Perbedaan Hik dan Angkringan: Mana Favorit Warga Solo?

Beda Hik dan Angkringan: Saudara Kembar yang Tak Pernah Sama Persis. Di malam Solo, hik dan angkringan berjalan beriringan seperti dua sahabat lama. Mereka lahir dari rahim budaya yang sama, tapi tumbuh dengan kepribadian berbeda. Hik berdiri kalem seperti bapak yang bijak, sementara angkringan melompat ceria seperti anak muda yang penuh ide.

Beda Hik dan Angkringan

Banyak orang masih bingung, “Sebenarnya apa sih beda hik dan angkringan?” Tenang, di artikel ini kita kupas tuntas perbedaannya dengan bahasa santai, lengkap, dan tentu saja ramah SEO.

Apa Itu Hik?

Hik adalah warung makan malam khas Solo yang menjual nasi kucing, gorengan, sate usus, dan minuman hangat. Ia sederhana, apa adanya, tanpa banyak hiasan. Hik seperti rumah lama yang tetap hangat meski catnya mulai pudar.

Biasanya hik menggunakan gerobak kayu, bangku panjang, dan lampu seadanya. Tapi justru di situlah pesonanya. Hik tidak ingin tampil mewah, ia hanya ingin menemani orang lapar dengan setia.

Baca lebih lengkap di artikel khusus
Hik Solo: Wisata Kuliner Tradisional.

Apa Itu Angkringan?

Angkringan adalah saudara hik yang lebih fleksibel. Ia bisa tampil sangat sederhana, tapi juga bisa berdandan modern seperti cafe. Angkringan seperti remaja yang mudah beradaptasi dengan zaman.

Dari tikar pinggir jalan sampai kedai estetik dengan lampu gantung, semua bisa disebut angkringan. Tapi ciri khasnya tetap sama: nasi kucing, sate-satean, dan minuman hangat.

Kalau mau eksplor, mampir ke
Angkringan Populer di Solo.

Perbedaan Hik dan Angkringan Secara Umum

Aspek Hik Angkringan
Konsep Tradisional, sederhana Bisa tradisional & modern
Tempat Gerobak + bangku kayu Dari kaki lima sampai cafe
Target Pekerja malam, warga lokal Anak muda, wisatawan
Menu Lebih klasik Lebih variatif
Suasana Tenang, akrab Rame, santai, kekinian

Hik seperti buku lama yang penuh hikmah. Angkringan seperti novel baru yang penuh kejutan.

Soal Menu, Siapa Lebih Menggoda?

Hik setia pada menu klasik. Ia tidak suka neko-neko. Nasi kucing, sate usus, gorengan, kopi, dan wedang jahe sudah cukup membuatnya bangga.

Angkringan lebih berani. Selain menu klasik, ia menghadirkan:

  • Indomie kekinian
  • Roti bakar aneka topping
  • Kopi susu gula aren
  • Rice bowl
  • Snack modern

Namun tetap saja, nasi kucing adalah raja yang tak tergantikan.

Suasana: Hik yang Tenang vs Angkringan yang Ramai

Hik lebih cocok buat kamu yang ingin ngobrol pelan, diskusi santai, atau sekadar menikmati kopi dalam diam. Ia tidak berisik, tapi penuh makna.

Angkringan modern seperti
Angkringan Modern Solo
lebih cocok buat nongkrong rame-rame, foto-foto, bahkan kerja pakai laptop.

Harga: Sama-sama Ramah Dompet

Baik hik maupun angkringan, keduanya sangat bersahabat dengan kantong. Harga nasi kucing mulai dari Rp 2.000 – Rp 5.000, sate usus Rp 1.000 – Rp 3.000.

Di sinilah mereka sama-sama rendah hati. Tidak pernah memeras dompet, tapi selalu mengenyangkan.

Mana yang Lebih Cocok Buat Kamu?

  • Kalau suka suasana sepi & klasik → Hik
  • Kalau suka nongkrong rame & kekinian → Angkringan
  • Kalau ingin dua-duanya → Jelajahi Solo!

Setelah Hik & Angkringan, Saatnya Naik Level!

Kalau setelah puas hik dan angkringan perutmu masih menuntut perhatian, ajak ia bertualang ke Warung Tengkleng Solo Dlidir.

Di sini, tengkleng bukan sekadar makanan. Ia seperti orkestra yang memainkan simfoni rasa. Kuah rempahnya menari, daging kambingnya melunak penuh cinta.

Menu Spesial Warung Tengkleng Solo Dlidir

  • Tengkleng Solo kuah rempah premium – Rp 40.000
  • Tengkleng masak rica pedas – Rp 45.000
  • Kepala kambing + 4 kaki – Rp 150.000 (untuk 4–8 orang)
  • Sate buntel kambing lokal – Rp 40.000 (2 tusuk)
  • Oseng Dlidir (tongseng + nasi + es jeruk) – Rp 20.000
  • Sego gulai kambing – Rp 10.000 (tersedia malam hari)

📞 Whatsapp: 0822 6565 2222

🌐 Website:
tengklengsolo.com

Warung Tengkleng Solo Dlidir sangat ramah rombongan. Parkiran luas, tersedia mushola, toilet bersih, dan suasana nyaman. Ia seperti rumah besar yang siap menerima siapa saja.

Kenyamanan Itu Nomor Satu

Makan enak saja tidak cukup. Harus nyaman. Baik di hik, angkringan, maupun di Warung Tengkleng Solo Dlidir, kenyamanan adalah raja.

Ketika perut kenyang dan hati senang, itulah definisi liburan yang sebenarnya.

Penutup

Hik dan angkringan adalah dua wajah dari satu cerita: cerita kuliner malam Solo. Mereka berbeda, tapi saling melengkapi.

Dan ketika kamu ingin naik level, biarkan Warung Tengkleng Solo Dlidir menjadi penutup yang sempurna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *