Nasi Kebuli Jalan Kaki dari Masjid Zayed Solo, Bisa Tidak?
Ya, Anda bisa menemukan nasi kebuli yang dapat ditempuh dengan jalan kaki dari Masjid Raya Sheikh Zayed Solo. Jaraknya masih masuk akal untuk berjalan santai beberapa menit setelah shalat, terutama kalau Anda tidak ingin memindahkan kendaraan lagi. Biasanya orang Solo memilih tetap dekat dengan suasana masjid, jadi habis ibadah bisa langsung makan tanpa ribet parkir ulang.
Kalau Orang Solo Biasanya Gimana?
Setelah selesai shalat, kami jarang langsung tancap gas pulang. Biasanya kami berdiri sebentar di pelataran, ngobrol ringan, lalu baru memutuskan mau makan apa. Kalau perut sudah mulai terasa kosong, tetapi badan masih ingin santai, pilihan jalan kaki terasa paling pas.
Karena itu, nasi kebuli jalan kaki dari Masjid Zayed Solo sering dicari oleh tamu luar kota. Mereka ingin tetap dekat dengan suasana religi yang baru saja dirasakan. Selain itu, berjalan sebentar justru membuat makan terasa lebih nikmat.
Kapan Waktu Terbaik Jalan Kaki Cari Kebuli?
Biasanya setelah maghrib atau setelah isya. Udara lebih adem dan langkah terasa ringan. Selain itu, suasana sekitar masjid masih hidup. Jadi Anda tetap merasa aman dan nyaman.
Kalau siang hari sebenarnya tetap bisa. Namun matahari kadang cukup terik. Karena itu, sore dan malam lebih sering jadi pilihan.
Kenapa Kebuli Cocok untuk Situasi Ini?
Nasi kebuli tidak langsung menghentak di suapan pertama. Rasanya lembut dan hangat. Cocok untuk Anda yang habis perjalanan jauh atau habis ibadah dan ingin makan yang tidak terlalu tajam di lidah.
Berbeda dengan makanan bakaran yang aromanya langsung kuat, kebuli datang pelan. Anda duduk, menyendok, lalu merasakan bumbunya perlahan. Dalam situasi habis jalan kaki santai dari masjid, rasa seperti ini terasa pas.
Tips Supaya Tidak Bingung
Pertama, pastikan Anda tahu jalur keluar yang paling dekat dengan area makan. Biasanya warga sekitar bisa memberi petunjuk singkat kalau Anda bertanya.
Kedua, datanglah sedikit lebih awal dari jam makan utama kalau Anda ingin suasana lebih tenang.
Ketiga, sesuaikan dengan kondisi rombongan. Kalau membawa orang tua atau anak kecil yang mudah lelah, pertimbangkan jarak tempuhnya.
Kalau Anda ingin gambaran lengkap suasana makan malam di sekitar masjid sebelum memutuskan, Anda bisa membaca tempat makan dekat Masjid Zayed Solo yang buka malam. Penjelasannya membantu Anda memahami karakter suasananya.
Sementara itu, kalau Anda sedang mempertimbangkan antara kebuli atau sate setelah dari masjid, Anda bisa melihat kebiasaan warga di sate kambing Solo terdekat dari Masjid Sheikh Zayed. Biasanya pilihan kembali pada suasana hati Anda.
Sekilas Pengalaman Lokal
Kami yang sudah lama makan di sekitar sini tahu bahwa beberapa orang setelah dari masjid memilih mampir ke Warung Tengkleng Solo Dlidir. Bukan karena promosi, tetapi karena suasananya terasa akrab dan sederhana. Kalau Anda ingin memastikan ketersediaan tempat terlebih dahulu, Anda bisa menghubungi WhatsApp 0822 6565 2222.
Jadi, Perlu Kendaraan atau Tidak?
Kalau tujuan Anda memang nasi kebuli jalan kaki dari Masjid Zayed Solo, maka kendaraan tambahan tidak wajib. Anda cukup berjalan santai beberapa menit dan menikmati suasana malam.
Namun kalau datang rombongan besar atau kondisi tidak memungkinkan berjalan, tentu kendaraan lebih nyaman.
Penutup Singkat
Intinya, nasi kebuli jalan kaki dari Masjid Zayed Solo itu ada dan bisa dijangkau dengan santai. Anda tinggal menyesuaikan waktu dan kondisi rombongan.
Kami doakan semoga perjalanan Anda selalu lancar, badan sehat, dan setiap langkah menuju meja makan membawa barokah. Di Solo, makan setelah ibadah bukan sekadar isi perut, tetapi bagian dari menjaga kebersamaan.