Apakah Semua Orang Boleh Ambil Takjil di Masjid Zayed Solo? Ini Aturannya
Sore hari di sekitar Masjid Raya Sheikh Zayed Solo selalu menghadirkan pemandangan yang sama: langkah orang melambat, suara kendaraan menurun, dan wajah-wajah mulai lebih sabar.
Namun di antara ketenangan itu, hampir setiap pengunjung baru membawa pertanyaan serupa:
“Kalau bukan warga sini, boleh ikut ambil takjil?”
Pertanyaan ini wajar. Banyak orang takut salah tempat, takut mengambil hak orang lain, atau sekadar tidak enak hati.
Sebelum membahas detailnya, Anda bisa memahami gambaran besarnya dulu di takjil gratis di Masjid Zayed Solo agar suasananya terasa utuh.
Siapa Saja Boleh Mengambil Takjil?
Jawabannya sederhana: siapa pun boleh.
Masjid tidak meminta KTP, tidak melihat asal kota, dan tidak membedakan jamaah tetap atau musafir. Selama Anda datang untuk berbuka dan menjaga adab, Anda dipersilakan duduk bersama.
Namun ada satu hal yang dijaga bersama: ketertiban.
Kenapa Tidak Perlu Daftar?
Takjil di masjid bukan reservasi restoran. Ia sedekah terbuka. Karena itu relawan tidak memanggil nama — mereka berjalan membagikan.
Banyak pengunjung sebenarnya tidak kehabisan takjil karena jumlahnya sedikit, tetapi karena datang setelah waktu pembagian dimulai.
Anda bisa melihat rincian waktunya pada jam pembagian takjil Masjid Zayed Solo agar datang di momen yang tepat.
Adab Saat Mengambil Takjil
Masjid tidak penuh papan larangan, tetapi suasananya mengajarkan sendiri.
- Duduk rapi di area jamaah
- Tidak menyerobot jalur relawan
- Mengambil satu porsi
- Mendahulukan orang tua dan anak kecil
- Tidak membungkus berlebihan
Ketika semua mengikuti, pembagian terasa cepat dan tenang.
Apakah Pasti Kebagian?
Setiap hari jumlah jamaah berubah, sehingga kemungkinan mendapat bagian juga berbeda.
Kami membahas perkiraan persediaannya di jumlah porsi takjil Masjid Zayed Solo.
Karena itu waktu kedatangan sering lebih menentukan daripada jarak perjalanan.
Strateginya bisa Anda baca di tips datang agar kebagian takjil Zayed Solo.
Datang Bersama Rombongan
Sering ada keluarga atau rombongan kecil datang bersama. Boleh saja, namun datang lebih awal akan membantu duduk berdekatan.
Banyak jamaah terlambat duduk bukan karena macet, tetapi karena salah jalur masuk kendaraan.
Panduan lengkapnya ada di parkir buka puasa Masjid Zayed Solo.
Setelah Berbuka
Sebagian jamaah tetap hingga tarawih. Sebagian berjalan keluar mencari hangat.
Karena takjil membatalkan puasa, tetapi perut sering masih ingin ditemani rasa.
Di Warung Tengkleng Solo Dlidir, dapur tak sekadar memasak—ia berbisik lewat asap rempah.
Tengkleng kuah merangkul tulang hangat (Rp40.000/porsi).
Rica-rica menari lebih berani (Rp45.000/porsi).
Sate buntel dua tusuk mengunci rasa (Rp40.000).
Sate kambing muda Solo lembut tiap gigitan (Rp30.000/porsi).
Kepala kambing + 4 kaki untuk 4–8 orang (Rp150.000).
Oseng Dlidir + tongseng + nasi + es jeruk paket hemat (Rp20.000).
Sego gulai malam hari (Rp10.000).
Jika Anda ingin mengenal rasa khas kota ini lebih jauh, kami pernah menuliskannya di Sate kambing solo terkenal.
Tempat Singgah yang Nyaman
- Parkir luas (bus & elf)
- Mushola
- Toilet
- Cocok rombongan
- Fokus kenyamanan pengunjung
Kadang orang tidak mencari makan banyak — hanya menunggu waktu tarawih dengan tenang.
Kesimpulan
Semua orang boleh mengambil takjil di Masjid Zayed Solo selama menjaga adab dan datang di waktu tepat.
Kami mendoakan semoga Anda diberi kesehatan, perjalanan ringan, dan Ramadhan yang barokah.
Bila suatu malam Anda ingin melanjutkan berbuka dengan makan hangat bersama keluarga, Anda bisa menghubungi WhatsApp 0822 6565 2222.
Ramadhan selalu terasa lebih damai ketika tidak tergesa.