Kuliner Malam Solo Murah Rasa Tradisional yang Tetap Dicari hingga Sekarang.
Solo dikenal sebagai kota budaya yang tidak pernah kehilangan jati dirinya, termasuk dalam urusan kuliner. Di tengah maraknya makanan modern dan konsep kekinian, kuliner malam Solo murah dengan rasa tradisional justru tetap bertahan dan bahkan semakin dicari. Mulai dari tengkleng, gule kambing, sate buntel, hingga sego gule murah, semuanya masih menjadi favorit warga lokal maupun wisatawan.
Artikel ini akan mengajak Anda mengenal lebih dalam ragam kuliner malam murah di Solo yang mempertahankan cita rasa tradisional, alasan mengapa tetap ramai, serta rekomendasi tempat yang layak Anda kunjungi saat malam hari.
Sebagai gambaran besar ekosistem kuliner malam di Solo, Anda juga bisa membaca artikel pilar berikut:
kuliner malam Solo murah legendaris
.
Kenapa Kuliner Tradisional Malam Hari di Solo Masih Bertahan?
Kuliner tradisional di Solo tidak sekadar soal makanan, tetapi juga tentang kebiasaan, budaya, dan memori kolektif. Banyak menu malam di Solo diwariskan secara turun-temurun, dengan resep yang dijaga konsistensinya sejak puluhan tahun lalu.
Beberapa alasan utama mengapa kuliner malam tradisional di Solo tetap diminati:
- Rasa autentik yang tidak berubah dari dulu
- Harga ramah di kantong, cocok untuk semua kalangan
- Bahan lokal segar, terutama kambing dan rempah pilihan
- Suasana sederhana yang membuat makan lebih nikmat
- Jam buka malam yang pas untuk nongkrong dan makan santai
Tak heran jika kuliner malam Solo murah dengan rasa tradisional justru lebih dicari dibandingkan makanan modern yang sifatnya sementara.
Tengkleng dan Olahan Kambing: Ikon Kuliner Malam Tradisional Solo
Jika berbicara soal kuliner malam tradisional Solo, maka tengkleng hampir selalu menjadi jawaban utama. Masakan berbahan dasar tulang kambing ini memiliki kuah rempah yang khas, ringan namun kaya rasa.
Warung Tengkleng Solo Dlidir, Favorit Kuliner Malam
Salah satu tempat yang paling konsisten menyajikan rasa tradisional adalah Warung Tengkleng Solo Dlidir. Warung ini dikenal luas sebagai tujuan utama pencinta kuliner malam kambing di Solo.
Menu unggulan yang tersedia antara lain:
- Tengkleng Solo kuah rempah – Rp40.000 per porsi
- Tengkleng masak rica – Rp45.000 per porsi
- Tengkleng kepala kambing + 4 kaki – Rp150.000 (untuk 4–8 orang)
- Sate buntel kambing – Rp25.000 per tusuk
- Oseng Dlidir – paket tongseng + nasi + es jeruk Rp20.000
Menu-menu tersebut disajikan dengan teknik tradisional dan bumbu khas Solo yang tidak berlebihan, sehingga rasa daging kambing tetap dominan namun tidak prengus.
Informasi lengkap mengenai menu bisa Anda baca di artikel:
menu kuliner malam Solo murah
.
Sego Gule Rp10.000, Kuliner Tradisional Paling Merakyat
Di antara berbagai kuliner malam tradisional, sego gule kambing menjadi menu paling merakyat. Dengan harga hanya Rp10.000, siapa pun bisa menikmati nasi hangat dengan kuah gule gurih khas Solo.
Menu ini sangat populer di kalangan:
- Mahasiswa
- Pekerja malam
- Wisatawan backpacker
- Warga lokal yang ingin makan murah tapi enak
Biasanya sego gule hanya tersedia pada malam hari, mengikuti kebiasaan lama masyarakat Solo. Meski sederhana, rasa kuahnya kuat dan konsisten karena menggunakan racikan bumbu tradisional.
Detail daftar harga kuliner malam tradisional bisa Anda lihat di:
daftar harga kuliner malam Solo murah
.
Sate Buntel dan Olahan Bakar Tradisional
Selain makanan berkuah, kuliner malam Solo juga terkenal dengan menu bakaran tradisional. Salah satu yang paling dicari adalah sate buntel. Berbeda dengan sate biasa, sate buntel dibuat dari daging kambing cincang yang dibungkus lemak tipis, lalu dibakar perlahan.
Hasilnya adalah tekstur lembut, rasa gurih alami, dan aroma khas yang sangat menggugah selera. Dengan harga sekitar Rp25.000 per tusuk, sate buntel masih tergolong murah untuk kualitas yang ditawarkan.
Menu ini sering dipesan sebagai pendamping tengkleng atau gule, terutama saat makan bersama keluarga atau teman.
Area Kuliner Malam Tradisional di Solo yang Paling Ramai
Kuliner malam murah rasa tradisional di Solo tersebar di berbagai titik kota. Namun, ada beberapa area yang dikenal sebagai pusat keramaian kuliner malam:
Joglo dan Sekitarnya
Kawasan Joglo, termasuk Jalan Kolonel Sugiyono, dikenal sebagai salah satu pusat kuliner malam Solo. Banyak warung tengkleng, gule, dan sate kambing buka hingga larut malam di area ini.
Kampung Sewu
Kampung Sewu merupakan area legendaris yang dipenuhi pedagang kaki lima. Menu tradisional seperti nasi liwet, sego gule, dan soto mudah ditemukan di sini dengan harga terjangkau.
Sekitar Terminal dan Stasiun
Area sekitar Terminal Tirtonadi dan Stasiun Balapan juga menjadi pusat kuliner malam murah yang ramai, terutama bagi pendatang dan pelancong.
Panduan lengkap lokasi kuliner malam bisa dibaca di:
lokasi kuliner malam Solo murah
.
Kuliner Tradisional vs Kuliner Kekinian
Meskipun Solo kini dipenuhi kafe dan kuliner modern, banyak orang tetap memilih makanan tradisional untuk makan malam. Alasannya sederhana: rasa lebih akrab, harga lebih terjangkau, dan porsinya mengenyangkan.
Perbandingan lengkap antara dua gaya kuliner ini bisa Anda baca di:
kuliner malam Solo murah vs kekinian
.
Tips Menikmati Kuliner Malam Tradisional Solo
Agar pengalaman menikmati kuliner malam tradisional Solo semakin maksimal, perhatikan beberapa tips berikut:
- Datang saat jam ramai (19.00–22.00) untuk rasa terbaik
- Datang bersama teman agar bisa berbagi menu
- Jangan ragu mencoba menu murah seperti sego gule
- Siapkan uang tunai karena banyak warung tradisional belum cashless
Panduan lengkap bisa Anda baca di:
panduan menikmati kuliner malam Solo murah
.
Kesimpulan
Kuliner malam Solo murah dengan rasa tradisional adalah bukti bahwa kelezatan tidak selalu harus mahal atau modern. Tengkleng, gule, sate buntel, hingga sego gule Rp10.000 menjadi ikon yang terus hidup karena konsistensi rasa dan harga yang bersahabat.
Jika Anda ingin merasakan Solo yang sesungguhnya, maka menjelajahi kuliner malam tradisional adalah langkah yang tidak boleh dilewatkan.
