Tempat Makan Tengkleng Dekat Masjid Zayed Solo yang Nyaman untuk Rombongan

Tempat Makan Tengkleng Dekat Masjid Zayed Solo yang Nyaman untuk Duduk Lama

Setelah keluar dari kawasan Masjid Raya Sheikh Zayed, biasanya orang tidak langsung pulang. Ada jeda kecil yang ingin dinikmati. Udara malam Solo turun perlahan, lampu jalan menyala hangat, dan langkah kaki terasa santai. Di momen seperti itu, banyak orang mulai mencari tempat makan tengkleng dekat Masjid Zayed Solo yang nyaman, bukan sekadar yang enak.

Tempat Makan Tengkleng Dekat Masjid Zayed Solo

Karena makan setelah perjalanan rohani itu berbeda. Perut lapar, tapi hati sudah tenang. Maka tempatnya pun harus ikut menenangkan.

Jika Anda ingin gambaran lengkap soal kuliner di area ini, Anda bisa membaca tengkleng Solo enak dekat Masjid Zayed sebagai panduan awal sebelum memilih tempat duduk terbaik.

Bukan Sekadar Rasa, Tapi Ruang Istirahat

Di Solo, tempat makan sering berperan seperti ruang tamu kedua. Orang tidak datang hanya untuk kenyang. Mereka datang untuk duduk, menghela napas, dan mengobrol lebih lama dari rencana.

Karena itu kenyamanan jadi penting. Kursi tidak terlalu rapat. Meja tidak terburu-buru dibersihkan. Dan suara dapur terdengar seperti musik latar yang akrab.

Tempat makan tengkleng dekat Masjid Zayed biasanya ramai rombongan keluarga. Ada yang habis wisata, ada yang baru selesai ibadah, ada juga yang sekadar menemani tamu luar kota. Semua ingin hal yang sama: makan tanpa tergesa.

  • Parkir luas (bus & elf)
  • Mushola
  • Toilet bersih
  • Cocok rombongan

Bila Anda datang bersama keluarga besar atau rombongan wisata, biasanya pertimbangan utama adalah kendaraan. Anda bisa membaca tengkleng dekat Masjid Zayed dengan parkir luas agar tidak repot mencari tempat berhenti.

Dapur yang Hidup

Di Warung Tengkleng Solo Dlidir, dapur tak sekadar memasak—ia berbisik lewat asap rempah. Kadang aromanya lebih dulu sampai daripada pelayannya.

Panci kuah tidak pernah benar-benar diam. Ia seperti bercerita tentang waktu yang sabar. Saat mangkuk datang, uapnya naik perlahan, seolah mengajak duduk lebih lama.

Tengkleng kuah merangkul tulang hangat (Rp40.000/porsi). Rasanya tidak meledak, tapi tinggal lama. Sendok pertama membuat bahu turun santai.

Rica-rica menari lebih berani (Rp45.000/porsi). Pedasnya tidak galak — ia datang bertahap, lalu menetap.

Nyaman untuk Keluarga Besar

Kawasan Masjid Zayed sering didatangi rombongan. Bus pariwisata, keluarga besar, hingga komunitas pengajian. Mereka tidak mencari tempat makan cepat saji. Mereka mencari meja panjang.

Kepala kambing + 4 kaki untuk 4–8 orang (Rp150.000) biasanya jadi pusat cerita. Semua tangan ikut bergerak, semua orang ikut tertawa. Anehnya, makanan seperti ini jarang habis tanpa kenangan.

Sate buntel dua tusuk mengunci rasa (Rp40.000). Teksturnya lembut, cocok untuk orang tua maupun anak-anak.

Sate kambing muda Solo lembut tiap gigitan (Rp30.000/porsi). Tidak perlu buru-buru minum, karena dagingnya sendiri sudah bersahabat.

Kalau Anda ingin tahu perbandingan sate khas Solo, Anda juga bisa membaca Sate kambing solo terkenal sebelum menentukan favorit.

Tempat Duduk yang Membuat Waktu Melambat

Ada tempat makan yang membuat orang cepat selesai. Ada juga yang membuat teh hangat terasa lama dinginnya.

Biasanya bukan karena mewah, tapi karena suasananya menerima. Anak kecil bisa bergerak, orang tua tidak terganggu, dan obrolan tidak dipotong pelayan yang menunggu meja kosong.

Banyak tamu datang setelah Isya lalu baru pulang mendekati larut. Mereka tidak merasa diusir waktu.

Untuk mengetahui tempat yang tetap buka hingga malam, Anda bisa membaca tengkleng dekat Masjid Zayed malam hari.

Akses yang Tidak Melelahkan

Salah satu alasan orang memilih makan di sekitar masjid adalah jaraknya. Setelah berjalan cukup jauh, orang cenderung ingin tempat yang mudah dicapai.

Tidak harus naik kendaraan lagi. Tidak perlu berpikir parkir ulang.

Jika Anda penasaran berapa dekat sebenarnya lokasi makan dari masjid, Anda bisa membaca jarak Masjid Zayed ke tengkleng terdekat.

Menu Sederhana yang Sering Dirindukan

Tidak semua orang datang ingin pesta. Kadang justru mencari yang ringan.

Oseng Dlidir + tongseng + nasi + es jeruk paket hemat (Rp20.000) sering jadi pilihan cepat tapi tetap hangat.

Dan saat malam mulai sepi, Sego gulai malam hari (Rp10.000) terasa seperti teman pulang.

Kenyamanan Itu Membuat Rasa Lebih Enak

Anehnya, rasa makanan sering dipengaruhi tempat duduk. Ketika Anda santai, lidah lebih jujur. Ketika tidak terburu-buru, bumbu lebih terasa.

Itulah kenapa banyak orang kembali ke tempat yang sama. Bukan karena belum mencoba tempat lain, tapi karena sudah menemukan suasana yang pas.

Bila Anda ingin memastikan tempat duduk tersedia sebelum datang bersama keluarga, Anda bisa menghubungi WhatsApp 0822 6565 2222. Biasanya pengunjung memilih memastikan dulu agar perjalanan tetap nyaman.

Penutup

Pada akhirnya, tempat makan terbaik bukan yang paling ramai, tapi yang membuat Anda ingin berlama-lama.

Semoga setiap perjalanan Anda menuju meja makan membawa kesehatan, kehangatan keluarga, dan rezeki yang barokah. Semoga setiap suapan menjadi tenaga baik untuk langkah berikutnya.

Kami percaya, ketika Anda menemukan tempat yang nyaman, Anda tidak hanya makan — Anda beristirahat.

Warung tengkleng bu jito dlidir Pusat :

Instagram kami :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *