Review Pengunjung Dimsum Uma Yum Cha Pasar Gede Solo

Review Dimsum Uma Yum Cha Pasar Gede: Ulasan Rasa, Suasana, & Tips Pengunjung.

Kalau aroma kukusan dimsum punya suara, mungkin ia akan bernyanyi saat anda naik ke lantai dua Pasar Gede Solo. Begitu sampai di Dimsum Uma Yum Cha, uap hangat dari kukusan seolah memperkenalkan diri: “Ayo duduk, sini dicicipi…”
Dan dari gigitan pertama, review dari pengunjung pun bermunculan — mulai dari yang kagum sampai yang tak sabar antre lagi.

Review Dimsum Uma Yum Cha Pasar Gede

Kesan Umum & Suasana di Uma Yum Cha

Menurut banyak pengunjung, Uma Yum Cha di Pasar Gede itu ibarat oase kecil di tengah keramaian pasar. Tempatnya sederhana, tapi ramah — seperti sahabat lama yang menyambut setiap orang tanpa pilih kasih. Anda bisa melihat pemandangan jalan dari lantai dua sambil menyantap dimsum panas yang baru keluar dari kukusan.

Banyak review menyebutkan bahwa suasana tempat ini ramai namun hangat, penuh dengan bunyi tawa dan obrolan santai pengunjung yang saling membandingkan gigitan siomay, hakau, atau bakpao sambil sesekali menyesap minuman ringan.

Rasa & Porsi Dimsum: Apa Kata Pengunjung?

Secara rasa, banyak yang mengatakan dimsum di Uma Yum Cha punya keseimbangan yang pas: tidak terlalu berat, tidak terlalu hambar, dan tetap juicy di setiap gigitan — terutama pada menu seperti siomay udang yang menjadi favorit banyak orang.

Ukuran tiap dimsum cenderung lebih besar dari yang dibayangkan untuk harga yang murah meriah, dan teksturnya empuk serta mudah dikunyah — membuat banyak pengunjung puas bahkan setelah beberapa porsi. Beberapa orang pun sempat menyebut, sekali datang rasanya ingin pesan lagi sebelum meninggalkan tempat ini!

Harga yang “Bikin Senyum” & Antrean yang Menantang

Satu hal yang sering muncul di review pengunjung adalah soal harga. Dimsum Uma Yum Cha dikenal sangat terjangkau — sekitar Rp 3.000 per potong — sehingga banyak yang bilang, “Rasanya enak, harganya ramah, cocok buat isi perut sebelum lanjut jelajah kuliner.”

Tapi jangan heran jika pada jam makan siang atau akhir pekan tempat ini bisa cukup ramai. Beberapa pengunjung bahkan harus antre dulu untuk pesan, lalu ambil nomor antrian supaya tidak kehabisan sebelum dimsum kembali keluar dari kukusan.

Tips Berdasarkan Pengalaman Pengunjung

  • Datang pagi atau di luar jam ramai — untuk menghindari antre panjang dan bisa langsung nikmati dimsum panas.
  • Minta nomor antrean — supaya pesanan anda tidak “tenggelam” oleh gelombang pengunjung lain.
  • Pilih take-away jika tempat duduk penuh — area makan bisa cepat penuh di jam puncak.

Dimsum Uma Yum Cha dalam Wisata Kuliner Pasar Gede

Kalau anda sedang menyusun rencana Pasar Gede Solo Food Tour, Dimsum Uma Yum Cha jadi salah satu yang layak dicatat dalam jadwal. Ia seperti jeda manis (meskipun bukan manis rasanya) di antara khasanah rasa Pasar Gede, dari Dawet Selasih yang menyegarkan sampai jajanan tradisional lain yang menggugah.

Setelah puas mencicipi dimsum dan lanjut ke kuliner hits lainnya di kuliner hits Pasar Gede Solo, perut anda mungkin akan meminta hidangan yang lebih “berani”. Nah, kami juga memiliki warung tengkleng solo yang pas untuk mengakhiri rangkaian kuliner dengan rasa rempah hangat dan daging empuk yang memuaskan.

Kesimpulan Review Dimsum Uma Yum Cha Pasar Gede

Singkatnya: Dimsum Uma Yum Cha Pasar Gede adalah rekomendasi yang layak dicoba kalau anda ingin mencicipi dimsum lokal dengan suasana santai dan harga bersahabat.
Suasana hangat, rasa yang memuaskan, dan pengalaman antre yang menyeruput uap panas kukusan adalah bagian dari cerita kuliner yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Pasar Gede Solo.

Selamat menikmati dimsum Uma Yum Cha — biar setiap gigitan jadi kenangan kuliner yang tersimpan manis (walau bukan manis rasanya!).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *