Hik Solo: Wisata Kuliner Tradisional yang Menyapa Malam. Di bawah langit malam Solo, ketika angin berbisik pelan dan lampu kota mulai menari, suara teki-teki panci serta bunyi cangkir kaca memanggil siapa saja yang lapar akan kehangatan. Itu bukan sekadar angkringan — itu adalah hik Solo, sang legenda malam yang tak pernah tidur.
Hik bukan sekadar tempat makan. Ia adalah narator cerita, mentor rasa, dan saksi bisu perjalanan malam setiap pelancong, pekerja malam, maupun warga lokal yang rindu kehangatan dalam setiap gigitan nasi kecil.
Apa Itu Hik?
Hik adalah warung makan sederhana khas Jawa, terutama Solo dan sekitarnya, yang buka di malam hari. Dalam bahasa Jawa, “hik” mengandung nuansa keramahan yang lembut — seperti ibu yang memanggil anaknya pulang dengan suara halus.
Berbeda dengan angkringan yang sering kali bernuansa lebih modern atau memiliki konsep yang lebih luas, hik Solo identik dengan kesederhanaan yang tak pernah kehilangan rasa. Ia adalah rumah kedua bagi para pecinta nasi kucing, wedang jahe, dan sate usus yang ingin berlabuh selepas lelah seharian.
Sejarah Hik di Solo
Dulu, hik lahir dari kebutuhan para pekerja malam yang pulang dari aktivitasnya. Belum ada restoran besar, belum ada cafe fancy — hanya sebuah warung kecil dengan cangkir kopi panas yang siap menyambut siapa pun.
Lama-kelamaan, hik tumbuh menjadi simbol kuliner malam Solo, menjadi saksi bisu obrolan panjang, pertemuan tak terduga, hingga cerita cinta yang lahir di bawah lampu senja.
Menu Khas yang Wajib Dicoba
Seperti maestro yang memainkan simfoni, setiap menu di hik Solo memainkan perannya sendiri:
- Nasi Kucing — porsi mungil berisi cita rasa besar, seperti senyum yang tiba-tiba meledak jadi tawa.
- Sate Usus & Sate Telur Puyuh — renyah menggoda, seperti ritme musik yang membuat kaki tak bisa diam.
- Gorengan — hangat, gurih, dan berdansa di lidah seperti sahabat lama yang datang berkunjung.
- Wedang Jahe — pelukan hangat untuk tenggorokan yang kering, seperti kata “tenang” dari suara orang tua.
- Kopi Hitam — pahit yang membelai, memberi tenaga baru setelah hari panjang.
Kalau Anda ingin tahu lebih dalam tentang **menu-menu budaya malam Solo lainnya**, jangan lupa kunjungi artikel kami tentang
Menu Wajib di Wedangan Solo.
Hik vs Angkringan: Saudara Berbeda Peran
Walau sering disamakan, hik dan angkringan sebenarnya seperti dua saudara yang lahir dari ibu yang sama — yaitu budaya makan malam Kota Solo — namun tumbuh dengan karakter berbeda.
- Hik adalah simbol tradisi: sederhana, ramah, dan fokus pada menu-menu klasik.
- Angkringan bisa jadi lebih modern atau bervariasi, terkadang punya live music atau konsep kekinian.
Untuk melihat perbandingan lengkapnya, Anda bisa membaca artikel
Perbedaan Hik dan Angkringan.
Rekomendasi Hik Favorit di Solo
Berikut ini adalah beberapa hik yang sering jadi tujuan kuliner malam warga Solo & wisatawan:
- Hik Legendaris Pak Slamet — sederhana dan kuat rasa tradisionalnya.
- Hik Bu Sumi — terkenal dengan gorengan hangat dan sambal racikan sendiri.
- Hik Tugu — buka sampai larut, cocok bagi pekerja malam dan pelancong.
- Hik Gajah Mada — suasana akrab, cocok ngobrol sampai pagi.
- Hik Gading — tempat murah meriah dengan menu yang nikmat dan porsinya pas.
Kalau Anda ingin mengeksplor pilihan tempat nongkrong lainnya, cek juga rekomendasi angkringan di artikel
Angkringan Populer di Solo.
Kapan Waktu Terbaik Menikmati Hik?
Hik Solo biasanya buka sore hingga tengah malam — bahkan beberapa sampai dini hari — seperti penjaga malam setia yang tak pernah tidur sebelum semua tamu terpuaskan.
Waktu terbaik untuk menikmatinya adalah setelah jam 19.00 — saat suasana mulai hidup, aroma makanan menggelitik, dan suasana menjadi hangat penuh percakapan.
Tips Supaya Pengalamanmu Maksimal
- Mampirlah dengan perut kosong — Anda akan lebih bisa menikmati setiap cita rasanya.
- Coba berbagai lauk kecil sebelum memilih favorit Anda.
- Nikmati kopi hitam hangat sambil berbincang dengan pemilik atau pengunjung lain — karena hik juga soal cerita.
Tambahkan Rasa Dalam Petualangan Kuliner Solo
Jika setelah menikmati malam di hik Solo Anda masih belum puas, saatnya bergeser ke cita rasa yang lebih “berani”: Warung Tengkleng Solo Dlidir.
Di sini, tengkleng dan gulai kambing berperan seperti maestro dalam orkestra rasa — kuahnya berlagu, dagingnya merdu, dan rempahnya bergetar di lidah. Ini adalah pengalaman kuliner yang tak sekadar makan, tapi juga menggetarkan memori rasa Anda.
Kunjungi juga artikel pilar utama kami
Wedangan Solo: Panduan Lengkap Angkringan, Hik, & Tempat Nongkrong Favorit
jika Anda ingin eksplor lebih banyak tempat makan khas Solo.
CTA – Ayo Jelajahi Kuliner Solo!
✨ Sudah siap menyambut malam dengan secangkir kopi dan nasi kecil yang penuh kenangan?
👉 Mulailah di hik Solo, lanjutkan ke angkringan favoritmu, lalu akhiri dengan kelezatan di Warung Tengkleng Solo Dlidir!
🍽️ Klik di sini untuk eksplor kuliner Solo lainnya:
tengklengsolo.com
