Tengkleng, Sate Buntel, dan Tongseng Dekat Masjid Zayed Solo

Tengkleng, Sate Buntel, dan Tongseng Dekat Masjid Zayed Solo

Bicara soal kuliner di sekitar Masjid Zayed Solo, tiga nama selalu muncul pertama kali: tengkleng, sate buntel, dan tongseng. Tidak heran, karena ketiganya sudah jadi primadona yang akrab di lidah jamaah, keluarga, dan para wisatawan. Mereka bukan sekadar hidangan — mereka seperti sahabat yang memahami kapan perut perlu dihangatkan setelah beribadah.

Tengkleng Sate Buntel dan Tongseng Dekat Masjid Zayed Solo

Artikel ini akan menuntun Anda mengenal tiga menu legendaris itu, tempat-tempat yang menyajikannya dengan penuh cinta, serta alasan mengapa makanan ini jadi favorit di kawasan Masjid Zayed Solo.

Kalau Anda ingin panduan lengkap tentang kuliner setelah ibadah secara umum, cek juga panduan kami di wisata kuliner dekat Masjid Zayed Solo.

Tengkleng Solo: Kuah Rempah yang Mengundang

Tengkleng Solo bukan sekadar olahan kambing biasa. Ia seperti narator yang bercerita lewat aroma rempah dan kuah hangatnya. Tengkleng hadir dengan potongan daging dan tulang yang lembut, dengan kuah yang kaya rempah tapi tetap bersahaja — pas untuk Anda yang ingin rasa kuat tanpa berlebihan.

Di area sekitar Masjid Zayed Solo, salah satu tempat yang sering direkomendasikan jamaah adalah Warung Tengkleng Solo Dlidir. Di sini, tengkleng solo dengan kuah rempah berkualitas tinggi dijual seharga Rp 40.000 per porsi. Rasanya seolah mengajak Anda berbicara; hangat, ramah, dan tidak pernah mengecewakan.

 

Bagi Anda yang menyukai sensasi lebih berani, tersedia juga tengkleng masak rica seharga Rp 45.000 per porsi yang menghadirkan rasa pedas penuh karakter.

Dan jika Anda datang bersama rombongan besar, menu tengkleng solo kepala kambing + empat kaki kambing seharga Rp 150.000 per porsi bisa jadi pilihan mengesankan. Menu ini cukup untuk 4–8 orang — sempurna untuk momen makan bersama keluarga atau jamaah setelah sholat Jumat.

Sate Buntel: Daging yang Juicy dan Penuh Cerita

Sate buntel punya daya tarik tersendiri. Dibungkus rapi, tusuk demi tusuk daging kambing tersusun seperti barisan penyambut. Asap bakarnya perlahan naik, bumbu meresap, dan aromanya mengundang setiap jamaah yang lewat untuk singgah sejenak.

Tengkleng Sate Buntel dan Tongseng Dekat Masjid Zayed Solo joss

Jika Anda berjalan kaki tidak jauh dari Masjid Zayed, Anda akan menemukan sate buntel yang selalu penuh peminat. Di Warung Tengkleng Solo Dlidir, sate buntel berbahan kambing lokal berkualitas tersedia Rp 40.000 untuk dua tusuk. Dagingnya padat, juicy, dan sekilas seolah punya suara sendiri — “Cobalah aku!”.

Sate buntel ini sering jadi pelengkap sempurna untuk menu makan siang, atau teman santai sambil mengobrol setelah ibadah.

Tongseng: Kuah Gurih yang Menghangatkan Perut

Tongseng adalah jawaban bagi Anda yang menyukai kuah lebih pekat dan rasa yang mengalir di lidah. Dengan kombinasi santan, rempah, dan potongan daging kambing, tongseng menawarkan rasa yang lebih kompleks namun tetap ramah di setiap suapannya.

Di sekitar Masjid Zayed Solo, banyak warung yang menyajikan tongseng sebagai menu utama. Salah satu yang kami rekomendasikan adalah paket oseng dlidir yang terdiri dari tongseng + nasi + es jeruk seharga hanya Rp 20.000. Paket hemat ini sering jadi favorit jamaah yang ingin makan cepat namun tetap nikmat.

Tongseng punya karakter kuah yang santai, seolah berkonversasi pelan dengan lidah Anda. Rasa gurihnya tidak menyerang, tetapi menjemput secara perlahan, membawa perasaan hangat ke seluruh tubuh.

Hubungan Antara Menu dan Jamaah

Kuliner khas seperti tengkleng, sate buntel, dan tongseng begitu dicintai jamaah karena beberapa alasan sederhana:

  • Rasa autentik — tidak berlebihan, tetap klasik.
  • Porsi yang memuaskan — cocok untuk makan siang atau malam.
  • Pas setelah ibadah — rasa hangat memberikan energi baru setelah sholat.

Jika Anda belum familiar dengan lokasi-lokasi terbaik untuk tiga menu ini, panduan utama kami di panduan wisata kuliner sekitar Masjid Zayed Solo bisa menjadi referensi yang sangat membantu.

Tempat Favorit dan Cara Menemukannya

Banyak tempat makan yang menyajikan tengkleng, sate buntel, dan tongseng dekat Masjid Zayed Solo. Sebagian besar bisa Anda capai hanya dengan berjalan kaki. Umumnya, penjual warung sudah sangat paham ritme jamaah — mereka mulai memasak lebih awal agar begitu Anda selesai sholat, makanan sudah siap tersaji.

Kalau Anda ingin lebih banyak pilihan lain yang bisa Anda kunjungi setelah ini, artikel kami tentang tempat makan dekat Masjid Zayed yang bisa dijangkau jalan kaki juga sangat direkomendasikan.

Pengalaman Langsung dari Jamaah

Banyak jamaah yang menceritakan pengalaman mereka melalui obrolan ringan sambil makan. Mereka bilang bahwa setelah ibadah, makanan terasa lebih nikmat. Entah itu karena perut kosong atau karena suasana hati yang tenang, makanan seperti tengkleng dan sate buntel seolah punya daya magis sendiri.

Beberapa keluarga juga sering berkumpul di tempat-tempat ini untuk makan bersama. Rasa, suasana, dan kebersamaan jadi satu paket yang saling melengkapi.

Waktu Terbaik Menikmati Ketiganya

Jika Anda memilih waktu makan setelah sholat Jumat atau Dzuhur, pilihan tengkleng dan sate buntel biasanya paling ramai. Sementara itu, tongseng jadi favorit saat malam hari, terutama setelah sholat Isya.

Panduan kami tentang kuliner dekat Masjid Zayed Solo setelah sholat Jumat bisa membantu Anda menentukan pilihan waktu kunjungan agar tidak kehabisan menu favorit.

Penutup — Rasa yang Mengundang, Kenangan yang Tersimpan

Tengkleng, sate buntel, dan tongseng dekat Masjid Zayed Solo bukan sekadar menu. Mereka adalah representasi dari rasa lokal yang ramah, pengalaman yang mengikat jamaah, dan kenangan yang sering dibawa pulang oleh para pengunjung.

Untuk informasi lebih lanjut atau rekomendasi lainnya, kunjungi tengklengsolo.com atau hubungi WhatsApp 0822 6565 2222. Kami mendoakan semoga Anda dan keluarga selalu sehat, rezekinya lancar, dan setiap langkah wisata kuliner Anda penuh keberkahan.

Warung tengkleng bu jito dlidir Pusat :

Instagram kami :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *