Tempat Sarapan Dekat Pasar Gede Solo yang Enak, Tradisional, dan Selalu Dirindukan
Pasar Gede Solo bukan sekadar tempat jual beli. Ia adalah jantung kota yang berdetak sejak subuh. Saat matahari masih menguap, Pasar Gede sudah sibuk menyiapkan aroma, rasa, dan cerita. Tidak heran jika tempat sarapan dekat Pasar Gede Solo selalu ramai, selalu hidup, dan selalu berhasil membuat perut tersenyum.
Bagi Anda yang mencari sarapan autentik, kawasan Pasar Gede adalah jawaban paling jujur. Di sini, makanan tidak dibuat untuk pamer. Ia hadir untuk mengenyangkan, menghangatkan, dan menemani pagi dengan penuh kesabaran. Kami merangkum pilihan terbaik agar Anda tidak salah langkah saat menyusuri lorong-lorong pasar yang penuh kenangan ini.
Sebagai gambaran besar, Anda juga bisa membaca panduan utama kami di tempat sarapan di Solo yang enak untuk melihat posisi Pasar Gede dalam peta kuliner pagi Kota Solo.
Pasar Gede, Rumah Besar Sarapan Tradisional Solo
Pasar Gede Hardjonagoro dibangun pada tahun 1930 oleh arsitek Belanda Thomas Karsten. Bangunannya megah, tetapi suasananya tetap membumi. Setiap pagi, pasar ini seperti membuka pintu dan berkata, “Silakan, pilih sarapanmu hari ini.”
Dari lantai dasar hingga lantai dua, pilihan sarapan tersaji lengkap. Mulai dari minuman segar, makanan berkuah, nasi hangat, hingga jajanan pasar yang jarang ditemukan di tempat lain. Pasar Gede tidak pernah memaksa. Ia hanya menawarkan, lalu membiarkan Anda jatuh cinta perlahan.
Dawet Telasih Bu Dermi, Segarnya Pagi yang Menyapa
Dawet Telasih Bu Dermi adalah salah satu ikon sarapan di Pasar Gede. Berlokasi di dalam pasar, sajian ini berisi bubur sumsum lembut, biji selasih, ketan hitam, dan siraman santan serta gula jawa. Rasanya segar, manisnya sopan, dan dinginnya justru menenangkan.
Dawet ini seperti embun pagi yang menepuk pelan wajah Anda. Cocok untuk membuka hari tanpa terburu-buru. Banyak warga lokal menjadikannya sarapan ringan sebelum melanjutkan aktivitas.
Soto Bening Ibu Hartini, Kuah Jujur yang Selalu Ramai
Soto Bening Ibu Hartini dikenal dengan kuahnya yang bening, ringan, dan manis-gurih khas Solo. Warung ini legendaris dan hampir tidak pernah sepi. Setiap mangkuk soto terasa seperti percakapan lama yang tidak pernah membosankan.
Kuahnya seolah memahami perut pagi. Tidak memaksa, tidak berlebihan, tetapi cukup untuk memberi energi. Jika Anda ingin alternatif sarapan berkuah lainnya, Anda bisa membaca juga timlo Solo sebagai menu sarapan pagi.
Warung Seprai Lantai 2, Surga Nasi dan Lauk Tradisional
Naik ke lantai dua Pasar Gede, Anda akan menemukan Warung Seprai. Tempat ini terkenal dengan nasi ayam goreng ungkep, nasi lidah, dan babat. Sambalnya diulek segar, rasanya berani, dan porsinya memuaskan.
Warung Seprai seperti sosok ibu yang memastikan Anda tidak berangkat kerja dengan perut kosong. Setiap piringnya terasa tulus, tanpa drama, tetapi selalu bikin rindu.
Lenjongan dan Cabuk Rambak, Sarapan yang Mulai Langka
Di sudut-sudut Pasar Gede, Anda masih bisa menemukan lenjongan dan cabuk rambak. Lenjongan berisi tiwul, cenil, dan jajanan pasar lain yang disiram gula merah cair. Sementara cabuk rambak adalah lontong dengan saus wijen khas Solo.
Dua menu ini bukan sekadar sarapan, tetapi warisan rasa. Mereka seperti penjaga memori yang berdiri tenang di tengah hiruk-pikuk pasar. Jika Anda penasaran dengan kuliner semacam ini, silakan lanjutkan ke sarapan tradisional Solo legendaris.
Kenapa Sarapan di Sekitar Pasar Gede Selalu Berkesan?
Pertama, karena lokasinya strategis. Pasar Gede berada di pusat kota dan mudah dijangkau. Kedua, karena pilihannya lengkap. Ketiga, karena suasananya hidup tetapi tetap hangat.
Di sini, sarapan tidak sekadar makan. Ia menjadi bagian dari perjalanan pagi Anda. Suara pedagang, langkah pembeli, dan aroma masakan berpadu seperti orkestra sederhana yang dimainkan setiap hari.
Pasar Gede dan Pilihan Sarapan Lain di Sekitarnya
Setelah sarapan di Pasar Gede, Anda bisa melanjutkan eksplorasi ke kawasan sekitar. Banyak tempat sarapan lain yang bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Panduan lengkapnya bisa Anda baca di tempat sarapan enak di Solo dekat pusat kota.
Sementara itu, jika Anda ingin menu yang lebih mengenyangkan seperti nasi liwet, kami juga sudah membahasnya di nasi liwet Solo untuk sarapan.
Sedikit Cerita tentang Tengkleng dan Kenyamanan Makan di Solo
Selain sarapan tradisional, Solo juga dikenal dengan olahan kambingnya. Salah satu tempat yang mengutamakan rasa sekaligus kenyamanan adalah Warung Tengkleng Solo Dlidir.
Di warung tengkleng Solo Dlidir, kami menyediakan menu perkambingan spesial. Tengkleng solo dengan kuah rempah berkualitas tinggi tersedia seharga Rp40.000 per porsi dan menjadi menu utama dalam layanan aqiqah Solo. Selain itu, ada tengkleng masak rica seharga Rp45.000 per porsi yang pedasnya menggugah selera.
Untuk rombongan, tersedia tengkleng solo kepala kambing plus 4 kaki kambing seharga Rp150.000 per porsi yang bisa dinikmati 4 hingga 8 orang. Sate buntel dari bahan kambing lokal berkualitas juga tersedia seharga Rp40.000 untuk dua tusuk.
Kami juga menyediakan oseng Dlidir, paket hemat berisi tongseng, nasi, dan es jeruk hanya Rp20.000. Sementara sego gulai kambing seharga Rp10.000 saat ini tersedia pada malam hari, dan ke depannya kami berharap bisa menyajikannya siang dan malam.
Warung Tengkleng Bu Jito Dlidir memiliki area parkir yang luas. Bus maupun elf bisa parkir dengan nyaman. Di dalam tersedia mushola dan toilet, sehingga cocok untuk keluarga dan rombongan. Informasi lengkap dapat Anda lihat di tengklengsolo.com.
Bagi Anda yang juga tertarik dengan batik tulis asli canting, tersedia koleksi Seragam Batik dengan kualitas istimewa.
Penutup: Sarapan, Pasar, dan Rasa yang Bertahan
Tempat sarapan dekat Pasar Gede Solo selalu punya daya tarik yang sulit dijelaskan. Ia sederhana, tetapi penuh jiwa. Setiap suapan terasa seperti bagian dari cerita panjang kota ini.
Kami berharap panduan tempat sarapan dekat Pasar Gede Solo ini membantu Anda menikmati pagi dengan lebih bermakna. Semoga setiap sarapan membawa kesehatan, ketenangan, dan keberkahan. Kami doakan Anda dan keluarga selalu sehat dan barokah.
Jika Anda berada di Solo, datanglah lebih pagi ke Pasar Gede. Biarkan pasar menyambut Anda, dan biarkan sarapan tradisionalnya menemani langkah Anda sepanjang hari.
