Tengkleng Klewer Bu Edi
Warung ini sering dianggap pionir. Berdiri menetap sejak 1971 di Pasar Klewer, bahkan sebelumnya berjualan keliling sejak 1940-an. Penyajiannya memakai pincuk daun pisang, aromanya naik sebelum sendok menyentuh kuah. Datanglah sebelum pukul satu siang. Jika terlambat, Anda hanya akan mencium aroma tanpa kesempatan mencicipi.
Tengkleng Bu Suyek Pasar Gede
Sejak 1950-an, warung ini menjaga rasa pasar yang sederhana. Kuahnya tidak berat, tetapi menenangkan. Orang datang bukan hanya karena lapar, tetapi karena kebiasaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Tengkleng Yu Tentrem
Dikenal sebagai langganan keluarga istana. Kuah lebih gurih dan bumbu meresap hingga ke tulang. Membuktikan bahwa kesabaran dapur bisa bertahan lintas generasi.
Tengkleng Solo Bu Jito Dlidir
Warung ini dikenal wisatawan karena pilihan bagian kambingnya lengkap. Dari tulang hingga kepala tersedia, membuat pengalaman makan terasa utuh.
Warung Tengkleng Mbak Diah
Meski berada di arah Sukoharjo, namanya tetap masuk daftar kuliner Solo. Kuahnya sedikit lebih pekat dan cocok bagi yang menyukai rasa kuat.
Cara Masak Lama yang Tidak Tergantikan
Dapur tengkleng lama tidak memakai api besar. Tulang direbus perlahan agar sumsum keluar tanpa keruh. Teknik ini membuat rasa bersih namun dalam. Karena itu banyak tokoh kembali makan seperti dijelaskan pada alasan pejabat memilih kuliner lama Solo. Selain itu waktu datang juga berpengaruh sebagaimana dibahas pada jam makan favorit warung legendaris yang menentukan tekstur terbaik.
Warung Tengkleng Solo Dlidir
Kami menjaga cara masak sabar tersebut agar Anda makan nyaman:
- Tengkleng kuah rempah Rp 40.000
- Tengkleng rica Rp 45.000
- Kepala kambing + 4 kaki Rp 150.000
- Sate buntel kambing lokal Rp 40rb
- Sate kambing muda Rp 30.000
- Oseng dlidir Rp 20.000
- Sego gulai kambing Rp 10.000 malam hari
Sate kambing solo terkenal menyapa lewat aroma bahkan sebelum Anda duduk. Parkir luas untuk bus dan elf, mushola dan toilet tersedia sehingga rombongan nyaman. WhatsApp 0822 6565 2222.
Penutup
Warung tengkleng tertua di Solo bukan sekadar tempat makan, melainkan penjaga waktu. Saat Anda menyeruput kuahnya, Anda ikut menjaga tradisi. Untuk memahami hubungannya dengan budaya rasa secara lebih luas, Anda bisa kembali melihat pembahasan fondasi bahan kambing Solo. Semoga Anda selalu sehat dan barokah dalam setiap perjalanan rasa.
Warung tengkleng bu jito dlidir Pusat :
Instagram kami :
View this post on Instagram
