Tempat Makan Dekat Masjid di Solo yang Nyaman untuk Kuliner Setelah Sholat
Solo selalu punya cara sederhana untuk membuat orang merasa pulang. Kota ini bukan hanya dikenal karena keramahan warganya, tetapi juga karena kulinernya yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Salah satu pengalaman yang paling sering dirasakan wisatawan adalah mencari tempat makan dekat masjid di Solo yang nyaman untuk kuliner setelah sholat.
Di kota ini, selesai menunaikan sholat sering kali menjadi awal perjalanan kuliner. Begitu keluar dari masjid, beberapa langkah saja biasanya sudah tercium aroma sate, kuah tengkleng, atau nasi liwet yang baru dimasak. Itulah yang membuat Solo terasa istimewa. Kota ini seolah mengajak kita berjalan pelan, menikmati makanan hangat sambil merasakan suasana yang tenang.
Karena itu, banyak wisatawan muslim merasa nyaman berkuliner di Solo. Masjid mudah ditemukan, begitu juga rumah makan yang lokasinya tidak jauh dari tempat ibadah.
Tradisi Kuliner Solo yang Dekat dengan Masjid
Jika Anda berjalan di pusat kota Solo, Anda akan menyadari satu hal menarik. Banyak kawasan kuliner berkembang di sekitar masjid, pasar tradisional, dan pusat keramaian kota. Pola ini sebenarnya sudah ada sejak lama.
Dulu para pedagang membuka warung di sekitar tempat orang berkumpul. Masjid menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat. Setelah sholat, orang biasanya berbincang sebentar, lalu mencari makanan. Kebiasaan ini terus berlangsung hingga sekarang.
Akibatnya, wisatawan yang mencari tempat makan dekat masjid di Solo tidak akan kesulitan. Bahkan beberapa di antaranya sudah menjadi kuliner legendaris yang terkenal hingga luar kota.
Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak tempat makan yang menyediakan fasilitas ibadah, Anda juga bisa membaca panduan lengkap tentang Tempat Makan di Solo yang Ada Mushola. Artikel tersebut berisi daftar restoran dan warung makan yang ramah bagi wisatawan muslim.
Rekomendasi Tempat Makan Dekat Masjid di Solo
Berikut beberapa tempat makan yang sering menjadi tujuan wisatawan maupun warga lokal setelah menunaikan sholat. Lokasinya relatif dekat dengan kawasan masjid atau pusat aktivitas kota.
1. Warung Tengkleng Solo Dlidir
Di sebuah sudut Solo yang tidak terlalu bising, ada dapur yang aromanya seperti memanggil orang pulang. Asap rempah naik perlahan dari panci besar, membawa wangi khas kambing yang dimasak dengan bumbu tradisional.
Tempat itu dikenal sebagai Warung Tengkleng Solo Dlidir.
Banyak wisatawan datang ke sini setelah sholat karena suasananya nyaman dan fasilitasnya lengkap. Area parkirnya luas bahkan bisa menampung bus dan kendaraan rombongan wisata.
Menu yang paling sering dipesan tentu saja tengkleng kuah yang hangat. Tulang kambing dimasak lama hingga bumbu meresap sempurna. Satu porsi tengkleng biasanya dibanderol sekitar Rp40.000.
Selain itu ada juga rica-rica kambing yang rasanya lebih berani dengan harga sekitar Rp45.000. Bagi pecinta sate, sate buntel dua tusuk menjadi menu favorit karena dagingnya padat dan aromanya khas.
Jika datang bersama rombongan, banyak pengunjung memesan paket kepala kambing lengkap dengan empat kaki yang cukup untuk 4–8 orang. Menu ini sering menjadi pusat perhatian di meja makan.
Yang membuat tempat ini semakin nyaman adalah fasilitasnya. Tersedia mushola, toilet bersih, serta area makan yang cukup luas. Jadi setelah makan, pengunjung juga bisa menunaikan ibadah dengan tenang.
Bagi yang ingin memesan tempat untuk rombongan wisata, biasanya pengunjung menghubungi WhatsApp di 0822 6565 2222 terlebih dahulu.
2. Nasi Liwet Wongso Lemu
Jika Anda selesai sholat di kawasan Keprabon atau pusat kota Solo, biasanya langkah kaki akan menuju ke Nasi Liwet Wongso Lemu. Tempat ini sudah lama dikenal sebagai salah satu kuliner legendaris Solo.
Nasi liwetnya disajikan dengan ayam suwir, telur pindang, sayur labu siam, dan kuah santan yang gurih. Aromanya lembut tetapi menggugah selera.
Banyak orang datang ke sini setelah sholat Maghrib atau Isya. Suasana warungnya sederhana tetapi terasa hangat. Duduk di kursi kayu sambil menikmati nasi liwet panas sering menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi wisatawan.
3. Timlo Sastro Pasar Gede
Di kawasan Pasar Gede, tidak jauh dari beberapa masjid besar Solo, ada satu tempat makan yang hampir selalu direkomendasikan warga lokal: Timlo Sastro.
Timlo adalah sup khas Solo yang berisi ayam, telur pindang, dan sosis Solo. Kuahnya bening tetapi kaya rasa.
Banyak orang datang ke sini setelah sholat karena menu timlo terasa ringan namun menghangatkan tubuh. Selain itu, lokasi Pasar Gede juga cukup strategis sehingga mudah dijangkau wisatawan.
4. Sate Kambing Mbok Galak
Di kawasan Laweyan, terdapat warung sate kambing yang sudah dikenal lama oleh warga Solo. Namanya Sate Kambing Mbok Galak.
Potongan daging kambingnya cukup besar tetapi tetap empuk. Bumbunya sederhana, hanya kecap, bawang merah, dan cabai.
Banyak pengunjung mampir ke sini setelah sholat Maghrib. Aroma sate yang dibakar di depan warung sering membuat orang berhenti walaupun awalnya hanya lewat.
5. Gudeg Ceker Margoyudan
Bagi pecinta kuliner malam, Gudeg Ceker Margoyudan adalah tempat yang sering direkomendasikan. Warung ini biasanya mulai ramai setelah sholat Isya.
Ceker ayam dimasak hingga sangat empuk dan disajikan bersama gudeg yang manis. Kuah santannya gurih dan cukup kental.
Karena buka hingga dini hari, banyak orang datang setelah sholat malam atau sekadar mencari makan sebelum pulang ke hotel.
Jika Anda ingin menjelajahi lebih banyak kuliner malam yang terkenal di Solo, kami juga merekomendasikan membaca panduan Kuliner Malam Solo Murah yang berisi berbagai rekomendasi tempat makan favorit warga lokal.
Pengalaman Kuliner Setelah Sholat di Solo
Ada sesuatu yang berbeda ketika menikmati makanan setelah sholat di Solo. Mungkin karena suasananya lebih tenang atau karena perut terasa lebih siap menerima makanan hangat.
Bayangkan Anda baru saja keluar dari masjid setelah sholat Maghrib. Udara malam mulai turun perlahan. Lampu jalan menyala satu per satu.
Di kejauhan terlihat warung makan dengan asap tipis dari dapurnya. Aroma sate kambing atau kuah tengkleng mulai tercium. Langkah kaki pun seolah mengikuti aroma itu.
Anda duduk di meja kayu sederhana. Sepiring makanan hangat datang. Uapnya naik perlahan. Di sekeliling Anda terdengar obrolan santai para pengunjung.
Momen seperti inilah yang membuat banyak orang selalu mencari tempat makan dekat masjid di Solo yang nyaman untuk kuliner setelah sholat. Bukan hanya soal rasa makanan, tetapi juga suasana hangat yang sulit ditemukan di kota lain.
Tips Memilih Tempat Makan Dekat Masjid di Solo
Agar pengalaman kuliner Anda semakin menyenangkan, ada beberapa tips sederhana yang biasanya dilakukan warga lokal.
Pertama, pilih tempat makan yang memang berada dekat masjid atau memiliki fasilitas mushola. Hal ini membuat Anda bisa makan dengan lebih santai tanpa terburu-buru mengejar waktu sholat.
Kedua, datang sedikit lebih awal jika ingin makan setelah Maghrib. Beberapa tempat kuliner terkenal di Solo sering kali cepat penuh.
Ketiga, jika datang bersama rombongan wisata, sebaiknya pilih tempat makan dengan area parkir luas. Ini akan membuat perjalanan kuliner lebih nyaman.
Jika Anda sedang mencari restoran yang cocok untuk rombongan sekaligus memiliki fasilitas ibadah, Anda juga bisa membaca panduan tempat makan di Solo yang ada mushola dan parkir luas yang sering menjadi pilihan wisatawan.
Penutup
Solo memang kota yang tidak pernah memaksa orang untuk terburu-buru. Bahkan ketika Anda sedang wisata kuliner, kota ini seperti mengajak berjalan pelan: sholat dulu, lalu makan dengan tenang.
Itulah sebabnya banyak wisatawan selalu mencari tempat makan dekat masjid di Solo yang nyaman untuk kuliner setelah sholat. Di kota ini, makanan bukan sekadar pengisi perut, tetapi juga bagian dari perjalanan yang hangat.
Kami selalu percaya bahwa setiap tamu yang datang ke Solo adalah saudara yang sedang singgah. Semoga perjalanan kuliner Anda di kota ini selalu menyenangkan.
Kami juga mendoakan semoga Anda selalu diberi kesehatan, langkah perjalanan dimudahkan, dan rezeki yang datang kepada Anda penuh keberkahan. Aamiin.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Tempat makan dekat masjid di Solo apa saja yang terkenal?
Beberapa tempat yang terkenal antara lain Warung Tengkleng Solo Dlidir, Nasi Liwet Wongso Lemu, Timlo Sastro Pasar Gede, Sate Kambing Mbok Galak, dan Gudeg Ceker Margoyudan.
Kuliner malam Solo buka sampai jam berapa?
Banyak kuliner malam di Solo buka hingga sekitar pukul 23.00 bahkan ada yang sampai dini hari, terutama gudeg ceker dan beberapa warung tengkleng.
Apakah ada tempat makan di Solo yang menyediakan mushola?
Ya, beberapa restoran besar menyediakan mushola sehingga pengunjung bisa menunaikan ibadah dengan nyaman tanpa harus meninggalkan area tempat makan.
Dimana tempat makan Solo yang cocok untuk rombongan wisata?
Biasanya restoran yang memiliki parkir luas dan ruang makan besar menjadi pilihan rombongan wisata karena lebih nyaman untuk bus atau kendaraan travel.
Kuliner khas Solo yang wajib dicoba apa saja?
Beberapa kuliner khas Solo yang terkenal antara lain tengkleng, sate buntel, nasi liwet, timlo, selat Solo, dan serabi Notosuman.
Apakah wisata kuliner Solo ramah bagi wisatawan muslim?
Ya, sebagian besar kuliner Solo halal dan banyak tempat makan berada dekat dengan masjid sehingga wisatawan muslim dapat menikmati kuliner dengan nyaman.
Warung tengkleng bu jito dlidir Pusat :
Instagram kami :
View this post on Instagram
