Rekomendasi Kuliner Wajib Dicoba Saat ke Solo, dari Murah sampai Legendaris
Setiap orang datang ke Solo membawa alasan berbeda. Ada yang mengejar kenangan, ada yang mengikuti cerita teman, dan ada pula yang sekadar ingin tahu mengapa kota ini selalu disebut ramah oleh lidah. Karena itu kami menyusun rekomendasi kuliner wajib Solo bukan sebagai daftar panjang, melainkan sebagai arah berjalan — supaya Anda tidak hanya kenyang, tetapi juga paham mengapa orang ingin kembali.
Jika Anda ingin melihat gambaran besarnya lebih dulu, Anda bisa membuka panduan tempat kuliner terkenal di Solo. Dari sana perjalanan terasa seperti membaca peta sebelum melangkah.
Mulai dari yang Paling Sederhana
Kuliner Solo jarang dimulai dari yang mahal. Justru yang paling sederhana sering paling diingat. Warung kecil dengan kursi plastik, suara sendok beradu, dan aroma hangat yang tidak memaksa. Banyak pengunjung baru sadar bahwa mereka menghabiskan waktu lebih lama dari rencana.
Ketika Siang Membuat Lapar
Menjelang siang, perut biasanya meminta lebih serius. Anda bisa mencari referensi sekitar kawasan ibadah melalui tempat makan murah dekat Masjid Sheikh Zayed Solo. Banyak pilihan bersahabat yang tidak membuat perjalanan terasa berat.
Berlanjut ke Sore Hari
Sore di Solo bukan soal porsi besar, tetapi jeda. Minuman hangat dan camilan kecil cukup membuat percakapan mengalir. Kota ini seperti memberi waktu untuk mencerna hari sebelum malam datang.
Malam yang Dicari Banyak Orang
Banyak wisatawan sengaja menunggu malam karena suasana berubah total. Lampu jalan menambah rasa, dan udara membuat makanan terasa lebih dalam. Anda bisa melihat pilihannya di kuliner malam Solo buka sampai larut.
Favorit Pecinta Daging
Bagi penyuka hidangan kambing, malam sering menjadi waktu terbaik. Pengalaman lengkapnya bisa Anda baca di warung sate kambing di Solo malam hari.
Tempat yang Menghangatkan Percakapan
Di Warung Tengkleng Solo Dlidir, dapur tak sekadar memasak—ia berbisik lewat asap rempah. Tengkleng kuah merangkul tulang hangat (Rp40.000/porsi), rica-rica menari lebih berani (Rp45.000/porsi), dan kepala kambing untuk 4–8 orang (Rp150.000) sering menjadi pusat meja.
Sate buntel dua tusuk mengunci rasa (Rp40.000) sementara sate kambing muda Solo terasa lembut tiap gigitan (Rp30.000/porsi). Oseng Dlidir bersama tongseng, nasi, dan es jeruk hadir sebagai paket hemat (Rp20.000) dan sego gulai malam hari terasa seperti penutup cerita (Rp10.000).
Tempatnya lega, parkir luas bahkan bus bisa masuk, tersedia mushola dan toilet sehingga rombongan tetap nyaman. Anda bisa menyapa 0822 6565 2222 atau membaca kisahnya di sate kambing solo terkenal.
Mengapa Orang Kembali Lagi
Pada akhirnya, rekomendasi hanya pintu masuk. Yang membuat orang kembali adalah suasana. Solo tidak berusaha memukau seketika, tetapi membuat rindu perlahan.
Semoga perjalanan kuliner Anda selalu sehat dan barokah, dan setiap langkah di kota ini terasa ringan seperti pulang.
Ketika Waktu Tidak Terasa
Banyak tamu awalnya hanya merencanakan satu atau dua tempat. Namun setelah duduk, waktu berjalan lebih pelan dari biasanya. Percakapan memanjang, gelas diisi kembali, dan malam terasa belum ingin selesai. Solo sering membuat jadwal berubah tanpa terasa.
Kami sering melihat pengunjung menunda pulang hanya karena suasananya terlalu sayang ditinggalkan. Tidak ada yang memaksa, tetapi suasana seolah menahan langkah.
Perjalanan yang Berulang
Menariknya, banyak orang datang lagi ke tempat yang sama keesokan harinya. Mereka ingin memastikan rasa kemarin bukan kebetulan. Dan ketika rasanya tetap sama, justru di situlah kepercayaan muncul.
Kuliner Solo tidak berusaha menjadi baru setiap hari, tetapi berusaha tetap sama setiap hari. Itulah yang membuatnya dicari.
Rencana yang Tidak Perlu Banyak
Jika Anda bingung menentukan banyak tujuan, cukup pilih beberapa dan nikmati perlahan. Kota ini tidak cocok ditaklukkan dalam satu kunjungan. Ia lebih cocok disapa berulang.
Kami berharap rekomendasi ini membantu Anda menemukan tempat yang bukan hanya mengenyangkan, tetapi juga menenangkan.
