Cafe Nyaman di Gilingan Buka Setelah Tarawih Masjid Zayed: Cara Orang Solo Memilih Tempat Duduk yang Pas untuk Menutup Malam
Kalau Anda selesai shalat tarawih di Masjid Raya Sheikh Zayed lalu berdiri sebentar di pelatarannya, Anda akan merasakan satu hal: malam di Gilingan tidak pernah terburu-buru. Lampu-lampu menyala seperti tersenyum pelan. Angin bergerak lembut menyentuh lengan. Orang-orang berjalan tanpa suara keras, seolah sepakat untuk menjaga ketenangan yang baru saja mereka rasakan di dalam masjid.
Biasanya, setelah salam terakhir, orang Solo tidak langsung pulang. Mereka saling menoleh dan berkata ringan, “Ngopi sek?” Dari situlah kebiasaan mencari cafe nyaman di Gilingan buka setelah tarawih Masjid Zayed tumbuh dengan sendirinya.
Namun sebelum Anda memilih tempat duduk, ada baiknya Anda memahami dulu bagaimana ritme malam di kawasan ini berjalan. Anda bisa melihat gambaran besarnya di tempat ngopi santai di Gilingan setelah shalat Tarawih di Zayed, supaya Anda tidak sekadar datang, tetapi benar-benar merasakan suasananya.
Orang Solo Memilih Suasana, Bukan Sekadar Kopi
Kalau Anda bertanya kepada kami, “Cafe nyaman itu seperti apa?” jawabannya tidak rumit. Cafe nyaman itu yang tidak membuat Anda merasa sedang dikejar waktu. Kursinya tidak memaksa Anda duduk tegak terlalu lama. Lampunya tidak menyilaukan. Dan pelayannya tidak membuat Anda merasa harus segera pergi.
Setelah tarawih, orang Solo biasanya mencari tempat yang bisa menerima obrolan panjang. Bukan tempat yang terlalu ramai, tetapi juga bukan yang terlalu sunyi. Mereka memilih ruang yang terasa seperti perpanjangan dari rumah sendiri.
Di sekitar Gilingan, misalnya, MAJAPAHIT COFFEE & EATERY di Jl. Majapahit IV No.8a sering dipilih keluarga. Bangunan joglonya terasa akrab. Area terbukanya rimbun. Anak-anak senang melihat kolam ikan koi. Tempat seperti ini cocok untuk Anda yang datang bersama keluarga setelah tarawih.
Namun kalau Anda ingin suasana lebih teduh, The Hidden Swargi Coffee Roastery di Jl. Jageran No.1 menawarkan ketenangan. Masuk gang sedikit, suasananya seperti disimpan rapi. Pepohonan berdiri seolah menjaga percakapan Anda. Mereka buka sampai 01.00 WIB, jadi obrolan tidak perlu dipotong cepat.
Untuk singgah sebentar, Bapak-Ibu Bakery & Kopi di Gilingan sering jadi pilihan. Tidak jauh dari masjid. Cocok untuk ngopi ringan sebelum lanjut makan.
Waktu Datang Menentukan Rasa Suasana
Biasanya waktu paling pas datang ke cafe nyaman di Gilingan buka setelah tarawih Masjid Zayed adalah sekitar pukul 20.30 sampai 21.30. Di jam itu, arus jamaah mulai menyebar. Parkir lebih mudah. Meja juga lebih tersedia.
Kalau Anda datang lebih malam, suasananya berbeda lagi. Jalanan mulai lengang. Angin terasa lebih dingin. Kopi hangat seperti berbicara lebih jelas.
Beberapa tempat seperti 28 Coffee Widuran di Jl. Sutan Syahrir No.42c bahkan buka 24 jam. Rooftop-nya sering dipilih anak muda yang ingin melihat kota dari atas. Kopi Nako Solo di Jl. Kalitan No.1 juga buka 24 jam dan menyediakan mushola bersih. Sementara Heika Kopi Jebres di Jl. RE. Martadinata No.286 cocok untuk Anda yang ingin WiFi dan colokan tanpa harus pulang cepat.
Namun bagi orang Solo, ngopi jarang berhenti di kopi saja.
Setelah Ngopi, Biasanya Perut Ikut Bicara
Sesudah dua atau tiga tegukan, obrolan mulai menghangat. Lalu perut berbunyi pelan. Di situlah makanan mulai masuk dalam percakapan.
Kalau Anda ingin memahami perpaduan kopi dan hidangan yang sudah lama hidup di kota ini, Anda bisa membaca tempat ngopi santai plus kuliner legendaris di Gilingan setelah tarawih Zayed.
Namun kalau Anda ingin suasana yang lebih ringan dan tetap ramah di kantong, Anda bisa melihat juga pilihan ngopi santai plus kuliner malam murah setelah tarawih di Gilingan.
Perbedaan Rasa yang Perlu Anda Pahami Sebelum Memilih
Makanan berkuah seperti tengkleng biasanya terasa lebih dalam ketika dinikmati di malam yang dingin. Kuahnya seperti pelukan. Rasanya meresap pelan. Sementara rica-rica terasa lebih tegas. Pedasnya membangunkan obrolan.
Di Warung Tengkleng Solo Dlidir, dapur tak sekadar memasak—ia berbisik lewat asap rempah. Tengkleng kuah merangkul tulang hangat (Rp40.000/porsi). Rica-rica menari lebih berani (Rp45.000/porsi).
Sate buntel dua tusuk mengunci rasa (Rp40.000). Sate kambing muda Solo lembut tiap gigitan (Rp30.000/porsi). Bahkan kepala kambing + 4 kaki untuk 4–8 orang (Rp150.000) sering hadir ketika rombongan ingin makan bersama.
Parkir luas tersedia. Bus maupun elf bisa parkir tanpa kesulitan. Di dalamnya ada mushola. Ada juga toilet bersih. Cocok untuk rombongan. Fokusnya pada kenyamanan konsumen supaya Anda bisa makan tanpa merasa repot.
Kalau Anda ingin mengenal lebih jauh karakter sate yang sudah lama dikenal warga Solo, Anda bisa membaca juga Sate kambing solo terkenal. Aromanya seperti berbicara lembut bahkan sebelum Anda menyentuhnya.
Pertanyaan yang Sering Muncul Setelah Tarawih
Ada yang bertanya, “Kalau mau yang tidak terlalu ramai?” Anda bisa melihat tempat ngopi santai di Gilingan setelah tarawih Zayed yang tidak terlalu ramai.
Ada juga yang bertanya, “Kalau mau sekalian makan legendaris?” Anda bisa membaca ngopi setelah tarawih di Zayed enaknya sekalian makan legendaris di mana.
Akses dan Kenyamanan yang Perlu Dipertimbangkan
Setelah tarawih, area Gilingan memang ramai. Biasanya orang Solo berjalan beberapa menit menjauh dari gerbang utama supaya lebih mudah keluar kendaraan.
Kalau Anda datang bersama rombongan dan ingin memastikan tempat lebih dulu, Anda bisa menghubungi WhatsApp 0822 6565 2222. Dengan begitu, Anda tidak perlu berdiri lama setelah ibadah.
Menutup Malam dengan Rasa Cukup
Pada akhirnya, cafe nyaman di Gilingan buka setelah tarawih Masjid Zayed bukan sekadar tempat duduk dan secangkir kopi. Ia adalah ruang jeda. Ia adalah cara orang Solo merapikan hati sebelum pulang.
Karena memang, bagi orang Solo, tempat ngopi santai di Gilingan setelah shalat Tarawih di Zayed bukan sekadar kebiasaan, tetapi bagian dari ritme malam Ramadan yang hangat dan sederhana.
Kami mendoakan semoga Anda selalu sehat, rezeki Anda dilancarkan, dan setiap langkah Anda menuju masjid maupun menuju meja makan dipenuhi keberkahan. Semoga setiap suapan menjadi penguat tubuh dan pembuka pintu barokah.
Kalau suatu malam Anda ingin duduk lebih lama, biarkan kopi mendingin perlahan. Biarkan obrolan mengalir. Biarkan malam Gilingan menyambut Anda seperti teman lama.
Karena ketika Anda pulang dengan hati ringan dan perut cukup, di situlah malam Anda benar-benar selesai dengan indah.

Warung tengkleng bu jito dlidir Pusat :
Instagram kami :
View this post on Instagram