Apa Itu Tengkleng Kepala Kambing? Jika berbicara tentang kuliner khas Solo, nama tengkleng hampir selalu masuk dalam daftar teratas. Namun di antara berbagai varian tengkleng, ada satu menu yang dianggap paling istimewa dan dicari oleh para pecinta kuliner ekstrem maupun penikmat masakan tradisional, yaitu tengkleng kepala kambing.
Lalu sebenarnya, apa itu kepala kambing? Kenapa menu ini begitu populer di Solo dan sering diburu wisatawan maupun warga lokal? Artikel ini akan membahasnya secara lengkap, mulai dari pengertian, sejarah, hingga alasan kenapa tengkleng kepala kambing layak dicoba.
Pengertian Tengkleng Kepala Kambing
Tengkleng kepala kambing adalah masakan tradisional khas Solo yang menggunakan bagian kepala kambing sebagai bahan utama. Kepala kambing dimasak utuh atau dibelah, lalu direbus dalam kuah rempah khas Jawa hingga empuk dan kaya rasa.
Berbeda dengan gulai kambing yang kuahnya kental dan bersantan, kuah tengkleng cenderung lebih encer, ringan, namun sangat kaya aroma rempah. Inilah yang membuat tengkleng terasa lebih segar dan tidak mudah enek.
Bagian Apa Saja yang Dimakan?
Salah satu keunikan tengkleng kambing terletak pada variasi bagian yang bisa dinikmati. Dalam satu porsi, biasanya terdapat:
- Pipi kambing yang empuk
- Lidah kambing dengan tekstur lembut
- Daging di sekitar rahang
- Tulang kepala dengan sisa daging gurih
- Kadang disajikan lengkap dengan kaki kambing
Setiap bagian memberikan sensasi makan yang berbeda, sehingga pengalaman menyantap tengkleng kepala kambing tidak pernah membosankan.
Apa Itu Tengkleng Kepala Kambing, Asal-usul di Solo
Tengkleng sendiri memiliki sejarah panjang di Solo. Konon, masakan ini muncul pada masa kolonial, ketika masyarakat pribumi hanya mendapatkan sisa tulang dan bagian kambing yang tidak diambil oleh kaum bangsawan atau penjajah.
Dari keterbatasan tersebut, lahirlah kreativitas memasak tulang kambing dengan rempah-rempah lokal. Hasilnya justru menjadi masakan yang kaya rasa dan bertahan hingga sekarang.
Seiring waktu, tengkleng berkembang, dan salah satu varian paling mewahnya adalah tengkleng kepala kambing yang kini menjadi ikon kuliner kambing khas Solo.
Kenapa Kepala Kambing Begitu Populer?
Ada beberapa alasan kenapa menu ini begitu digemari, terutama di Solo:
- Rasa autentik – Rempah tradisional Jawa terasa kuat namun seimbang.
- Porsi besar – Cocok untuk dinikmati bersama keluarga atau teman.
- Pengalaman makan unik – Tidak semua daerah menyajikan kepala kambing utuh.
- Nilai kebersamaan – Biasanya disantap rame-rame.
Tengkleng Kepala Kambing di Warung Tengkleng Solo Dlidir
Salah satu tempat yang dikenal menyajikan tengkleng kepala kambing berkualitas adalah Warung Tengkleng Solo Dlidir. Warung ini dikenal sebagai destinasi kuliner malam Solo yang selalu ramai pengunjung.
Di sini tersedia menu spesial berupa kepala kambing + 4 kaki kambing dengan harga Rp 150.000,- per porsi. Porsi ini bisa dinikmati oleh 4 sampai 8 orang, sehingga sangat cocok untuk makan bersama.
Kuah tengkleng dimasak menggunakan rempah berkualitas tinggi, menghasilkan rasa gurih, hangat, dan tidak berbau prengus.
Perbedaan Apa Itu Kepala Kambing dan Tengkleng Biasa
Meski sama-sama tengkleng, tengkleng kepala kambing memiliki beberapa perbedaan utama dibanding tengkleng biasa:
- Tengkleng biasa menggunakan tulang iga atau kaki kambing
- Tengkleng kepala kambing memakai bagian kepala utuh
- Porsinya jauh lebih besar
- Biasanya disajikan untuk beberapa orang
Karena itu, tengkleng kepala kambing sering dianggap sebagai menu “istimewa” dibanding tengkleng harian.
Cocok Dinikmati Kapan?
Tengkleng kepala kambing paling nikmat disantap saat malam hari. Kuah panas dan aroma rempahnya sangat pas untuk menemani suasana malam di Solo.
Tidak heran jika menu ini selalu masuk dalam daftar kuliner kambing malam hari di Solo yang wajib dicoba.
Kesimpulan Apa Itu Tengkleng Kepala Kambing
Jadi, Ini adalah kuliner khas Solo yang menggunakan kepala kambing sebagai bahan utama, dimasak dengan kuah rempah tradisional yang kaya rasa, dan disajikan dalam porsi besar untuk dinikmati bersama.
Bagi Anda yang ingin merasakan pengalaman kuliner khas Solo yang autentik, tengkleng kepala kambing adalah pilihan yang tidak boleh dilewatkan.
Warung tengkleng bu jito dlidir Pusat :
dan juga :
Instagram kami :
View this post on Instagram
Tengkleng Solo Haji Jito Dlidir: Kuliner Legendaris, Rasa Tak Tergantikan!
View this post on Instagram
Seragam batik custom berkualitas dengan harga terjangkau. Urusan harga, Anda mendapat harga kain batik mulai dari Rp 33.000,- permeter.
Lebih dari Sekedar Tengkleng
Selain Kepala Kambing, Warung Dlidir juga menyajikan beragam menu lain yang tak kalah lezat, diantaranya:
Tengkleng Kambing (Rp 30.000): Menu klasik dengan isian tulang kambing, daging, dan jeroan yang melimpah. Anda bisa memilih bagian yang disukai, seperti iga, kaki, atau tulang sumsum.
Gulai Kambing Lokal (Rp 20.000): Gulai kambing dengan kuah kental berwarna kuning kecoklatan, kaya akan aroma rempah seperti kunyit, jahe, lengkuas, dan ketumbar. Daging kambingnya empuk dan gurih, cocok disantap dengan nasi hangat.
Sate Buntel (Rp 40.000): Sate buntel merupakan salah satu jenis sate khas Solo. Daging kambing cincang yang dibumbui kemudian dibungkus dengan lemak tipis, dibakar hingga matang, dan disajikan dengan bumbu kacang yang kental dan gurih.
Sate Kambing Lokal (Rp 30.000): Sate kambing dengan potongan daging yang lebih kecil, ditusuk dengan tusukan bambu, dan dibakar hingga matang sempurna. Anda bisa memilih sate dengan bumbu kacang atau kecap manis sesuai selera.
