Suasana Ramadan di Masjid Zayed Solo: Ibadah, Takjil, dan Tradisi Malam Hari

Suasana Ramadan di Masjid Zayed Solo: Ibadah, Takjil, dan Tradisi Malam Hari

Ramadan di Kota Solo kini memiliki wajah baru yang meneduhkan. Sejak berdirinya Masjid Raya Sheikh Zayed, denyut bulan suci di kota ini berubah menjadi perpaduan megah antara arsitektur Timur Tengah dan kehangatan tradisi Jawa. Masjid ini bukan hanya bangunan, tetapi ruang hidup yang setiap harinya dipenuhi doa, harap, dan kebersamaan.

Agar momen berbuka berjalan tenang tanpa tergesa, kami sarankan Anda menyesuaikan agenda dengan jadwal buka puasa Masjid Zayed Solo 2026 sehingga waktu ibadah dan makan bersama tetap selaras.

Suasana Ramadan di Masjid Zayed Solo

Bagi Anda yang merencanakan perjalanan religi ke Solo pada Ramadan 2026, suasana Ramadan di Masjid Zayed Solo menghadirkan pengalaman yang utuh. Kami melihatnya bukan sekadar tempat ibadah, melainkan perjalanan batin yang pelan namun dalam.

Untuk gambaran lengkap pengalaman Ramadan secara menyeluruh, Anda juga bisa membaca panduan utama kami di artikel pilar Ramadan di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo.

Masjid Zayed Solo Saat Ramadan: Lebih dari Sekadar Megah

Begitu memasuki kawasan masjid, waktu seolah melambat. Marmer putih memantulkan cahaya sore, kubah-kubah besar berdiri anggun, dan menara menjulang seperti penjaga ketenangan. Saat Ramadan, masjid ini terasa hidup. Ia bernapas melalui langkah jamaah dan doa-doa yang terlantun lirih.

Setiap sore, pelataran masjid mulai dipenuhi orang-orang dari berbagai daerah. Ada keluarga, musafir, rombongan bus, hingga warga sekitar yang menjadikan masjid ini sebagai titik temu menjelang magrib.

Ngabuburit dan Takjil Gratis: Menunggu Magrib dengan Khusyuk

Menjelang azan magrib, suasana Ramadan di Masjid Zayed Solo mencapai puncaknya. Ribuan jamaah duduk rapi di selasar dan pelataran masjid. Karpet terbentang panjang, sementara relawan bergerak cekatan membagikan takjil dan makanan berbuka.

Takjil gratis menjadi salah satu daya tarik utama. Namun yang membuatnya istimewa bukan hanya jumlahnya, melainkan suasananya. Jamaah berbuka bersama dalam ketertiban. Tidak ada dorong-dorongan, tidak ada hiruk pikuk. Semua seolah paham bahwa Ramadan mengajarkan kesabaran.

Jika Anda ingin mengetahui detail waktu berbuka dan alur kegiatan sore hari, kami telah merangkumnya dalam artikel jadwal buka puasa Masjid Zayed Solo 2026.

Tarawih di Masjid Zayed: Rasa Khusyuk yang Menetap

Ketika malam turun, Masjid Zayed Solo tidak kehilangan pesonanya. Cahaya lampu membuat kubahnya berpendar lembut, seolah masjid ini sedang berbisik agar jamaah kembali masuk dan menenangkan diri.

Salat Tarawih di sini terasa istimewa. Ruang utama yang luas tetap sejuk meski dipenuhi jamaah. Karpet tebal menopang langkah, sementara lantunan ayat suci dari imam-imam pilihan mengalir jernih, menyentuh relung hati.

Banyak jamaah mengaku, sekali Tarawih di Masjid Zayed, ada rasa ingin kembali. Masjid ini seolah mengajak siapa pun untuk betah berlama-lama.

Tradisi Malam Ramadan: Dari Doa ke Kebersamaan

Selepas Tarawih, kawasan sekitar Masjid Zayed tidak langsung sepi. Justru di sinilah tradisi malam Ramadan di Solo terasa hidup. Jamaah bercengkerama, keluarga berjalan santai, dan rombongan bus mulai bersiap melanjutkan agenda malam.

Ramadan di Solo selalu menghadirkan keseimbangan antara ibadah dan kebersamaan. Setelah doa, perut pun perlu diisi. Maka, kuliner malam menjadi bagian yang tak terpisahkan.

Selain tengkleng dan olahan kambing, masih banyak pilihan rasa yang menjadi incaran jamaah. Kami merangkumnya dalam ulasan kuliner favorit jamaah Ramadan di sekitar Masjid Zayed Solo sebagai referensi tambahan bagi Anda.

Kuliner Malam Favorit Jamaah: Tengkleng Solo Dlidir

Bagi Anda yang datang bersama keluarga besar atau rombongan, melanjutkan santap malam setelah Tarawih adalah pilihan yang bijak. Salah satu destinasi yang sering menjadi tujuan jamaah Masjid Zayed adalah Warung Tengkleng Solo Bu Jito Dlidir.

Lokasinya hanya sekitar 1 kilometer dari masjid, tepatnya di Jalan Kolonel Sugiyono No. 67, Joglo, Surakarta. Jarak yang dekat ini membuatnya praktis, terutama setelah seharian beraktivitas.

Warung Tengkleng Solo Dlidir menyediakan menu perkambingan spesial yang dikenal luas oleh penikmat kuliner Solo. Tengkleng Solo dengan kuah rempah berkualitas tinggi dibanderol Rp 40.000 per porsi. Ada pula tengkleng masak rica seharga Rp 45.000 per porsi dengan rasa pedas yang menggugah.

Untuk rombongan, tersedia tengkleng kepala kambing plus empat kaki kambing seharga Rp 150.000 per porsi, cukup untuk 4 hingga 8 orang. Sate buntel dari kambing lokal berkualitas hadir dengan harga Rp 40.000 untuk dua tusuk yang padat dan gurih.

Jika Anda mencari menu hemat, Oseng Dlidir menjadi andalan: paket tongseng, nasi, dan es jeruk hanya Rp 20.000. Ada juga sego gulai kambing Rp 10.000 yang saat ini tersedia pada malam hari.

Area parkirnya luas, bus dan elf bisa masuk dengan nyaman. Di dalam warung tersedia mushola dan toilet bersih, sehingga jamaah tetap nyaman. Informasi lebih lengkap bisa Anda lihat di halaman tempat makan dekat Masjid Zayed.

Itikaf dan Sahur: Menyambut Malam Terbaik

Memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan, suasana Masjid Zayed Solo berubah semakin khusyuk. Jamaah berdatangan untuk itikaf, menginap di masjid demi mengejar malam Lailatul Qadar.

Fasilitas masjid sangat mendukung. Area wudu bersih, toilet terawat, dan petugas sigap menjaga kenyamanan. Di sekitar kawasan Joglo dan Gilingan, banyak warung makan yang tetap buka hingga sahur, memudahkan jamaah yang beritikaf.

Tips Nyaman Menikmati Ramadan di Masjid Zayed Solo

  • Datang lebih awal agar tidak terjebak kepadatan dan lebih leluasa memilih tempat.
  • Gunakan pakaian sopan sebagai bentuk penghormatan pada area ibadah.
  • Atur agenda makan, terutama jika membawa rombongan, agar tetap nyaman.

Jika Anda ingin menjadikan kunjungan ini sebagai agenda keluarga yang lebih bermakna, kami juga merekomendasikan panduan wisata religi Ramadan di Masjid Zayed Solo yang cocok untuk anak hingga orang tua.

Penutup: Ramadan yang Tenang, Rasa yang Menghangatkan

Suasana Ramadan di Masjid Zayed Solo bukan hanya tentang kemegahan bangunan. Ia adalah tentang ketenangan, kebersamaan, dan keseimbangan antara ibadah dan kehidupan.

Kami mendoakan, semoga setiap langkah Anda menuju masjid, setiap doa yang terlantun, dan setiap hidangan yang Anda nikmati diberi kesehatan, kelapangan rezeki, serta keberkahan. Semoga Ramadan Anda di Solo menjadi perjalanan yang menenangkan dan membekas di hati.

Jika Anda berencana ke Solo saat Ramadan, biarkan Masjid Zayed dan hangatnya kuliner khasnya menyambut Anda dengan penuh rasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *