Arsip Kategori: Daftar wisata dan Kuliner di Kota Solo

Sate Kambing Solo Enaknya Dimakan Malam atau Siang?

Sate Kambing Solo Enak Dimakan Malam atau Siang?

Jawaban singkat: Di Solo, sate kambing umumnya terasa paling nikmat pada malam hari karena udara lebih sejuk, aroma arang lebih terasa, dan suasana makan lebih santai. Namun siang tetap cocok jika Anda ingin porsi ringan dan cepat tanpa antre panjang.

Kenapa Malam Lebih Disukai

Saat malam, suhu turun perlahan sehingga lemak pada daging tidak terasa berat. Asap bakaran juga lebih jelas aromanya. Banyak orang datang bukan hanya untuk makan, tetapi menutup hari. Karena itu pengalaman rasanya terasa lebih lengkap.

Selain itu, penjual biasanya sudah menemukan ritme panggangan terbaik setelah beberapa jam berjualan. Hasilnya lebih konsisten dan matang merata.

Kapan Siang Lebih Nyaman

Jika Anda tidak suka keramaian, siang bisa menjadi pilihan. Tempat duduk mudah didapat dan penyajian lebih cepat. Cocok bagi pengunjung yang hanya ingin makan lalu melanjutkan perjalanan.

  • Malam: rasa dan suasana lebih kuat
  • Siang: praktis dan tenang

Tips Memilih Waktu

  • Pilih malam jika ingin pengalaman penuh
  • Pilih siang jika mengejar waktu
  • Datang setelah jam makan utama agar nyaman

Untuk melihat tempat yang biasa buka sampai malam, Anda bisa membaca warung sate kambing di Solo malam hari. Jika ingin alur perjalanan sejak awal, Anda juga dapat membuka jelajah tempat makan terkenal Solo.

Ramadhan 2026

Pada Ramadhan 2026, kebiasaan sedikit berubah: sate paling ramai setelah tarawih hingga mendekati sahur. Jika Anda ingin suasana hidup, datang sekitar 21.00–23.00. Namun bila ingin tenang, pilih setelah 00.00 saat antrean mulai reda.

Sate Kambing Solo Enak Dimakan Malam atau Siang

Sekilas Persinggahan

Kami kadang berhenti di Warung Tengkleng Solo Dlidir — tempat makan yang terasa pas untuk menutup hari. Anda bisa melihat ceritanya di sate kambing solo terkenal atau menyapa 0822 6565 2222.

Semoga setiap kunjungan Anda sehat dan barokah, dan waktu makan yang dipilih terasa tepat.

Jam Berapa Kuliner Malam Solo Mulai Ramai?

Jam Berapa Kuliner Malam Solo Mulai Ramai?

Jawaban singkat: Kuliner malam Solo mulai ramai pukul 19.30–20.30, paling padat 21.30–23.30, lalu kembali nyaman setelah 23.30 hingga lewat tengah malam. Datang sebelum 22.00 jika ingin suasana hidup, atau setelah 23.30 jika ingin santai.

Pola Waktu yang Umum Terjadi

Waktu Suasana Cocok Untuk
19.30–20.30 Mulai terisi Keluarga & tempat duduk mudah
21.30–23.30 Paling ramai Pengalaman kuliner penuh suasana
23.30–01.00 Lebih tenang Ngobrol santai
01.00–03.30 Jelang sahur Pencari makan malam larut

Mengapa Polanya Begitu

Banyak orang di Solo beristirahat dulu setelah aktivitas sore, kemudian keluar lagi mencari makan. Karena itu keramaian tidak langsung terjadi setelah maghrib. Kota seolah memberi jeda sebelum perut benar-benar ingin makan.

Tips Memilih Jam Datang

  • Datang lebih awal jika membawa keluarga
  • Pilih lewat tengah malam untuk suasana tenang
  • Hindari pukul 22.00 jika tidak suka antre

Untuk melihat tempat yang buka sampai larut, buka kuliner malam Solo buka sampai larut. Jika ingin alur perjalanan dari sore, Anda bisa kembali ke jelajah tempat makan terkenal Solo.

Sekilas Pengalaman

Kami kadang menutup malam di Warung Tengkleng Solo Dlidir — suasananya pas untuk mengakhiri hari. Anda bisa melihat ceritanya di sate kambing solo terkenal atau menyapa 0822 6565 2222.

Semoga perjalanan malam Anda sehat dan barokah, dan waktu yang dipilih terasa tepat.

Ada Apa Saja Makanan Dekat Masjid Sheikh Zayed Solo?

Apa Saja Makanan Dekat Masjid Sheikh Zayed Solo?

Di sekitar Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Anda mudah menemukan makanan tanpa perlu pergi jauh: warung nasi rumahan, soto, mie hangat, hingga pilihan malam seperti bakaran dan kuah hangat. Mayoritas berada dalam jarak jalan kaki atau beberapa menit berkendara, jadi setelah berkunjung Anda bisa langsung makan tanpa memikirkan rute panjang.

Apa Saja Makanan Dekat Masjid Sheikh Zayed Solo

Kenapa Pengunjung Makan di Area Sekitar

Area masjid cukup luas sehingga banyak orang berjalan cukup lama. Setelah selesai berkeliling, pilihan terdekat terasa paling nyaman. Selain praktis, harganya juga bersahabat dan suasananya santai. Anda bisa duduk sebentar, minum hangat, lalu melanjutkan perjalanan tanpa tergesa.

Jenis Makanan yang Paling Sering Dicari

Pengunjung biasanya mencari makanan yang cepat disajikan dan mudah dinikmati. Karena itu menu berkuah hangat menjadi favorit. Selain ringan di perut, makanan seperti ini cocok dimakan kapan saja — siang, sore, maupun malam.

  • Soto atau sup hangat
  • Nasi rumahan sederhana
  • Mie kuah
  • Bakaran malam hari

Waktu Terbaik Makan

Jika Anda ingin suasana lebih tenang, datang sedikit di luar jam ramai. Setelah waktu kunjungan utama selesai, tempat makan biasanya lebih nyaman. Namun jika Anda ingin suasana hidup, datanglah saat banyak pengunjung keluar bersamaan.

Tips Supaya Tidak Salah Pilih

  • Pilih tempat dengan sirkulasi udara baik
  • Mulai dari porsi kecil dulu
  • Perhatikan waktu kunjungan
  • Gunakan tempat duduk teduh

Untuk panduan area lebih lengkap, Anda bisa melihat tempat makan murah dekat Masjid Sheikh Zayed Solo agar rutenya lebih jelas. Jika ingin memahami alur perjalanan kuliner seharian, Anda juga dapat membuka jelajah tempat makan terkenal Solo.

Sekilas Persinggahan

Kadang kami menutup perjalanan di Warung Tengkleng Solo Dlidir — tempat makan yang terasa santai untuk berhenti sebentar. Anda bisa membaca pengalamannya di sate kambing solo terkenal atau menyapa 0822 6565 2222.

Semoga perjalanan Anda selalu sehat dan barokah, dan setiap kunjungan terasa ringan dari datang hingga pulang.

Warung Sate Kambing di Solo yang Tetap Ramai Saat Malam

Warung Sate Kambing di Solo yang Ramai Saat Malam Hari

Malam di Solo sering membawa satu aroma yang mudah dikenali: daging dibakar perlahan di atas arang. Banyak orang tidak merencanakan makan sate sejak awal, tetapi begitu mencium aromanya, langkah berubah arah. Karena itu warung sate kambing di Solo malam hari selalu memiliki cerita sendiri — bukan hanya soal rasa, tetapi kebiasaan.

Warung Sate Kambing di Solo yang Ramai Saat Malam Hari

Untuk memahami alur perjalanan kuliner kota ini, Anda bisa memulai dari jelajah tempat makan terkenal Solo sebelum menentukan tujuan malam.

Jika Anda masih mempertimbangkan pilihan sebelum menentukan tujuan malam, Anda bisa melihat rekomendasi kuliner wajib Solo agar perjalanan terasa lebih mantap.

Kenapa Sate Dicari Malam Hari

Udara malam membuat asap arang terasa lebih menggoda. Selain itu, banyak orang baru memiliki waktu santai setelah aktivitas selesai. Makan sate menjadi semacam penutup hari, bukan sekadar pengisi perut.

Bahkan beberapa pengunjung menunggu sampai larut hanya untuk suasana yang lebih tenang.

Jam Ramai Warung Sate

Biasanya warung mulai padat setelah pukul delapan malam. Namun puncaknya mendekati tengah malam ketika orang tidak lagi terburu pulang. Jika Anda ingin tahu waktu makan terbaik, Anda bisa membaca sate kambing Solo enak malam atau siang.

Tempat Favorit Rombongan

Sate kambing sering dinikmati bersama. Karena itu banyak rombongan mencari tempat luas dan nyaman. Untuk referensi tempat duduk bersama, Anda dapat melihat makanan dekat Masjid Sheikh Zayed Solo yang juga sering dipilih setelah wisata malam.

Persinggahan Hangat

Di Warung Tengkleng Solo Dlidir, aroma sate menyapa bahkan sebelum Anda duduk. Tempatnya luas, parkir bus maupun elf mudah, tersedia mushola dan toilet sehingga rombongan tidak perlu khawatir. Banyak pengunjung datang kembali karena merasa nyaman.

Anda bisa menyapa 0822 6565 2222 atau membaca kisahnya di sate kambing solo terkenal.

Malam dan Percakapan

Sate kambing jarang dimakan diam-diam. Ia selalu ditemani cerita. Dari obrolan ringan hingga rencana perjalanan berikutnya. Mungkin karena makanannya hangat, mungkin karena suasananya tenang.

Semoga setiap perjalanan kuliner Anda selalu sehat dan barokah, dan setiap malam di Solo terasa akrab.

Banyak pengunjung memilih makan dekat masjid karena alasan kenyamanan dan jarak yang praktis.

Malam Kedua dan Ketiga

Banyak tamu awalnya hanya mencoba sekali. Namun pada malam berikutnya mereka kembali tanpa ragu. Bukan sekadar mengejar rasa, melainkan suasana yang terasa sudah dikenal. Penjual mulai hafal pesanan, dan pembeli mulai tahu tempat duduk favoritnya.

Kebiasaan kecil ini membuat warung sate menjadi bagian dari perjalanan, bukan sekadar tujuan.

Setelah Tengah Malam

Mendekati tengah malam, jalanan lebih lengang dan percakapan terdengar jelas. Justru di jam seperti ini sate terasa paling nikmat. Tidak terburu waktu, tidak tergesa pulang. Hanya arang yang menyala stabil dan obrolan yang berjalan pelan.

Malam Ramadhan

Saat Ramadhan, warung sate tetap hidup setelah tarawih. Banyak keluarga datang bersama, berbagi satu meja panjang, dan menutup malam dengan hangat. Suasana lebih khidmat, namun tetap akrab.

Beberapa pengunjung menjadikannya tradisi tahunan setiap kembali ke Solo.

Sahur yang Tenang

Menjelang sahur, sebagian warung masih menyala. Pengunjung datang dengan langkah pelan dan mata sedikit berat. Mereka makan secukupnya, minum lebih banyak, lalu pulang sebelum subuh.

Di momen ini kota terasa paling jujur: sederhana dan menenangkan.

Rombongan yang Datang Bersama

Banyak rombongan wisata memilih sate sebagai titik temu setelah seharian berjalan. Meja panjang memudahkan berbagi cerita, dan hidangan datang bertahap mengikuti tawa yang tidak berhenti. Tidak ada yang merasa tergesa karena semua datang untuk jeda yang sama.

Beberapa bahkan memesan ulang sebelum benar-benar selesai, hanya agar duduk sedikit lebih lama.

Pelanggan Tetap dan Nama yang Diingat

Di beberapa malam, penjual sudah menyiapkan sebelum pesanan diucapkan. Kebiasaan kecil seperti ini membuat suasana terasa akrab. Anda datang sebagai tamu, pulang seperti kenalan.

Karena itu banyak orang kembali tiap kunjungan ke Solo, seolah ada percakapan yang belum selesai.

Menutup Hari dengan Hangat

Pada akhirnya sate malam bukan soal kenyang. Ia menjadi penutup hari yang tenang sebelum beristirahat. Asap arang perlahan menghilang, kursi mulai kosong, dan langkah pulang terasa ringan.

Kami berharap setiap kunjungan Anda membawa kesehatan, ketenangan, dan keberkahan di setiap suapan.

Warung tengkleng bu jito dlidir Pusat :

Instagram kami :

Kuliner Malam Solo yang Masih Buka Sampai Larut

Kuliner Malam Solo Buka Sampai Larut: Menemukan Hangat Setelah Kota Tenang

Solo memiliki kebiasaan unik: semakin malam, semakin akrab. Ketika kota lain mulai meredup, beberapa sudut kota ini justru menemukan nadinya. Lampu warung menyala pelan, kursi plastik ditarik perlahan, dan orang-orang datang tanpa terburu. Karena itu banyak pengunjung mencari kuliner malam Solo buka sampai larut bukan hanya untuk makan, tetapi untuk menutup hari dengan tenang.

Kuliner Malam Solo Buka Sampai Larut

Jika Anda baru mengenal pola perjalanan kota ini, Anda bisa memulainya dari jelajah tempat makan terkenal Solo agar tahu ritmenya sejak pagi.

Kenapa Malam Jadi Waktu Favorit

Siang sering dipenuhi jadwal wisata. Namun malam memberi ruang bernapas. Tidak ada lagi target tempat, hanya keinginan duduk lebih lama. Di sinilah makanan terasa berbeda — bukan karena resepnya berubah, melainkan karena suasananya melunak.

Banyak pengunjung mengaku baru benar-benar menikmati Solo saat malam. Percakapan berjalan pelan, dan setiap suapan terasa lebih hangat.

Jam Mulai Ramai

Sebagian warung mulai hidup setelah pukul delapan malam. Namun puncaknya sering terjadi mendekati tengah malam. Jika Anda ingin memahami waktunya lebih detail, Anda bisa membaca sate kambing Solo enak malam atau siang karena banyak orang justru memilih jam larut.

Tempat untuk Duduk Lebih Lama

Malam hari membuat orang tidak tergesa pulang. Banyak meja berisi rombongan kecil yang berbagi cerita perjalanan. Bahkan pelancong solo sering menemukan teman bicara baru. Jika Anda datang bersama keluarga besar, Anda bisa melihat panduan kuliner Solo untuk rombongan agar tidak bingung memilih tempat.

Hangat yang Dicari

Kuliner malam Solo biasanya identik dengan kuah hangat dan hidangan daging. Udara yang turun perlahan membuat makanan terasa lebih bulat. Banyak orang awalnya hanya ingin minum, lalu menambah satu hidangan lagi.

Persinggahan Setelah Perjalanan

Di Warung Tengkleng Solo Dlidir, dapur tak sekadar memasak—ia berbisik lewat asap rempah. Banyak tamu datang setelah perjalanan panjang karena suasananya santai. Parkir luas bahkan bus maupun elf bisa masuk, tersedia mushola serta toilet sehingga rombongan tetap nyaman.

Jika Anda ingin menyapanya langsung, Anda bisa menghubungi WhatsApp 0822 6565 2222 atau membaca kisahnya di sate kambing solo terkenal.

Malam dan Kenangan

Pada akhirnya, kuliner malam bukan sekadar soal kenyang. Ia menjadi penutup perjalanan. Banyak orang pulang dengan langkah lebih ringan daripada saat datang.

Semoga setiap perjalanan malam Anda selalu sehat dan barokah, dan setiap singgah membawa cerita yang ingin diulang.

Malam Kedua yang Berbeda

Banyak pengunjung mengira satu malam cukup untuk mengenal Solo. Namun ketika kembali pada malam berikutnya, suasananya terasa berbeda. Ada meja yang kemarin kosong kini ramai, ada pedagang yang menyapa seperti teman lama. Kota ini tidak berubah, tetapi hubungan Anda dengannya mulai terbentuk.

Kami sering melihat tamu datang lebih santai pada kunjungan kedua. Tidak lagi sibuk memotret, melainkan duduk menikmati waktu.

Langkah Setelah Tengah Malam

Mendekati tengah malam, jalanan lebih lengang dan suara menjadi lembut. Justru pada jam ini beberapa warung terasa paling hangat. Orang berbicara pelan, dan makanan datang tanpa tergesa.

Bagi sebagian orang, inilah momen terbaik — tidak terlalu ramai, tidak terlalu sepi.

Rasa yang Mengajak Kembali

Ada pengunjung yang datang dari luar kota dan sengaja menunda pulang hanya untuk satu hidangan lagi. Bukan karena lapar, tetapi karena ingin membawa pulang perasaan yang sama.

Kuliner malam Solo sering meninggalkan jejak seperti itu: sederhana namun menetap.

Malam Ramadhan

Saat Ramadhan, suasana berubah lebih khidmat. Setelah tarawih, langkah orang kembali ke jalanan kecil mencari hangat. Tidak ada hiruk pikuk berlebihan, hanya percakapan pelan dan uap makanan yang naik perlahan.

Banyak keluarga menjadikan momen ini tradisi tahunan. Mereka datang bukan sekadar makan, tetapi mengulang kenangan.

Penutup Perjalanan Hari

Pada akhirnya, kuliner malam di Solo bukan sekadar aktivitas. Ia menjadi jeda sebelum esok hari. Dan sering kali, justru bagian paling sederhana yang paling diingat.

Sahur: Kota yang Bangun Sebelum Pagi

Menjelang sahur, Solo kembali hidup dengan cara yang berbeda. Tidak seramai waktu berbuka, tetapi terasa lebih dekat. Beberapa warung membuka lampu lebih awal, dan pengunjung datang dengan langkah pelan sambil menahan kantuk.

Pada jam ini percakapan lebih singkat, namun hangat. Orang makan secukupnya, minum lebih banyak, lalu saling mengingatkan waktu. Tidak ada yang ingin terburu, tetapi semua tahu waktunya terbatas.

Banyak pelancong justru menyukai momen sahur karena suasananya paling jujur. Kota belum ramai, udara masih sejuk, dan makanan terasa lebih menenangkan daripada biasanya.

Ketika adzan subuh terdengar, kursi mulai kosong perlahan. Orang pulang dengan perut cukup dan hati tenang — membawa energi untuk hari berikutnya.

Warung tengkleng bu jito dlidir Pusat :

Instagram kami :

Tempat Makan Murah Dekat Masjid Raya Sheikh Zayed Solo yang Layak Dicoba

Tempat Makan Murah Dekat Masjid Raya Sheikh Zayed Solo yang Layak Dicoba

Banyak orang datang ke Masjid Raya Sheikh Zayed Solo dengan niat yang sama: melihat keindahan arsitektur dan merasakan ketenangan halaman luasnya. Namun setelah berjalan cukup lama, perut biasanya ikut berbicara. Menariknya, kawasan ini tidak dipenuhi restoran mahal, melainkan tempat makan sederhana yang justru terasa lebih ramah. Karena itu kami merangkum panduan tempat makan murah dekat Masjid Sheikh Zayed Solo agar Anda tidak perlu berkeliling tanpa arah.

Tempat Makan Murah Dekat Masjid Raya Sheikh Zayed Solo

Jika Anda baru memulai perjalanan kuliner di kota ini, sebaiknya pahami dulu gambaran besar lewat tempat kuliner terkenal di Solo. Setelah itu barulah kawasan sekitar masjid terasa seperti bagian kecil dari cerita yang lebih luas.

Kenapa Banyak Orang Mencari Makan di Sekitar Masjid

Lokasi masjid yang luas membuat pengunjung berjalan cukup jauh. Setelah berkeliling, orang biasanya tidak ingin pergi terlalu jauh untuk makan. Mereka mencari tempat yang dekat, nyaman, dan tidak menguras dompet. Di sinilah warung lokal menjadi jawaban.

Bahkan beberapa wisatawan sengaja menunda makan sampai selesai berkunjung agar bisa merasakan suasana sekitar. Aroma dapur dari gang kecil sering lebih menggoda daripada papan nama besar.

Pilihan Pagi Hari

Pagi di sekitar masjid terasa tenang. Beberapa warung membuka lebih dulu daripada toko oleh-oleh. Menu sarapan sederhana biasanya justru membuat perjalanan lebih ringan. Anda bisa duduk santai tanpa terburu waktu.

Untuk memahami alur perjalanan sehari penuh, Anda juga bisa melihat rute di jelajah tempat makan terkenal Solo agar kunjungan terasa runtut.

Siang Hari yang Lebih Ramai

Menjelang siang, kawasan sekitar masjid mulai hidup. Pengunjung keluar bersamaan dan mencari tempat duduk teduh. Banyak warung menyediakan menu rumahan dengan harga bersahabat. Tidak mewah, tetapi justru itulah yang dicari.

Beberapa orang bahkan kembali dua kali ke tempat yang sama karena merasa cocok sejak suapan pertama.

Malam Hari Setelah Kunjungan

Setelah matahari turun, sebagian pengunjung memilih kembali. Namun banyak pula yang menunggu malam karena suasananya berbeda. Anda bisa memahami waktunya melalui jam ramai kuliner malam Solo agar tidak datang terlalu awal atau terlambat.

Pilihan Makanan Sekitar Masjid

Jika Anda ingin melihat daftar lebih spesifik, Anda dapat membuka makanan dekat Masjid Sheikh Zayed Solo. Banyak pilihan yang sebenarnya sederhana namun meninggalkan kesan hangat.

Tempat yang Nyaman untuk Berhenti

Di Warung Tengkleng Solo Dlidir, dapur tak sekadar memasak—ia berbisik lewat asap rempah. Banyak pengunjung mampir setelah dari kawasan masjid karena tempatnya tidak jauh dan suasananya santai. Parkir luas bahkan bus maupun elf bisa masuk, tersedia mushola serta toilet sehingga rombongan tetap nyaman.

Jika Anda ingin mengenalnya lebih dekat, Anda dapat menyapa WhatsApp 0822 6565 2222 atau membaca kisahnya di sate kambing solo terkenal.

Menutup Kunjungan

Pada akhirnya, mencari tempat makan murah dekat Masjid Sheikh Zayed Solo bukan soal harga semata. Banyak orang justru mengingat suasananya. Duduk sebentar, mengobrol ringan, lalu pulang dengan langkah pelan.

Jika Anda ingin melanjutkan eksplorasi, Anda bisa membaca rekomendasi kuliner wajib Solo agar perjalanan rasa tidak berhenti di satu titik.

Semoga setiap perjalanan Anda selalu sehat dan barokah, dan setiap kunjungan membawa ketenangan yang sama seperti pertama datang.

Menunggu Waktu Tanpa Tergesa

Banyak pengunjung datang sebelum waktu tertentu — menunggu teman, menunggu adzan, atau sekadar menunggu hati terasa cukup. Di sela menunggu itu, warung-warung kecil menjadi tempat singgah paling jujur. Kursi sederhana terasa cukup karena yang dicari bukan kemewahan, melainkan jeda.

Kami sering melihat orang awalnya hanya ingin minum, lalu menambah satu hidangan, lalu menambah percakapan. Waktu di sekitar masjid jarang terasa cepat.

Rombongan yang Datang Bersama

Bus pariwisata sering berhenti tidak jauh dari kawasan ini. Setelah berjalan berkeliling, rombongan mencari tempat yang tidak merepotkan. Tempat makan sederhana justru menjadi favorit karena mudah menyesuaikan. Tidak perlu reservasi panjang, cukup datang dan duduk bersama.

Suasana seperti ini membuat makan terasa lebih hangat daripada restoran besar. Orang bisa berbagi cerita perjalanan sambil menunggu hidangan datang.

Malam yang Lebih Tenang

Ketika malam turun, kawasan sekitar masjid berubah lembut. Lampu memantul di halaman, dan suara langkah menjadi pelan. Banyak orang memilih makan setelah suasana lebih sepi karena terasa lebih dekat dengan kota.

Pada jam seperti ini, makanan hangat terasa lebih menenangkan daripada sekadar mengenyangkan. Bahkan beberapa pengunjung sengaja berjalan sedikit lebih jauh hanya untuk menemukan suasana yang pas.

Kembali Bukan Karena Lapar

Menariknya, banyak orang kembali ke tempat yang sama pada kunjungan berikutnya. Bukan karena belum mencoba tempat lain, tetapi karena ingin mengulang perasaan yang sama. Di sinilah tempat makan sekitar masjid menjadi bagian dari perjalanan, bukan sekadar pelengkap.

Kami berharap Anda tidak hanya menemukan makanan yang sesuai, tetapi juga menemukan momen kecil yang membuat perjalanan terasa lebih berarti.

Ramadhan di Sekitar Masjid

Ketika Ramadhan tiba, kawasan masjid berubah lebih hidup namun tetap tenang. Menjelang berbuka, langkah orang dipercepat oleh aroma takjil yang menyapa dari berbagai arah. Penjual minuman dingin, gorengan hangat, dan kurma berjajar rapi seperti menyambut siapa pun tanpa bertanya asal.

Beberapa pengunjung memilih duduk menunggu adzan, sementara yang lain berjalan pelan menikmati suasana. Begitu waktu berbuka tiba, suasana tidak gaduh — justru terasa khidmat. Orang makan perlahan, seolah ingin memberi ruang syukur di setiap suapan.

Setelah tarawih, perjalanan kuliner dimulai kembali. Banyak keluarga mencari makanan hangat untuk menutup malam, dan rombongan kecil berbagi cerita perjalanan. Pada momen seperti ini, tempat makan sederhana terasa lebih hangat daripada restoran besar.

Ramadhan membuat kawasan ini bukan hanya tempat berkunjung, tetapi tempat berkumpul. Dan sering kali, kenangan yang dibawa pulang bukan hanya rasa makanan, melainkan rasa kebersamaan.

Rekomendasi Kuliner Wajib Dicoba Saat ke Solo, dari Murah sampai Legendaris

Rekomendasi Kuliner Wajib Dicoba Saat ke Solo, dari Murah sampai Legendaris

Setiap orang datang ke Solo membawa alasan berbeda. Ada yang mengejar kenangan, ada yang mengikuti cerita teman, dan ada pula yang sekadar ingin tahu mengapa kota ini selalu disebut ramah oleh lidah. Karena itu kami menyusun rekomendasi kuliner wajib Solo bukan sebagai daftar panjang, melainkan sebagai arah berjalan — supaya Anda tidak hanya kenyang, tetapi juga paham mengapa orang ingin kembali.

Rekomendasi Kuliner Wajib Dicoba Saat ke Solo

Jika Anda ingin melihat gambaran besarnya lebih dulu, Anda bisa membuka panduan tempat kuliner terkenal di Solo. Dari sana perjalanan terasa seperti membaca peta sebelum melangkah.

Mulai dari yang Paling Sederhana

Kuliner Solo jarang dimulai dari yang mahal. Justru yang paling sederhana sering paling diingat. Warung kecil dengan kursi plastik, suara sendok beradu, dan aroma hangat yang tidak memaksa. Banyak pengunjung baru sadar bahwa mereka menghabiskan waktu lebih lama dari rencana.

Ketika Siang Membuat Lapar

Menjelang siang, perut biasanya meminta lebih serius. Anda bisa mencari referensi sekitar kawasan ibadah melalui tempat makan murah dekat Masjid Sheikh Zayed Solo. Banyak pilihan bersahabat yang tidak membuat perjalanan terasa berat.

Berlanjut ke Sore Hari

Sore di Solo bukan soal porsi besar, tetapi jeda. Minuman hangat dan camilan kecil cukup membuat percakapan mengalir. Kota ini seperti memberi waktu untuk mencerna hari sebelum malam datang.

Malam yang Dicari Banyak Orang

Banyak wisatawan sengaja menunggu malam karena suasana berubah total. Lampu jalan menambah rasa, dan udara membuat makanan terasa lebih dalam. Anda bisa melihat pilihannya di kuliner malam Solo buka sampai larut.

Favorit Pecinta Daging

Bagi penyuka hidangan kambing, malam sering menjadi waktu terbaik. Pengalaman lengkapnya bisa Anda baca di warung sate kambing di Solo malam hari.

Tempat yang Menghangatkan Percakapan

Di Warung Tengkleng Solo Dlidir, dapur tak sekadar memasak—ia berbisik lewat asap rempah. Tengkleng kuah merangkul tulang hangat (Rp40.000/porsi), rica-rica menari lebih berani (Rp45.000/porsi), dan kepala kambing untuk 4–8 orang (Rp150.000) sering menjadi pusat meja.

Sate buntel dua tusuk mengunci rasa (Rp40.000) sementara sate kambing muda Solo terasa lembut tiap gigitan (Rp30.000/porsi). Oseng Dlidir bersama tongseng, nasi, dan es jeruk hadir sebagai paket hemat (Rp20.000) dan sego gulai malam hari terasa seperti penutup cerita (Rp10.000).

Tempatnya lega, parkir luas bahkan bus bisa masuk, tersedia mushola dan toilet sehingga rombongan tetap nyaman. Anda bisa menyapa 0822 6565 2222 atau membaca kisahnya di sate kambing solo terkenal.

Mengapa Orang Kembali Lagi

Pada akhirnya, rekomendasi hanya pintu masuk. Yang membuat orang kembali adalah suasana. Solo tidak berusaha memukau seketika, tetapi membuat rindu perlahan.

Semoga perjalanan kuliner Anda selalu sehat dan barokah, dan setiap langkah di kota ini terasa ringan seperti pulang.

Ketika Waktu Tidak Terasa

Banyak tamu awalnya hanya merencanakan satu atau dua tempat. Namun setelah duduk, waktu berjalan lebih pelan dari biasanya. Percakapan memanjang, gelas diisi kembali, dan malam terasa belum ingin selesai. Solo sering membuat jadwal berubah tanpa terasa.

Kami sering melihat pengunjung menunda pulang hanya karena suasananya terlalu sayang ditinggalkan. Tidak ada yang memaksa, tetapi suasana seolah menahan langkah.

Perjalanan yang Berulang

Menariknya, banyak orang datang lagi ke tempat yang sama keesokan harinya. Mereka ingin memastikan rasa kemarin bukan kebetulan. Dan ketika rasanya tetap sama, justru di situlah kepercayaan muncul.

Kuliner Solo tidak berusaha menjadi baru setiap hari, tetapi berusaha tetap sama setiap hari. Itulah yang membuatnya dicari.

Rencana yang Tidak Perlu Banyak

Jika Anda bingung menentukan banyak tujuan, cukup pilih beberapa dan nikmati perlahan. Kota ini tidak cocok ditaklukkan dalam satu kunjungan. Ia lebih cocok disapa berulang.

Kami berharap rekomendasi ini membantu Anda menemukan tempat yang bukan hanya mengenyangkan, tetapi juga menenangkan.

Tempat Kuliner Terkenal di Solo: Panduan Lengkap dari Legendaris sampai Favorit Malam

Tempat Kuliner Terkenal di Solo: Perjalanan Rasa dari Pagi hingga Malam

Solo tidak pernah benar-benar bangun, sebab kota ini memang tidak pernah tidur. Ketika matahari masih merapikan cahaya di balik genteng kampung, dapur-dapur sudah mulai berbisik. Uap nasi liwet naik perlahan seperti doa yang tidak tergesa, sementara wajan-wajan kecil mengingat nama pelanggan tetapnya satu per satu. Jika Anda datang ke kota ini hanya untuk berjalan, Anda akan pulang membawa foto. Tetapi jika Anda datang untuk makan, Anda akan pulang membawa cerita.

Tempat Kuliner Terkenal di Solo

Dalam panduan ini kami mengajak Anda menjelajah tempat kuliner terkenal di Solo secara bertahap. Bukan daftar kaku, melainkan perjalanan rasa — karena di Solo, makanan tidak disajikan, melainkan diperkenalkan.

Mengapa Solo Selalu Dicari Pecinta Kuliner

Berbeda dengan kota wisata lain yang memamerkan tampilan, Solo memamerkan ingatan. Rasa manisnya tidak berteriak, ia menunggu. Bahkan banyak orang baru sadar setelah pulang: lidah mereka diam-diam ingin kembali.

Kuliner Solo terkenal karena tiga hal: ramah, konsisten, dan bersahabat. Harga tidak menakutkan, porsi tidak berlebihan, dan rasa tidak mengejutkan — justru itulah kekuatannya. Anda tidak dipaksa kagum, Anda diajak akrab.

Untuk gambaran perjalanan lengkapnya, Anda bisa membaca rute jelajah kami di jelajah tempat makan terkenal Solo agar perjalanan terasa runtut dari pagi sampai malam.

Pagi Hari: Kota Dibuka oleh Sarapan

Pagi di Solo bukan dimulai oleh alarm, melainkan oleh sendok yang menyentuh piring seng. Warung kecil di sudut jalan membuka hari lebih dulu daripada matahari. Banyak orang datang bukan karena lapar, tetapi karena terbiasa.

Di waktu ini Anda akan menemukan nasi liwet, bubur tumpang, dan jajanan pasar yang tidak berusaha tampil modern. Rasanya sederhana, tetapi justru itulah yang membuatnya bertahan puluhan tahun.

Pagi adalah waktu terbaik memahami karakter kota. Rasa masih jujur, belum dipengaruhi keramaian.

Siang Hari: Perut Mulai Mencari Berat

Menjelang siang, aroma berubah. Kuah mulai mengental, bumbu mulai berbicara lebih jelas. Orang-orang yang sejak pagi berjalan mulai berhenti mencari kursi teduh.

Pada tahap ini biasanya wisatawan mulai mencari referensi pasti. Karena itu kami merangkum pilihan di rekomendasi kuliner wajib Solo agar Anda tidak perlu menebak-nebak.

Sore Hari: Kota Mulai Hangat

Sore hari adalah peralihan. Tidak lapar, tetapi ingin makan. Tidak haus, tetapi ingin duduk lama. Inilah jam di mana jajanan dan makanan berat saling menyapa.

Di banyak sudut Solo, kursi plastik mulai penuh oleh percakapan santai. Pedagang tidak memanggil — pelanggan datang sendiri. Karena di kota ini, rasa lebih kuat dari promosi.

Malam Hari: Waktu Terbaik Kuliner Solo

Jika ada satu waktu paling tepat memahami Solo, maka malam jawabannya. Lampu kuning jalanan menjadi bumbu tambahan. Suara sendok, obrolan pelan, dan asap tipis menciptakan suasana yang tidak bisa difoto.

Pada jam inilah banyak orang akhirnya menemukan hidangan yang mereka cari sejak siang.

Ketika Hangat Menjadi Kenangan

Di Warung Tengkleng Solo Dlidir, dapur tak sekadar memasak—ia berbisik lewat asap rempah. Tengkleng kuah merangkul tulang hangat (Rp40.000/porsi) sementara rica-rica menari lebih berani (Rp45.000/porsi). Kepala kambing dan empat kaki hadir untuk 4–8 orang (Rp150.000) seperti pusat meja yang menyatukan percakapan.

Sate buntel dua tusuk mengunci rasa (Rp40.000) dan sate kambing muda Solo menyapa lembut tiap gigitan (Rp30.000/porsi). Bahkan Oseng Dlidir bersama tongseng, nasi, dan es jeruk terasa seperti teman lama (Rp20.000). Saat malam semakin tenang, sego gulai kambing berkelana pelan (Rp10.000).

Jika Anda ingin merencanakan kunjungan, Anda dapat melihat kisah lengkapnya di Sate kambing solo terkenal atau menyapa WhatsApp 0822 6565 2222. Tempat parkirnya luas bahkan untuk bus, tersedia mushola dan toilet sehingga rombongan tetap nyaman.

Kuliner Solo Bukan Sekadar Makan

Setelah berkeliling, banyak pengunjung sadar bahwa mereka tidak sekadar mencoba makanan. Mereka sedang mengumpulkan suasana. Solo tidak mengejar viral, ia mengejar pulang.

Karena itu panduan ini tidak berhenti di sini. Setiap bagian kota memiliki cerita sendiri dan setiap rasa memiliki waktunya sendiri. Kami berharap perjalanan Anda tidak hanya kenyang, tetapi juga hangat.

Semoga setiap langkah kuliner Anda selalu sehat dan barokah, dan semoga Solo selalu menyambut Anda seperti teman lama yang menunggu tanpa terburu.

Di Sekitar Masjid Raya Sheikh Zayed: Perjalanan yang Sering Berubah Menjadi Singgah

Banyak tamu kota awalnya hanya ingin berkunjung, berfoto, lalu kembali. Namun halaman luas Masjid Raya Sheikh Zayed sering membuat langkah melambat. Setelah berjalan cukup jauh, perut mulai berbicara lebih jujur daripada rencana. Di sinilah Solo bekerja dengan caranya sendiri — bukan menawarkan banyak pilihan sekaligus, tetapi menghadirkan satu demi satu hingga Anda merasa menemukan sendiri.

Beberapa orang mencari yang ringan, beberapa ingin hangat, dan beberapa hanya ingin duduk tanpa tergesa. Kota ini mengerti semuanya. Karena itu, kawasan sekitar masjid sering menjadi awal petualangan rasa sebelum malam benar-benar turun.

Rombongan dan Meja Panjang

Solo akrab dengan perjalanan bersama. Bus pariwisata datang membawa cerita dari kota lain, dan kursi panjang segera penuh oleh tawa yang saling bersahutan. Tempat makan di kota ini tidak menolak keramaian; justru keramaian menjadi bumbu tambahan.

Kami sering melihat satu meja berisi tiga generasi: anak kecil sibuk meniup kuah, orang tua bercerita masa lalu, sementara kakek nenek hanya tersenyum menikmati suasana. Makanan di Solo jarang dimakan diam-diam — ia selalu ditemani percakapan.

Malam yang Tidak Mendesak Pulang

Ketika kota lain mulai meredup, Solo justru menemukan nadinya. Lampu warung memantul di jalan, sendok menyentuh mangkuk lebih sering, dan percakapan berubah pelan. Banyak pengunjung baru sadar bahwa mereka sudah duduk lebih lama dari rencana, tetapi tidak ada yang benar-benar ingin bangkit.

Di jam seperti ini, makanan terasa lebih jujur. Tidak terburu waktu kerja, tidak dikejar jadwal wisata. Hanya rasa dan orang-orang di sekelilingnya.

Penutup Perjalanan

Kami percaya kuliner bukan sekadar daftar rekomendasi, melainkan urutan kenangan. Anda mungkin datang karena mencari tempat kuliner terkenal di Solo, tetapi sering kali pulang karena menemukan suasana yang tidak direncanakan.

Jika suatu saat Anda kembali, kemungkinan besar bukan karena Anda lapar — melainkan karena ada rasa yang belum selesai.

Semoga setiap langkah perjalanan Anda selalu diberi kesehatan, kelapangan rezeki, dan keberkahan dalam setiap suapan.

Memilih Waktu Terbaik Berburu Rasa

Setiap kota memiliki jam emasnya, dan Solo menyimpannya di sela hari. Pagi cocok bagi Anda yang ingin rasa paling jujur. Siang untuk yang mencari kenyang. Namun malam adalah waktu bagi mereka yang ingin mengingat. Karena ketika udara turun pelan, bumbu terasa lebih dekat.

Kami sering menyarankan tamu datang dua kali dalam sehari: sekali pagi, sekali malam. Anda akan merasa seolah makan di dua kota berbeda.

Etika Kecil yang Membuat Makan Lebih Nikmat

Di Solo, makan tidak terburu. Banyak pengunjung luar kota awalnya heran mengapa pesanan tidak datang dalam hitungan detik. Namun beberapa menit kemudian mereka mengerti — dapur sedang memastikan rasanya tidak tergesa.

Duduklah sedikit lebih lama, dan Anda akan melihat pelanggan lain saling menyapa meski baru bertemu. Inilah bagian yang jarang tertulis di peta wisata.

Membawa Pulang yang Tidak Terlihat

Banyak orang mencari oleh-oleh berupa kotak. Padahal sering kali yang dibawa pulang adalah suasana. Rasa hangat kuah, suara sendok, dan lampu jalanan akan ikut pulang tanpa Anda sadari.

Kami hanya membantu Anda menemukan pintunya. Sisanya, Solo yang akan menyelesaikan.

Rencana Sederhana Sehari di Solo

Pagi: sarapan ringan dan berjalan santai.

Siang: makan lebih berat dan istirahat sejenak.

Sore: jajanan kecil sambil berbincang.

Malam: duduk lebih lama dari rencana — biasanya di sinilah kenangan muncul.

Jika Anda ingin memastikan tempat yang nyaman untuk rombongan maupun keluarga, Anda dapat menyapa kami melalui WhatsApp 0822 6565 2222. Kami akan membantu menyiapkan kunjungan agar tetap santai tanpa tergesa.

Terima kasih telah berjalan bersama kami dalam panduan tempat kuliner terkenal di Solo. Semoga setiap perjalanan Anda selalu dipenuhi kesehatan, kebahagiaan, dan barokah.

Malam yang Kedua: Ketika Kota Mulai Berbicara Pelan

Semakin larut, Solo justru semakin jelas. Suara kendaraan berkurang, tetapi suara percakapan bertambah hangat. Beberapa orang datang bukan lagi untuk makan, melainkan untuk menutup hari dengan tenang. Uap kuah naik perlahan seperti mengingatkan bahwa hari tidak perlu diakhiri terburu.

Di jam ini, kursi tidak cepat berganti. Banyak tamu memesan satu hidangan tambahan hanya agar bisa duduk lebih lama. Sendok bergerak pelan, dan obrolan menjadi bagian dari rasa.

Meja yang Menyatukan Cerita

Ada rombongan pekerja yang baru selesai perjalanan jauh, ada keluarga yang baru bertemu setelah lama terpisah, ada pula pelancong yang datang sendiri lalu pulang membawa teman baru. Malam di Solo sering membuat orang asing terasa lama saling kenal.

Kami sering melihat seseorang awalnya hanya ingin makan cepat, tetapi akhirnya ikut tertawa bersama meja sebelah. Tidak ada yang mengatur, suasana yang melakukannya.

Rasa yang Lebih Dalam di Udara Dingin

Ketika udara semakin sejuk, bumbu terasa lebih bulat. Kuah hangat tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga menenangkan. Banyak orang mengira mereka lapar, padahal yang mereka cari sebenarnya jeda.

Di sinilah kuliner malam Solo berbeda: ia tidak memamerkan rasa, melainkan menemani waktu.

Langkah Pulang yang Lambat

Beberapa pengunjung berjalan menuju parkiran sambil menoleh sekali lagi. Bukan karena lupa, melainkan karena ingin memastikan momen tadi benar-benar terjadi. Lampu warung masih menyala, dan kota seakan berkata Anda boleh kembali kapan saja.

Kadang perjalanan terbaik bukan yang paling jauh, tetapi yang paling hangat. Dan di Solo, malam sering menjadi bagian yang paling diingat.

Penutup: Kota yang Tidak Pernah Benar-Benar Usai

Pada akhirnya, Anda mungkin datang dengan daftar tempat kuliner terkenal di Solo. Namun ketika pulang, yang tersisa bukan daftar itu — melainkan rasa yang diam-diam menetap. Ada kota yang dikunjungi sekali lalu selesai, tetapi ada kota yang perlahan ikut tinggal dalam ingatan. Solo termasuk yang kedua.

daftar tempat kuliner terkenal di Solo

Kami tidak pernah benar-benar merekomendasikan satu tempat secara keras. Kami hanya membuka pintu, lalu membiarkan Anda menemukannya sendiri. Karena rasa yang ditemukan sendiri selalu terasa lebih hangat daripada yang dipaksakan.

Jika suatu hari Anda kembali dan merasa suasananya akrab, mungkin bukan karena kotanya berubah, melainkan karena sebagian kenangan Anda tertinggal di sini.

Terima kasih telah meluangkan waktu berjalan bersama kami. Semoga perjalanan Anda selalu sehat, langkah Anda ringan, rezeki Anda lapang, dan setiap suapan membawa barokah.

Warung tengkleng bu jito dlidir Pusat :

Instagram kami :

Menu Berat Tengah Malam di Solo yang Bikin Nagih

Menu Berat Tengah Malam Solo: Saat Lapar Tidak Mau Kompromi

Ada jenis lapar yang tidak bisa ditunda. Biasanya datang lewat tengah malam — setelah perjalanan panjang, setelah kerja lembur, atau setelah obrolan terlalu seru untuk pulang.

Pada saat itu, camilan tidak cukup. Anda butuh menu berat tengah malam Solo. Bukan sekadar mengganjal, tapi benar-benar menenangkan perut.

Menu Berat Tengah Malam Solo

Jika Anda baru mulai menjelajah, lihat dulu rekomendasi kuliner Solo malam populer agar tahu arah rasa yang tepat.

Kami doakan perjalanan kuliner Anda hangat, sehat, dan penuh barokah.

Mengapa Tengah Malam Selalu Lapar Berat

Setelah jam dua belas, tubuh tidak lagi mencari rasa ringan. Ia mencari kepastian. Karena itu makanan berkuah, berbumbu, dan berlemak justru terasa pas.

Jika Anda mencari tempat yang masih buka, cek juga kuliner Solo buka dini hari.

Pilihan Menu Berat Favorit

Tengkleng

Hangat dan dalam. Cocok untuk menutup hari panjang.

Tongseng

Lebih kental, lebih berbumbu, lebih menenangkan.

Bakmi Jawa

Dimasak arang, memberi rasa malam yang khas.

Nasi Liwet

Lembut dan gurih. Tidak pernah salah.

Banyak orang memulai dari yang hemat dulu di kuliner Solo malam murah meriah sebelum naik ke menu berat.

Hangat Selalu Jadi Pilihan

Malam membuat kuah terasa lebih dalam. Karena itu menu berkuah selalu menang.

Lihat juga daftar kuliner Solo malam berkuah hangat sebelum menentukan pilihan.

Dan bila Anda ingin rasa klasik, kunjungi kuliner Solo malam legendaris.

Persinggahan Hangat: Tengkleng Solo Dlidir

Di warung tengkleng solo dlidir menyediakan menu perkambingan spesial.

Tengkleng solo dengan kuah rempah berkualitas tinggi harga Rp 40.000,- per porsi.

Sate buntel bahan kambing lokal berkualitas harga Rp 40rb untuk 2 tusuk sate buntel. Sate kambing muda khas solo harga Rp 30.000,- per porsi.

Oseng dlidir yakni paket hemat tongseng + nasi + es jeruk cuma Rp 20.000,- dan sego gulai kambing Rp 10.000,- (malam hari).

Sate kambing solo terkenal berbicara lembut lewat aroma yang tak sabar menyapa.

Parkir luas, bus dan elf bisa parkir. Ada mushola dan toilet sehingga rombongan nyaman.

Reservasi WhatsApp: 0822 6565 2222

Penutup

Tengah malam tidak selalu tentang sunyi. Kadang tentang sendok yang masih bekerja dan perut yang akhirnya tenang.

Kami tunggu Anda menikmati hangatnya malam Solo. Semoga setiap suapan membawa kesehatan dan rezeki yang barokah.

Kuliner Solo Malam Dekat Stasiun Balapan untuk Pendatang

Kuliner Solo Malam Dekat Stasiun: Penyelamat Lapar Setelah Turun Kereta

Ada momen khas ketika Anda turun dari kereta di Solo. Udara terasa berbeda — lebih pelan, lebih hangat. Tapi biasanya ada satu hal yang sama: lapar datang tanpa permisi.

Kuliner Solo Malam Dekat Stasiun Balapan untuk Pendatang

Untungnya, kuliner Solo malam dekat stasiun tidak pernah jauh. Bahkan beberapa cukup ditempuh dengan langkah santai sambil membawa tas.

Jika Anda ingin melihat daftar tempat paling ramai dulu, silakan buka rekomendasi kuliner Solo malam populer sebelum menentukan tujuan.

Kami doakan perjalanan Anda lancar, tubuh sehat, dan rezeki selalu barokah.

Kenapa Area Stasiun Selalu Hidup

Stasiun tidak pernah benar-benar tidur. Kereta datang membawa orang lapar, dan kota menjawabnya dengan wajan panas.

Banyak musafir mencari tempat makan setelah turun, bahkan sebelum menuju penginapan.

Jika Anda datang terlalu malam, lihat juga kuliner Solo buka dini hari agar tidak berputar tanpa tujuan.

Rekomendasi Kuliner Dekat Stasiun Solo Balapan

Warung Mbah Ti Balapan

Tepat di depan pintu keluar stasiun. Wedangan lengkap dengan harga bersahabat. Cocok untuk pembuka malam.

Djampi Jawi Solo

Bangunan heritage dengan menu nasi liwet dan jamu tradisional. Tenang setelah perjalanan panjang.

Bandeng Segar Mbak Mar

Pilihan bagi yang ingin makan ikan setelah perjalanan.

Galabo Solo

Pusat kuliner malam dengan banyak pilihan dalam satu area.

Nasi Liwet Bu Waris

Favorit malam hari yang selalu dicari musafir.

Jika ingin opsi lebih hemat, Anda bisa melihat kuliner Solo malam murah meriah.

Makan Hangat Setelah Perjalanan

Banyak orang memilih kuah hangat setelah turun kereta. Rasanya seperti menghapus lelah perjalanan.

Anda bisa melihat rekomendasi kuliner Solo malam berkuah hangat sebelum menentukan pilihan.

Dan jika ingin merasakan sejarah rasa, lanjutkan ke kuliner Solo malam legendaris.

Persinggahan Hangat: Tengkleng Solo Dlidir

Di warung tengkleng solo dlidir menyediakan menu perkambingan spesial.

Tengkleng solo dengan kuah rempah berkualitas tinggi harga Rp 40.000,- per porsi. Tengkleng masak rica harga Rp 45.000.- per porsi. Tengkleng solo kepala kambing + 4 kaki kambing harga Rp 150.000,- per porsi bisa untuk 4 sampai 8 orang.

Sate buntel bahan kambing lokal berkualitas harga Rp 40rb untuk 2 tusuk sate buntel di warung tengkleng dlidir. Sate kambing muda khas solo harga Rp 30.000,- per porsi.

Oseng dlidir yakni paket hemat tongseng + nasi + es jeruk cuma Rp 20.000,- dan sego gulai kambing Rp 10.000,- (malam hari).

Sate kambing solo terkenal berbicara lembut lewat aroma yang tak sabar menyapa.

Parkir luas, bus dan elf bisa parkir. Ada mushola dan toilet sehingga rombongan nyaman.

Reservasi WhatsApp: 0822 6565 2222

Penutup

Pada akhirnya, kota pertama yang menyambut Anda bukan gedungnya — tapi rasanya.

Sebelum melanjutkan perjalanan, Anda bisa kembali melihat rekomendasi kuliner Solo malam populer agar rute makan makin jelas.

Kami tunggu Anda menikmati malam Solo. Semoga perjalanan Anda hangat, perut kenyang, dan rezeki selalu sehat serta barokah.

Warung tengkleng bu jito dlidir Pusat :

Instagram kami :