Wedangan Buka Malam di Solo, Cocok Buat Nongkrong

Wedangan Malam Solo: Ketika Kota Tak Pernah Tidur dan Rasa Mulai Bicara.

Di Solo, malam adalah panggung. Ketika matahari beringsut, lampu-lampu menyalakan senyum, dan jalanan mulai bernafas pelan—itu saatnya wedangan malam berdiri bak maestro yang memandu orkestra rasa. Wedangan malam di Solo bukan sekadar tempat makan, tapi sahabat bicara, guru cerita, dan peluk hangat setelah hari panjang.

Wedangan Malam Solo

Malam berubah jadi tempat penuh kemungkinan: obrolan tanpa henti, cangkir kopi yang mengepul seperti awan kecil, aroma nasi kucing yang menggoda, serta tawa yang bergaung di setiap sudut jalan. Artikel ini akan membawa kamu menyusuri sisi lain dari budaya kuliner Solo — wedangan malam yang bikin malam terasa sempurna.

Apa Itu Wedangan Malam Solo?

Wedangan malam adalah warung makan yang buka sore hingga larut malam (beberapa bahkan sampai dini hari). Ia adalah oasis untuk mereka yang lapar akan cita rasa namun juga lapar bicara. Wedangan malam bukan sekadar tempat untuk makan — ia adalah ruang sosial yang hidup.

Wedangan malam bisa berupa angkringan sederhana di trotoar atau tempat yang sedikit lebih “berpakaian” dengan lampu temaram, suara musik kecil, dan kursi yang seolah memanggilmu untuk duduk lebih lama.

Kalau kamu ingin mengenal lebih jauh apa itu budaya makan malam di Solo, artikel pilar kami bisa jadi awal yang tepat:
Budaya Wedangan Solo: Ketika Kopi, Cerita & Malam Menjadi Satu.

Mengapa Wedangan Malam Begitu Diminati?

Wedangan malam bukan sekadar tempat makan murah. Ia seperti guru yang berbicara lewat rasa dan suasana. Ada alasan kuat kenapa orang Solo (dan wisatawan) rela duduk berjam-jam membiarkan malam menari di hadapan mereka:

  • Suasana hangat yang membuat siapa pun merasa diterima.
  • Harga bersahabat — cocok untuk mahasiswa, pekerja malam, hingga keluarga.
  • Menu sederhana namun menggugah — nasi kucing, sate usus, gorengan, kopi panas.
  • Ruang sosial — tempat cerita lahir, tawa bertukar, obrolan tak berujung.
  • Fleksibel waktu — bisa jadi makan malam, camilan malam, hingga sarapan awal pagi.

Wedangan malam seperti sahabat yang tidak pernah menilai, tapi selalu menyambut.

Menu Wedangan Malam yang Wajib Dicoba

Malam di Solo punya suara sendiri, dan suara itu dibawakan oleh menu-menu wedangan yang tak pernah salah. Berikut adalah daftar menu yang wajib kamu coba:

🍵 Kopi Hitam

Kopi hitam adalah paspor rasa wedangan. Pahitnya merangkul lidah seperti cerita lama yang tak pernah hilang. Biasanya disajikan panas, kopi hitam adalah teman setia saat obrolan mulai mendalam atau saat kamu menatap malam yang penuh misteri.

🍵 Wedang Jahe

Wedang jahe seperti pelukan hangat dari malam yang dingin. Jahe yang mengepul—beraroma khas—adalah cara wedangan mengatakan, “Santai saja, nikmati malam.”

🍚 Nasi Kucing

Nasi kucing adalah ikon paling legendaris dari wedangan malam Solo. Porsinya kecil, tapi rasa dan kenangan yang dibawa besar. Dipadu dengan sambal khas, nasi kucing seperti bisikan klasik yang selalu ingin diulang.

🍢 Sate Usus & Sate Telur Puyuh

Sate usus renyah seperti dentingan musik kecil saat digigit. Dipadu dengan telur puyuh yang lembut, mereka seakan menciptakan duet rasa yang tak terlupakan.

🍟 Gorengan

Gorengan adalah pesta kecil yang tersembunyi di malam. Tahu isi, tempe, bakwan, ubi, dan singkong — semuanya bersuara “krispi” seperti tepuk tangan kecil di lidah.

🥘 Oseng-oseng

Oseng-oseng bukan sekadar lauk. Ia adalah paduan gurih, manis, dan sedikit pedas — sebuah simfoni rasa yang membuat malam terasa hidup.

Untuk daftar menu lengkap dan penjelasan yang lebih rinci, kamu bisa lihat artikel
Menu Wedangan Solo.

Tempat Wedangan Malam yang Wajib Dikunjungi di Solo

Solo punya banyak spot wedangan malam yang siap menyapa kamu. Setiap tempat punya karakter sendiri. Ada yang klasik, ada yang modern, dan ada yang menyuguhkan suasana hangat seperti rumah.

  • Wedangan Mbah Wiryo — legenda malam Solo, ramah dan penuh cerita.
  • Wedangan Pendhopo — suasana klasik dengan bangku kayu yang mengundang bicara.
  • Angkringan Omah Semar — modern tapi tetap ramah pada selera tradisional.
  • Wedangan Nala Gareng — tempat yang sering jadi jujugan anak muda dan keluarga.
  • Angkringan Ngopi (Angop) — kopi dan nasi kucing berpadu jadi duet nikmat.

Untuk referensi lebih lengkap mengenai lokasi-lokasi wedangan populer, cek artikel:
Angkringan Populer di Solo.

Jam Operasional Wedangan Malam

Wedangan malam umumnya buka sore — sekitar pukul 18.00 — hingga larut malam. Beberapa bahkan buka sampai dini hari, terutama saat akhir pekan atau musim libur. Maka tak heran jika wedangan malam terasa seperti oase yang tak pernah tidur di tengah kota Solo yang selalu berdenyut.

Wedangan malam adalah tempat di mana cerita tak punya batas waktu.

Wedangan Murah & Kenyamanan Konsumen

Wedangan malam di Solo tidak hanya murah, tetapi juga memperhatikan kenyamanan pengunjung. Banyak tempat wedangan yang menyediakan:

  • Bangku & meja bersih yang ramah pengunjung.
  • Penerangan temaram yang hangat, bukan menyilaukan.
  • Area parkir untuk kendaraan kecil maupun rombongan.
  • Toilet bersih yang nyaman.
  • Ruang ngobrol yang tidak terganggu suara bising kendaraan.

Semua ini membuat wedangan malam Solo bukan hanya soal makan murah, tapi soal pengalaman yang tak terlupakan.

Wedangan Modern & Hik di Malam Hari

Sebagian wedangan malam kini juga mengubah wajah menjadi lebih “modern” — menawarkan WiFi, musik akustik ringan, dan estetika tempat yang instagramable tanpa meninggalkan rasa klasik yang menggugah.

Kalau kamu penasaran bagaimana versi modern dari angkringan malam Solo, cek artikel:
Angkringan Modern Solo.

Begitu pula dengan hik — versi tradisional yang lebih sederhana namun kaya akan kenangan. Untuk lebih jelasnya, baca:
Hik Solo: Wisata Kuliner Tradisional.

Mengakhiri Malam dengan Rasa Lebih Berisi

Jika perutmu sudah hangat setelah wedangan malam, tapi kamu masih ingin pengalaman rasa lain yang lebih “berisi”, saatnya menuju kuliner perkambingan khas Solo—yakni Warung Tengkleng Solo Dlidir.

Promo Spesial di Warung Tengkleng Solo Dlidir

  • Tengkleng Solo kuah rempah berkualitas tinggi – Rp 40.000 / porsi
  • Tengkleng masak rica – Rp 45.000 / porsi
  • Tengkleng Solo kepala kambing + 4 kaki kambing – Rp 150.000 / porsi (cukup untuk 4–8 orang)
  • Sate buntel kambing lokal berkualitas – Rp 40.000 (2 tusuk)
  • Oseng Dlidir (tongseng + nasi + es jeruk) – Rp 20.000 (paket hemat)
  • Sego gulai kambing – Rp 10.000 (tersedia malam hari)

📞 Whatsapp: 0822 6565 2222

🌐 Website: tengklengsolo.com

Warung Tengkleng Solo Dlidir bukan hanya soal rasa. Ia juga menyediakan:

  • Parkir luas
  • Mushola nyaman
  • Toilet bersih
  • Tempat yang cocok untuk rombongan

Menutup malam dengan tengkleng di sini adalah pilihan yang pas — memberi kenikmatan luar biasa setelah suasana wedangan malam Solo yang hangat.

Tips Menikmati Wedangan Malam di Solo

  • Datang sekitar jam 18.00 – 20.00 untuk suasana paling hidup.
  • Mulaikan malam dengan kopi atau wedang jahe.
  • Coba nasi kucing sambil ngobrol dengan teman atau lokal.
  • Campurkan sate usus dan gorengan untuk sensasi rasa lengkap.
  • Tutup malam dengan tengkleng hangat di Warung Tengkleng Solo Dlidir.

Penutup

Wedangan malam Solo adalah cerita rasa, suasana, dan kenangan. Ia berdiri bukan sekadar untuk mengenyangkan perut, tetapi juga untuk memberi ruang bagi percakapan, tawa, dan mimpi singkat di bawah langit malam.

Bila kamu ingin memahami Solo lewat rasa, duduklah di wedangan malam — dan biarkan malam bercerita lewat setiap cangkir dan piring yang disajikan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *