10 Tempat Rekomendasi Makan Enak Dekat Stasiun Purwosari Solo yang Wajib Anda Coba
Jika Anda baru turun dari kereta di Stasiun Purwosari, biasanya ada satu hal yang langsung terasa sebelum Anda benar-benar menjelajah kota ini. Bukan hanya suasana kota yang ramah, tetapi juga aroma dapur yang seperti ikut menyambut setiap tamu yang datang.
Solo memang punya cara unik untuk memperkenalkan dirinya. Kota ini tidak pernah terburu-buru. Ia menyapa pelan-pelan, sering kali lewat makanan. Dari warung sederhana di pinggir jalan hingga kuliner legendaris yang sudah puluhan tahun berdiri, semuanya seolah mengajak Anda duduk sebentar dan menikmati cerita rasa yang panjang.
Sebagai warga Solo, kami sering melihat wisatawan yang baru turun kereta langsung bertanya satu hal yang sama: di mana tempat makan enak dekat Stasiun Purwosari?
Pertanyaan itu sebenarnya sangat wajar. Kawasan Purwosari memang berada di jalur kuliner yang cukup hidup. Dalam radius beberapa ratus meter saja, Anda bisa menemukan berbagai makanan khas Solo yang sudah dikenal oleh warga lokal maupun wisatawan.
Melalui tulisan ini, kami ingin menemani Anda berjalan santai menjelajahi beberapa tempat makan yang sering direkomendasikan di sekitar Stasiun Purwosari. Anggap saja Anda sedang diajak warga Solo mengenal dapur kota ini dari dekat.
Ketika Solo Menyambut Lewat Aroma Dapur
Solo bukan kota yang berisik. Ia tidak memanggil wisatawan dengan suara keras, tetapi dengan aroma yang perlahan mengisi udara. Ketika pagi datang, kuah soto mulai mendidih di dapur warung. Ketika siang menjelang, sate kambing mulai berderet di atas bara arang.
Dan ketika malam tiba, kuliner Solo justru semakin hidup. Lampu-lampu warung menyala, obrolan mulai terdengar di meja makan, dan aroma rempah seperti menari di udara kota.
Karena itulah banyak penumpang kereta yang sengaja menyempatkan diri mencari makanan sebelum melanjutkan perjalanan. Bahkan tidak sedikit yang datang ke Solo hanya untuk berburu kuliner khasnya.
1. Tahu Kupat Pak Gombloh
Jika Anda berjalan sekitar sepuluh menit dari Stasiun Purwosari menuju Jalan Perintis Kemerdekaan, ada satu warung sederhana yang hampir selalu ramai pengunjung. Namanya Tahu Kupat Pak Gombloh.
Sepiring tahu kupat di sini terlihat sederhana, tetapi rasanya sering membuat orang ingin kembali lagi. Potongan kupat, tahu goreng, tauge segar, lalu disiram kuah kacang gurih manis khas Solo.
Warung ini sering menjadi pilihan sarapan warga lokal sebelum memulai aktivitas. Bahkan banyak penumpang kereta yang sengaja berjalan kaki sekitar 800 meter dari stasiun hanya untuk mencicipinya.
2. Nasi Liwet Sukini di Pasar Purwosari
Jika Anda ingin merasakan kuliner yang benar-benar menjadi bagian dari tradisi Solo, nasi liwet adalah jawabannya. Di Pasar Purwosari terdapat warung nasi liwet yang sudah puluhan tahun dikenal warga.
Sepiring nasi liwet biasanya disajikan dengan nasi gurih, sayur labu siam, ayam suwir, telur pindang, dan sedikit sambal. Aromanya lembut namun menghangatkan.
Suasana pasar yang ramai justru membuat pengalaman makan terasa lebih hidup. Anda bisa mendengar obrolan pedagang, suara sendok beradu dengan piring, dan aroma santan yang perlahan naik dari dapur.
3. Omah Londo Angkringan
Bagi Anda yang ingin merasakan suasana makan yang lebih santai, Omah Londo Angkringan sering menjadi pilihan menarik di kawasan Purwosari.
Tempat ini memiliki nuansa klasik yang unik. Bangunan tua dengan sentuhan arsitektur kolonial membuat suasana makan terasa berbeda. Menu yang tersedia juga cukup lengkap, mulai dari nasi kucing, sate usus, sate telur puyuh, hingga wedang jahe.
Pada malam hari, tempat ini sering dipenuhi anak muda Solo yang datang untuk menikmati suasana santai sambil berbincang panjang.
4. Sate Kambing H. Man Gullit
Jika Anda menyukai sate kambing, nama H. Man Gullit cukup dikenal di Solo. Daging kambing yang digunakan biasanya berasal dari kambing muda sehingga teksturnya empuk dan tidak terlalu berbau.
Sate disajikan dengan bumbu sederhana yang justru membuat rasa dagingnya lebih menonjol. Aroma sate yang dipanggang di atas arang sering membuat orang yang lewat tiba-tiba merasa lapar.
5. Bakso Kalilarangan
Tidak jauh dari kawasan Purwosari, Anda juga bisa menemukan Bakso Kalilarangan yang cukup populer di kalangan warga lokal. Bakso di sini terkenal dengan kuah kaldu yang gurih dan porsinya yang cukup besar.
Banyak pengunjung memilih bakso ini setelah perjalanan kereta yang panjang karena rasanya hangat dan mengenyangkan.
6. Serabi Notosuman
Jika Anda mencari camilan khas Solo, Serabi Notosuman adalah salah satu ikon kuliner kota ini. Serabi dimasak menggunakan tungku arang sehingga aromanya terasa khas.
Rasanya manis gurih dengan tekstur yang lembut. Banyak wisatawan membeli serabi sebagai oleh-oleh sebelum kembali pulang.
7. Selat Vien’s Pusat
Solo juga memiliki hidangan unik bernama selat Solo. Di Selat Vien’s Pusat, Anda bisa mencicipi hidangan ini yang merupakan perpaduan antara budaya kuliner Jawa dan pengaruh Eropa.
Sepiring selat biasanya berisi daging, kentang, sayur, telur, dan kuah manis gurih yang segar. Rasanya ringan namun cukup memuaskan.
8. Tahu Kupat Sido Mampir
Selain Pak Gombloh, ada juga Tahu Kupat Sido Mampir yang cukup terkenal di kawasan sekitar stasiun. Rasanya tetap khas Solo dengan kuah kacang yang gurih manis.
Warung ini sering menjadi pilihan bagi penumpang kereta yang ingin makan cepat sebelum melanjutkan perjalanan.
9. Sate Kambing dan Gule Goreng Pak Samin
Bagi pecinta olahan kambing, Pak Samin merupakan salah satu tempat yang cukup legendaris di Solo. Selain sate kambing, tempat ini juga terkenal dengan gule goreng yang kaya rempah.
Aromanya kuat dan menggoda. Tidak jarang pengunjung datang dari luar kota hanya untuk mencicipi hidangan ini.
10. Es Dawet Telasih Bu Dermi
Setelah menikmati berbagai makanan khas Solo, rasanya belum lengkap tanpa minuman segar. Di Pasar Gede, Anda bisa menemukan Es Dawet Telasih Bu Dermi yang sudah terkenal sejak lama.
Minuman ini berisi cendol, santan, gula jawa, dan biji telasih yang memberi sensasi segar di tengah cuaca kota.
Ketika Dapur Solo Bercerita Lewat Asap Rempah
Di beberapa sudut kota ini, dapur tidak sekadar memasak. Ia seperti berbicara lewat aroma yang pelan-pelan menyentuh indera.
Di Warung Tengkleng Solo Dlidir, dapur tak sekadar memasak—ia berbisik lewat asap rempah. Tengkleng kuah merangkul tulang hangat (Rp40.000/porsi) sering menjadi pilihan bagi pengunjung yang ingin merasakan kuah kambing yang lembut namun kaya rasa.
Bagi Anda yang menyukai rasa lebih berani, rica-rica menari lebih berani (Rp45.000/porsi). Pedasnya terasa hidup tanpa menutupi rasa daging kambing yang lembut.
Jika Anda datang bersama keluarga atau rombongan, kepala kambing + 4 kaki untuk 4–8 orang (Rp150.000) sering menjadi pusat perhatian meja makan.
Sementara itu sate buntel dua tusuk mengunci rasa (Rp40.000) dan sate kambing muda Solo lembut tiap gigitan (Rp30.000/porsi) juga sering dicari oleh pecinta sate.
Bahkan bagi penumpang kereta yang ingin makan cepat, tersedia Oseng Dlidir + tongseng + nasi + es jeruk paket hemat (Rp20.000). Pada malam hari, banyak orang juga mencari sego gulai malam hari (Rp10.000) yang sederhana namun menghangatkan.
Tempat ini juga nyaman untuk rombongan karena tersedia parkir luas (bus & elf), mushola, serta toilet yang bersih sehingga pengunjung bisa makan dengan tenang.
Jika Anda ingin menjelajah lebih banyak pilihan kuliner malam di Solo, Anda juga bisa membaca panduan lengkap tentang
kuliner solo malam murah.
Tips Menjelajah Kuliner di Sekitar Stasiun Purwosari
Jika Anda ingin menikmati kuliner di kawasan ini, datanglah dengan langkah santai. Banyak warung terbaik justru berada di sudut jalan yang sederhana.
Kadang tempat yang terlihat biasa justru menyimpan rasa yang luar biasa. Itulah salah satu keunikan kuliner Solo.
Dan jika Anda datang bersama rombongan, tidak ada salahnya menghubungi terlebih dahulu melalui WhatsApp di nomor 0822 6565 2222 untuk memastikan tempat makan yang nyaman.
Penutup
Menjelajah kuliner Solo sebenarnya seperti membaca cerita lama yang penuh kenangan. Setiap warung memiliki kisahnya sendiri, setiap hidangan membawa rasa yang berbeda.
Jika suatu hari Anda turun di Stasiun Purwosari, jangan terburu-buru meninggalkan kawasan ini. Berjalanlah sebentar, temukan warung kecil, dan biarkan dapur Solo menyambut Anda dengan hangat.
Semoga perjalanan Anda selalu dipenuhi kesehatan, kebahagiaan, dan rezeki yang barokah. Semoga setiap makanan yang Anda nikmati membawa kebaikan bagi kita semua.
