Kuliner Solo Malam Berkuah Hangat: Penawar Lapar dan Penyejuk Pikiran
Malam di Solo punya satu kelebihan: ia tahu cara memeluk. Bukan dengan lampu terang atau musik keras, tapi lewat mangkuk-mangkuk beruap yang naik pelan dari meja kayu.
Saat udara mulai dingin dan jalanan mereda, orang tidak lagi mencari yang ramai. Mereka mencari yang hangat. Dan di situlah kuliner Solo malam berkuah hangat mengambil perannya.
Sebelum melangkah lebih jauh, Anda bisa melihat gambaran besar perjalanan rasa di panduan kuliner Solo malam agar arah berburu tidak tersesat.
Kami doakan langkah Anda ringan, badan sehat, dan rezeki Anda barokah setiap suapan.
Mengapa Makanan Berkuah Jadi Primadona Malam
Setelah pukul sembilan, Solo berubah pelan. Angin turun, kursi plastik mulai terisi, dan perut manusia mulai jujur.
Kuah hangat tidak hanya mengenyangkan — ia menenangkan. Ia seperti mengatakan: hari sudah cukup berat, sekarang waktunya istirahat.
- Mudah dicerna malam hari
- Menghangatkan badan
- Aromanya menenangkan
- Cocok untuk perjalanan jauh
Karena itu hampir semua pemburu kuliner Solo malam populer selalu berakhir di mangkuk beruap.
Tengkleng: Hangat yang Tidak Pernah Gagal
Tengkleng adalah bahasa malam kota ini. Ia tidak banyak lemak, tapi penuh cerita.
Kuahnya ringan, namun diam-diam dalam. Tulangnya terlihat sederhana, tapi rasa bersembunyi di sela-selanya.
Banyak penjelajah malam akhirnya mengerti — kenyang itu biasa, tapi hangat itu dicari.
Jika Anda berburu tempat makan setelah tengah malam, lihat juga kuliner Solo buka dini hari agar tidak pulang tanpa teman makan.
Timlo, Soto, dan Kawan Hangatnya
Selain tengkleng, Solo menyimpan banyak kuah yang tidak suka terburu-buru.
Timlo
Bening tapi dalam. Seperti orang Solo sendiri — halus tapi berisi.
Soto
Soto malam terasa berbeda. Entah karena udara dingin, atau karena kita akhirnya makan tanpa tergesa.
Gulai dan Tongseng
Lebih berani, lebih berbumbu. Cocok untuk malam panjang.
Persinggahan Hangat: Tengkleng Dlidir
Di Warung Tengkleng Solo Dlidir, dapur tak sekadar memasak—ia berbisik lewat asap rempah.
Tengkleng kuahnya merangkul tulang dengan hangat (Rp40.000/porsi). Rica-rica menari lebih berani (Rp45.000/porsi). Kepala kambing bersama empat kaki hadir bagai raja meja makan—cukup untuk 4–8 orang (Rp150.000).
Sate buntel dari kambing lokal berkelas mengunci rasa dalam dua tusuk (Rp40.000), sementara sate kambing muda Solo menyapa lembut tiap gigitan (Rp30.000/porsi).
Oseng Dlidir menggandeng tongseng, nasi, dan es jeruk dalam paket hemat yang ramah dompet (Rp20.000). Sego gulai kambing berkelana di malam hari (Rp10.000).
Sate kambing solo terkenal berbicara lembut lewat aroma yang tak sabar menyapa.
Parkir luas, bus maupun elf bisa masuk. Mushola dan toilet tersedia sehingga rombongan tetap nyaman.
Reservasi: 0822 6565 2222
Kapan Waktu Terbaik Menikmati Kuah Malam
Jam 20.00–23.00 cocok untuk santai.
>Jam 23.00–02.00 cocok untuk lapar mendadak.
>Jam 02.00 ke atas cocok untuk perenungan hidup.
Jika Anda ingin variasi menu bakaran setelah kuah, lanjutkan ke sate dan tengkleng malam atau lihat suasana angkringan malam Solo.
Penutup
Pada akhirnya, kuah hangat bukan hanya makanan. Ia jeda. Ia napas panjang setelah hari yang sibuk.
Kami tunggu Anda menikmati malam bersama kami. Semoga perut kenyang, hati tenang, dan rezeki Anda selalu sehat dan barokah.
Warung tengkleng bu jito dlidir Pusat :
Instagram kami :
View this post on Instagram
