Rekomendasi Tempat Buka Puasa Solo Paling Ramai Saat Ramadhan 2026
Menjelang maghrib di Solo, langit biasanya belum sepenuhnya jingga, tetapi kota sudah lebih dulu bersiap. Motor melambat, trotoar ramai, dan wajah-wajah tampak lebih sabar dari biasanya. Ramadhan selalu mengubah ritme kota ini. Jika siang terasa panjang, maka sore terasa hangat—seperti seseorang yang diam-diam menyiapkan pelukan.
Karena itu banyak orang mulai mencari tempat buka puasa Solo jauh sebelum adzan berkumandang. Bukan sekadar takut kehabisan kursi, tetapi takut kehilangan suasana. Di Solo, berbuka tidak hanya tentang makan. Ia adalah kebiasaan yang mengikat kenangan.
Bila Anda baru pertama berburu kuliner Ramadhan di kota ini, sebaiknya mulai dari panduan utamanya di kuliner Ramadhan Solo 2026 terlengkap. Dari sana perjalanan biasanya berlanjut sendiri, tanpa harus direncanakan terlalu serius.
Sore Hari: Kota yang Perlahan Menyala
Sekitar pukul setengah lima, jalanan mulai berbisik. Penjual minuman mengaduk sirup seperti meracik nostalgia. Gorengan mengangguk-angguk di minyak panas. Dan orang-orang berjalan lebih pelan, seolah takut melewatkan sesuatu.
Namun Anda akan sadar satu hal: orang Solo jarang benar-benar terburu-buru mencari tempat berbuka. Mereka lebih sering mencari tempat yang membuat mereka ingin tinggal sedikit lebih lama.
Itulah sebabnya beberapa warung selalu penuh bahkan sebelum waktu berbuka. Orang datang lebih awal, duduk, lalu berbincang sampai adzan datang sendiri.
Tempat Buka Puasa Favorit: Bukan Sekadar Rasa
Tempat makan favorit di Solo biasanya punya satu kesamaan: suasana lebih dulu berbicara sebelum makanan datang. Kursi tidak harus empuk, tetapi membuat betah. Lampu tidak harus terang, tetapi cukup hangat.
Di beberapa sudut kota, Anda akan menemukan dapur yang tidak tergesa-gesa. Salah satunya Warung Tengkleng Solo Dlidir. Di sana, dapur tak sekadar memasak—ia berbisik lewat asap rempah. Aroma kuah kambing tidak memanggil keras, melainkan menuntun pelan.
Saat adzan datang, tengkleng kuah merangkul tulang hangat (Rp40.000/porsi) sering menjadi kalimat pertama yang diucapkan lidah setelah seharian diam. Sementara rica-rica menari lebih berani (Rp45.000/porsi), membuat percakapan meja tiba-tiba lebih hidup.
Banyak pengunjung tidak hanya datang berdua. Ada keluarga besar, rekan kerja, hingga rombongan komunitas. Tempat dengan parkir luas (bus & elf) biasanya lebih dicari karena perjalanan berbuka sering menjadi acara bersama, bukan individu.
Menunggu Adzan: Bagian Paling Hangat
Ada momen kecil sebelum adzan yang sering terlupakan. Saat minuman sudah di depan mata tetapi belum disentuh. Saat semua orang mendadak diam. Dan ketika suara masjid mulai terdengar, bahkan angin seperti ikut berhenti.
Di meja besar, kadang hadir kepala kambing + 4 kaki untuk 4–8 orang (Rp150.000). Orang tidak langsung makan cepat. Mereka justru saling menawari dulu. Ramadhan membuat setiap sendok terasa lebih sopan.
Kami sering melihat, orang yang awalnya hanya ingin makan cepat justru tinggal lebih lama. Karena tempat buka puasa yang baik bukan hanya memberi kenyang, tapi memberi ruang.
Setelah Buka: Kota Tidak Pulang
Selesai berbuka bukan berarti perjalanan selesai. Di Solo, malam Ramadhan baru saja dimulai. Sebagian orang melanjutkan dengan minum hangat, sebagian lagi menambah pesanan.
Dua tusuk sate buntel mengunci rasa (Rp40.000). Lalu datang sate kambing muda Solo lembut tiap gigitan (Rp30.000/porsi). Anda bisa menemukannya juga dalam daftar Sate kambing solo terkenal yang sering dibicarakan pengunjung luar kota.
Orang Solo jarang buru-buru pulang setelah makan. Mereka menunggu malam sedikit lebih tua. Sebab kebersamaan sering terasa paling jujur setelah kenyang.
Memilih Tempat yang Nyaman
Banyak pengunjung sekarang mempertimbangkan fasilitas sebelum rasa. Tempat dengan mushola memudahkan ibadah tanpa harus pergi jauh. Toilet bersih membuat keluarga lebih tenang. Dan meja panjang cocok rombongan membuat acara buka puasa tidak terpecah.
Kenyamanan kecil seperti ini sering menentukan apakah seseorang kembali atau tidak di Ramadhan berikutnya.
Karena itu, ketika mencari tempat buka puasa, Anda tidak perlu hanya fokus pada menu. Perhatikan apakah tempat itu membuat Anda ingin duduk lebih lama.
Setelah Tarawih: Babak Kedua
Beberapa orang baru benar-benar makan setelah tarawih. Mereka mencari suasana yang lebih tenang. Biasanya obrolan lebih panjang dan pesanan lebih sederhana.
Oseng Dlidir + tongseng + nasi + es jeruk paket hemat (Rp20.000) sering menemani percakapan mahasiswa sampai larut. Sementara sego gulai malam hari (Rp10.000) menjadi penutup yang pelan namun tepat.
Jika Anda ingin tahu kapan waktu terbaik datang, Anda bisa membaca jam ramai kuliner Ramadhan Solo agar tidak terjebak antre panjang.
Menu yang Selalu Dicari Saat Buka
Ramadhan selalu menghadirkan menu tertentu yang tiba-tiba terasa lebih penting dari biasanya. Tengkleng hangat, sate, hingga minuman segar menjadi kombinasi yang hampir selalu dicari.
Beberapa alasannya bisa Anda temukan dalam pembahasan menu buka puasa favorit orang Solo. Ternyata bukan hanya soal rasa, tapi soal tradisi.
Ketika Malam Menjadi Tempat Bertemu
Selepas tarawih, kota seperti membuka kursi tambahan. Lampu warung terlihat lebih ramah. Percakapan terdengar lebih santai.
Bila Anda masih ingin melanjutkan perjalanan kuliner, banyak pilihan dalam daftar kuliner malam Solo setelah tarawih. Biasanya orang datang bukan karena lapar, tetapi karena belum ingin pulang.
Kenangan yang Terbawa Pulang
Pada akhirnya, tempat buka puasa terbaik bukan yang paling mahal atau paling viral. Ia yang membuat Anda berkata, “besok ke sini lagi”.
Kami percaya Ramadhan adalah bulan di mana rasa dan suasana bekerja sama. Makanan menjadi jembatan, sementara kebersamaan menjadi tujuan.
Jika suatu sore Anda membutuhkan tempat yang membuat perjalanan puasa terasa ringan, Anda boleh mampir, duduk, dan membiarkan waktu berjalan perlahan. Untuk informasi atau reservasi, Anda bisa menghubungi WhatsApp 0822 6565 2222.
Semoga setiap langkah Anda menuju meja berbuka membawa kesehatan, hati yang tenang, dan rezeki yang barokah. Aamiin.
Warung tengkleng bu jito dlidir Pusat :
Instagram kami :
View this post on Instagram
