Menu Buka Puasa Favorit Orang Solo: Rasa yang Selalu Pulang Saat Adzan
Di Solo, waktu berbuka jarang terasa terburu-buru. Justru beberapa menit sebelum adzan, kota seperti menarik napas panjang. Sendok sudah siap, minuman sudah di depan mata, tetapi semua menunggu satu suara yang sama. Dan ketika adzan datang, makanan bukan sekadar pengganjal perut — ia menjadi bagian dari suasana.
Itulah mengapa menu buka puasa favorit orang Solo tidak selalu yang paling mahal atau paling ramai dibicarakan. Biasanya justru yang paling akrab. Yang rasanya seperti pernah Anda kenal bahkan sebelum mencicipinya.
Jika Anda mengikuti alur perjalanan berbuka di kota ini, biasanya dimulai dari berburu jajanan sore lalu berakhir di meja makan. Banyak orang memulainya dari pasar takjil Solo, kemudian mencari tempat makan utama seperti yang dibahas di tempat buka puasa Solo.
Kenapa Menu Hangat Selalu Dicari
Perut kosong seharian tidak benar-benar meminta banyak. Ia hanya meminta hangat. Karena itu, makanan berkuah selalu menang saat maghrib. Kuah memberi rasa aman, sementara uapnya seperti menenangkan.
Kami sering melihat satu meja memesan menu berbeda tetapi suasananya sama. Semua makan pelan. Semua berbicara lembut.
Ketika Tengkleng Menjadi Bahasa Ramadhan
Ada satu menu yang selalu kembali tiap tahun: tengkleng. Bukan karena tren, tetapi karena kebiasaan.
Di Warung Tengkleng Solo Dlidir, dapur tak sekadar memasak—ia berbisik lewat asap rempah. Banyak pengunjung datang bukan karena lapar berat, tetapi karena ingin berbuka dengan rasa yang familiar.
Sesekali pengunjung membuka halaman Sate kambing solo terkenal sebelum memesan. Bukan ragu, hanya memastikan malamnya akan nyaman.
Lokasi dengan parkir luas memudahkan keluarga datang bersama. Bahkan bus maupun elf bisa parkir. Di dalam tersedia mushola, juga toilet bersih, sehingga rombongan bisa berbuka tanpa repot berpindah tempat.
Menu yang Tidak Pernah Sepi
Selain kuah hangat, menu bakaran juga punya tempat sendiri. Aroma arang seperti mengingatkan bahwa berbuka adalah perayaan kecil.
Beberapa orang melengkapi malamnya dengan membaca rekomendasi wedangan malam Ramadhan Solo atau mencari jajanan tradisional dalam takjil legendaris Solo bulan puasa.
Berbuka Tidak Pernah Sendiri
Ramadhan membuat meja makan jarang terisi satu orang. Selalu ada teman, keluarga, atau rekan kerja. Dan ketika tempat makan menyediakan ruang nyaman, orang tidak merasa hanya menjadi pelanggan, tetapi menjadi tamu.
Penutup
Jika suatu sore Anda ingin berbuka tanpa tergesa, datanglah lebih awal, duduk pelan, dan biarkan adzan datang sendiri.
Untuk informasi atau reservasi, Anda dapat menghubungi WhatsApp 0822 6565 2222.
Semoga setiap hidangan yang Anda nikmati membawa kesehatan dan keberkahan. Aamiin.
Warung tengkleng bu jito dlidir Pusat :
Instagram kami :
View this post on Instagram
