Bukber Keluarga Hidden Gem Solo: Kuliner Malam Solo Murah Meriah yang Jarang Diketahui
Kalau Anda bertanya, “Kalau orang Solo biasanya bukber itu seperti apa?” maka jawabannya tidak langsung soal menu. Biasanya kami akan menjawab dengan cerita. Karena di Solo, buka bersama itu bukan acara makan besar-besaran. Ia lebih mirip reuni kecil yang datang setiap tahun, mengetuk pintu kenangan, lalu duduk manis di meja panjang.
Sejak dulu, kebiasaan warga Solo saat Ramadan memang sederhana. Menjelang magrib, orang-orang mulai melambat. Pedagang menata meja. Anak-anak mandi lebih cepat. Ibu-ibu menyiapkan minum manis di rumah. Namun ketika keluarga besar sepakat untuk bukber di luar, suasananya berbeda. Ada rasa menunggu yang hangat.
Orang Solo Tidak Suka Ribet Saat Bukber
Biasanya grup keluarga mulai ramai seminggu sebelum hari H. Ada yang mengusulkan tempat, ada yang bertanya parkirnya bagaimana, ada yang mengingatkan jangan terlalu mahal. Karena itu, konsep bukber keluarga hidden gem Solo kuliner malam murah meriah selalu dicari.
Bukan karena ingin tempat tersembunyi, tetapi karena ingin suasana yang tenang dan tidak terlalu gaduh. Orang Solo cenderung menghindari tempat yang terlalu mencolok. Mereka lebih memilih lokasi yang nyaman, cukup luas, dan tidak membuat orang tua kelelahan berjalan jauh dari parkiran.
Kalau Anda ingin memahami gambaran besarnya tentang bagaimana kebiasaan kuliner malam di kota ini terbentuk, kami sudah menuliskannya di halaman kuliner malam Solo murah meriah hidden gem bukber keluarga. Di sana Anda bisa melihat bagaimana malam di Solo bergerak pelan namun pasti.
Momen Menjelang Magrib: Kota Seperti Menahan Napas
Menjelang azan, suasana berubah. Jalanan masih ramai, tetapi orang-orang mulai fokus pada waktu. Anak kecil duduk lebih tenang. Gelas minum sudah terisi. Kurma diletakkan di tengah meja.
Biasanya keluarga memilih datang lebih awal supaya tidak tergesa. Mereka memesan minum dulu. Setelah itu, obrolan ringan mengalir. Ada yang membahas pekerjaan, ada yang menanyakan kabar sekolah, ada pula yang sekadar bercanda soal siapa yang paling telat datang.
Bukber keluarga hidden gem Solo kuliner malam murah meriah terasa pas ketika tempatnya memungkinkan semua duduk satu baris panjang. Karena bagi orang Solo, duduk terpisah meja itu rasanya kurang afdal.
Setelah Azan: Hangat yang Datang Bersamaan
Begitu azan berkumandang, semua berubah cepat namun tetap tertib. Air putih diminum lebih dulu. Kurma disentuh pelan. Lalu makanan mulai bergerak dari dapur ke meja.
Tengkleng kuah merangkul tulang hangat (Rp40.000/porsi) sering menjadi pembuka percakapan. Kuahnya seperti memeluk perut yang seharian kosong. Sementara itu, rica-rica menari lebih berani (Rp45.000/porsi) datang membawa semangat baru di tengah meja.
Kalau rombongan lebih besar, biasanya ada yang memesan kepala kambing + 4 kaki untuk 4–8 orang (Rp150.000). Bukan untuk pamer, tetapi supaya semua bisa berbagi. Karena berbagi lauk itu sudah jadi kebiasaan lama di kota ini.
Di Warung Tengkleng Solo Dlidir, dapur tak sekadar memasak—ia berbisik lewat asap rempah. Kami sering melihat bagaimana keluarga yang awalnya datang dengan wajah lelah, pulang dengan senyum ringan.
Waktu Terbaik Bukber Menurut Kebiasaan Warga Lokal
Biasanya warga Solo memilih hari kerja menjelang akhir Ramadan untuk bukber keluarga besar. Karena akhir pekan sering dipenuhi rombongan dari luar kota. Namun kalau Anda memang ingin suasana lebih ramai dan hidup, akhir pekan justru menghadirkan warna berbeda.
Selain itu, habis hujan adalah waktu yang istimewa. Udara menjadi lebih dingin. Kuah panas terasa lebih dalam. Sego gulai malam hari (Rp10.000) sering terasa lebih nikmat ketika hujan baru saja reda.
Sore menjelang malam juga menjadi momen yang pas untuk rombongan komunitas. Tempat dengan parkir luas—bahkan bus dan elf bisa masuk—biasanya jadi pilihan. Karena kenyamanan kendaraan sama pentingnya dengan kenyamanan duduk.
Untuk pilihan tempat kuliner malam yang cocok untuk keluarga besar, Anda juga bisa membaca tempat kuliner malam Solo murah meriah untuk keluarga besar. Di sana kami bercerita bagaimana warga memilih ruang yang cukup lega untuk berkumpul.
Bukber Itu Tentang Ruang yang Memberi Tenang
Orang Solo jarang merasa nyaman di tempat yang terlalu sempit. Karena itu, mushola menjadi pertimbangan penting. Setelah makan, sebagian ingin langsung salat isya dan tarawih. Toilet bersih juga bukan sekadar fasilitas tambahan, tetapi bentuk penghargaan pada tamu.
Tempat yang cocok rombongan biasanya tidak banyak aturan rumit. Anak kecil tetap bisa bergerak. Orang tua bisa duduk lebih lama tanpa merasa diusir waktu.
Kalau Anda ingin suasana yang dekat dengan kawasan Masjid Zayed, kami juga membahasnya di hidden gem kuliner malam Solo murah dekat Masjid Zayed. Karena setelah tarawih, biasanya orang tidak langsung pulang. Mereka mencari makan ringan atau sekadar minum hangat.
Makanan Datang Setelah Suasana Terbangun
Sate buntel dua tusuk mengunci rasa (Rp40.000) sering menjadi teman cerita yang tidak pernah salah waktu. Sementara sate kambing muda Solo lembut tiap gigitan (Rp30.000/porsi) lebih sering dipesan oleh mereka yang ingin makan tanpa terlalu berat.
Bahkan paket sederhana seperti oseng Dlidir + tongseng + nasi + es jeruk paket hemat (Rp20.000) sering menjadi pilihan anak muda yang ikut bukber keluarga. Mereka ingin hemat, tetapi tetap ikut duduk lama di meja.
Kalau Anda penasaran dengan kebiasaan warga Solo memilih restoran malam di area utara kota, Anda bisa membaca rekomendasi restoran malam Solo murah area Solo Utara dan sekitar Zayed. Karena tiap wilayah punya ritme yang sedikit berbeda.
Bukber yang Tidak Terasa Berat di Kantong
Kuliner malam Solo murah meriah selalu dicari karena keluarga datang dengan jumlah tidak sedikit. Harga yang bersahabat membuat orang bisa menambah menu tanpa rasa cemas.
Namun murah di sini bukan berarti seadanya. Ia tetap menjaga rasa, tetap menjaga kenyamanan, dan tetap menjaga suasana.
Kalau Anda ingin memastikan tempat cukup untuk rombongan atau sekadar bertanya suasana malam ini seperti apa, Anda bisa menghubungi WhatsApp 0822 6565 2222. Biasanya kami menjawab dengan santai, seperti menjawab pesan teman lama.
Dan kalau Anda ingin mengenal lebih jauh tentang Sate kambing solo terkenal, Anda bisa membacanya juga. Karena sate selalu punya cerita sendiri di meja makan orang Solo.
Penutup: Bukber Itu Tentang Pulang yang Dipercepat
Pada akhirnya, bukber keluarga hidden gem Solo kuliner malam murah meriah bukan soal seberapa banyak menu yang terhidang. Ia tentang bagaimana orang-orang yang jarang bertemu bisa duduk berdekatan lagi.
Kami percaya setiap meja yang terisi membawa doa. Semoga Anda dan keluarga selalu diberi kesehatan. Semoga setiap kebersamaan saat berbuka menjadi jalan datangnya rezeki yang lancar dan barokah.
Kalau suatu sore Anda ingin merasakan Ramadan seperti warga lokal, datanglah lebih awal. Duduklah lebih lama. Biarkan malam Solo menyambut Anda dengan cara yang sederhana, tetapi hangatnya terasa lama.
Warung tengkleng bu jito dlidir Pusat :
Instagram kami :
View this post on Instagram
