Untuk tengkleng solo cara menikmatinya, pastikan cuci tangan untuk kebersihan. Karena makan tengleng lebih leluasa dengan tangan kosong, sedangkan kuahnya bisa dengan sendok. Taburi kuahnya dengan brambang goreng biar lebih sedap. Dalam setiap sendok nasi campur dengan kuahnya, selanjutnya ambil tulang spesial dengan tangan kosong dan sruput kelembutan daging yang menempel pada tulang. Untuk lidah dan bagian kepala lainnya bisa meminta bakulnya untuk memotong kecil – kecil supaya lebih rapih saat menyantapnya. Terus, terserah Anda bagaimana menikmatinya dari berbagai sudut. Pastikan pelan – pelan, sebab daging yang menempel pada tulang bagian dalam lebih nikmat.

Demikian dari kami, barokallohufiik…..

Tentang situs kami lainnya bisa lihat di layanan aqiqah, perlengkapan umroh dan seragam batik solo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.