Kenapa Sate Buntel Jadi Menu Bukber Favorit di Solo? Ini Alasannya

Alasan Sate Buntel Jadi Menu Bukber Favorit di Solo

Setiap kota punya kebiasaan buka puasa sendiri. Ada yang identik dengan gorengan, ada yang identik dengan es buah, dan ada pula yang memilih nasi kotak agar praktis.

Namun Solo berbeda. Di sini, menjelang maghrib, asap arang tidak hanya mengepul — ia seperti memberi tanda bahwa hari hampir selesai. Dan di antara banyak aroma, satu bau selalu paling mudah dikenali: sate buntel.

Alasan Sate Buntel Jadi Menu Bukber Favorit di Solo

Karena itu tidak heran jika orang sering membuka panduan Sate Buntel Solo untuk bukber sebelum menentukan tempat berbuka. Bukan sekadar mencari lokasi, tapi memastikan suasananya cocok untuk berkumpul.

1. Rasanya Tidak Memburu, Tapi Mengajak Duduk

Banyak makanan enak membuat kita makan cepat. Sate buntel justru kebalikannya.

Dagingnya lembut, lemaknya tenang, dan bumbunya tidak meledak. Ia tidak mendorong Anda cepat kenyang, melainkan mengajak duduk lebih lama.

Inilah yang membuat sate buntel cocok untuk buka puasa bersama. Obrolan tidak terputus hanya karena makanan habis terlalu cepat.

Solo memang menyukai makanan yang memberi waktu — bukan yang menghabiskan waktu.

2. Cocok untuk Banyak Karakter Perut

Dalam satu meja bukber biasanya ada beberapa tipe orang:

  • Yang lapar berat
  • Yang ingin ringan dulu
  • Yang sensitif pedas
  • Yang fokus ngobrol

Sate buntel mampu diterima semuanya. Tidak terlalu pedas, tidak terlalu berat, dan tetap mengenyangkan.

Karena itu banyak orang memilih lokasi bukber di sekitar Masjid Zayed Solo agar setelah makan tetap nyaman melanjutkan ibadah.

3. Mudah Dibagi, Mudah Diterima

Sate buntel jarang dimakan sendirian. Biasanya satu tusuk dipotong dua, lalu berpindah piring.

Momen kecil ini justru membuat bukber terasa hangat. Karena makan bersama selalu lebih penting daripada porsi pribadi.

Di meja besar, makanan yang bisa dibagi selalu lebih cepat mencairkan suasana.

4. Aromanya Membuka Selera Setelah Seharian Puasa

Setelah hampir 13 jam berpuasa, perut tidak selalu siap menerima makanan berat. Kita butuh jembatan.

Dan sate buntel bekerja seperti salam pembuka.

Asapnya lembut, bumbunya ringan, dan gigitan pertama tidak mengejutkan perut.

5. Tradisi Lama yang Terus Dipertahankan

Solo bukan kota yang mudah mengganti kebiasaan. Yang enak dulu biasanya tetap enak sekarang.

Sate buntel sudah menemani banyak generasi saat Ramadhan — dari bukber sekolah, reuni kuliah, sampai buka puasa kantor.

6. Bisa Dipasangkan dengan Menu Lain

Di Warung Tengkleng Solo Dlidir, dapur tak sekadar memasak—ia berbisik lewat asap rempah.

Tengkleng kuah merangkul tulang hangat (Rp40.000/porsi). Rica-rica menari lebih berani (Rp45.000/porsi). Sate buntel dua tusuk mengunci rasa (Rp40.000). Sate kambing muda Solo lembut tiap gigitan (Rp30.000/porsi).

Untuk rombongan, kepala kambing + 4 kaki untuk 4–8 orang (Rp150.000) sering menjadi pusat meja.

Oseng Dlidir + tongseng + nasi + es jeruk paket hemat (Rp20.000) biasanya menyelamatkan ronde makan kedua.

Sego gulai malam hari (Rp10.000) hadir seperti penutup cerita.

7. Tidak Mengganggu Ibadah Malam

Banyak orang menghindari makanan terlalu berat saat bukber karena khawatir mengantuk saat tarawih.

Sate buntel cukup mengenyangkan tanpa membuat langkah berat. Karena itu sering dibandingkan dengan menu lain seperti dalam pembahasan sate buntel atau tengkleng untuk bukber.

Memilih Lokasi yang Tepat

Pada akhirnya rasa saja tidak cukup. Lokasi menentukan apakah semua orang bisa datang tanpa repot.

Karena itu banyak rombongan menentukan titik tengah berdasarkan area terbaik sate buntel di Solo sebelum menetapkan waktu bertemu.

Tempat dengan parkir luas (bus & elf), mushola, dan toilet bersih biasanya lebih dipilih karena fokus kenyamanan pengunjung.

Penutup

Pada akhirnya, sate buntel disukai bukan karena paling mewah, tetapi karena paling memahami suasana.

Semoga setiap langkah Anda menuju waktu berbuka dipenuhi kesehatan dan setiap kebersamaan membawa barokah bagi Anda dan keluarga.

Jika ingin menikmati bukber tanpa terburu, Anda bisa menghubungi WhatsApp 0822 6565 2222.

Baca juga: Sate kambing solo terkenal

Di Solo, makanan tidak hanya mengenyangkan. Ia mengingatkan orang untuk pulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *