Kuliner Malam Ramadan Solo yang Tetap Hidup Setelah Tarawih
Di Solo, malam Ramadan tidak pernah benar-benar selesai saat salam terakhir tarawih diucapkan. Justru setelah jamaah keluar masjid, kota seperti membuka bab berikutnya. Lampu-lampu warung menyala lebih terang, kursi kembali ditarik, dan suara sendok bertemu mangkuk mulai terdengar lagi.
Banyak orang tidak langsung pulang. Sebagian ingin menutup hari dengan makanan hangat, sebagian lagi ingin memperpanjang obrolan. Karena itu kuliner malam Ramadan Solo selalu memiliki tempat khusus di hati warganya.
Jika Anda berbuka di area masjid, biasanya perjalanan malam berlanjut seperti yang kami ceritakan pada menu buka puasa dekat Masjid Zayed Solo — dari ibadah menuju meja makan.
Mengapa Lapar Datang Lagi Setelah Tarawih
Setelah berbuka dan beribadah, tubuh kembali aktif. Energi terpakai dan perut mulai memberi sinyal halus. Bukan lapar besar, tetapi lapar sosial — alasan untuk duduk lebih lama bersama orang terdekat.
Karena itu banyak keluarga dan rombongan melanjutkan malam seperti dibahas pada tempat bukber Solo menu kambing favorit dimana kebersamaan lebih penting daripada cepat pulang.
Gudeg Ceker Bu Kasno: Tengah Malam yang Dirindukan
Di kawasan Margoyudan, antrean sering mulai sebelum tengah malam. Gudeg ceker Bu Kasno terkenal buka hingga sahur. Manisnya tenang, cekernya lembut, dan suasananya terasa akrab.
Orang datang bukan hanya makan, tetapi menunggu — dan justru di situlah kenikmatan malam Solo.
Nasi Liwet Bu Wongso Lemu: Hangat yang Konsisten
Nasi liwet selalu terasa seperti rumah. Areh gurihnya mengalir pelan, suwiran ayamnya sederhana, namun justru itu yang membuat orang kembali.
Di Keprabon, banyak pengunjung datang setelah tarawih hanya untuk duduk santai sambil menikmati seporsi liwet hangat.
Soto Seger dan Sate Malam Hari
Beberapa orang tidak mencari camilan. Mereka mencari makan kedua. Soto Gading dan sate buntel Tambak Segaran sering menjadi pilihan karena tetap nyaman walau dimakan larut.
Bagi pecinta kambing, malam justru waktu terbaik. Anda bisa memahami alasannya pada kenapa tengkleng favorit buka puasa karena rasa hangatnya lebih terasa setelah udara mendingin.
Wedangan dan Susu Segar: Bab Santai
Ketika kenyang sudah cukup, Solo tidak berhenti. Wedangan mengambil alih suasana. Wedangan Gareng di Slamet Riyadi menyediakan nasi kucing dan sate-satean kecil yang menemani obrolan.
Sementara itu Susu Segar Shi Jack menjadi tujuan anak muda. Gelas hangat di tangan, cerita berjalan lebih panjang.
Pusat Kuliner Malam
Galabo selalu menjadi magnet malam. Berbagai makanan berkumpul dalam satu tempat. Anda tidak perlu memilih satu rasa — cukup berjalan beberapa langkah.
Bakmi Jawa Aroma Presiden juga menjadi tujuan tetap bagi yang ingin rasa klasik sebelum pulang.
Sebagian orang memilih makan ringan saja, sementara lainnya langsung berat, seperti dibahas pada menu berat atau ringan saat buka puasa sebelum menentukan tujuan malamnya.
Tempat Tenang Setelah Ramai
Ada juga pengunjung yang mencari suasana lebih santai. Beberapa warung memilih tetap menyala hingga larut agar tamu tidak tergesa.
Warung tengkleng bu jito dlidir memiliki lokasi parkir luas bahkan bus maupun elf bisa parkir. Di dalamnya tersedia mushola dan toilet sehingga rombongan dapat beristirahat nyaman.
Banyak tamu menutup malam dengan menikmati Sate kambing solo terkenal yang berbicara lembut lewat aroma yang tak sabar menyapa.
Informasi tempat & reservasi: WhatsApp 0822 6565 2222
Kenangan Malam Ramadan
Kuliner malam bukan hanya soal rasa. Ia menjadi penutup hari. Anak-anak mengantuk di kursi, orang tua berbicara pelan, dan kota berjalan lebih lembut.
Doa Untuk Anda
Semoga setiap langkah Anda di malam Ramadan membawa kebaikan.
Setiap makanan memberi kesehatan dan tenaga ibadah.
Semoga kebersamaan Anda selalu penuh barokah.
Dan ketika Anda pulang menjelang sahur, semoga hati tetap hangat seperti kuah yang baru saja Anda nikmati.
Warung tengkleng bu jito dlidir Pusat :
Instagram kami :
View this post on Instagram
